Sambutan Ketua Panitia Bapak.Ozen Badame Bisukmarroha Sihombing, ST.Ajak Umat Hidupi Kasih dan Pengharapan Baru
Ketapang, Minggu 5 April 2026 .Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, pada perayaan Hari Raya Paskah Tahun 2026. Ribuan umat yang datang dari berbagai lingkungan dan stasi memenuhi gereja sejak pagi hari untuk merayakan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, pusat iman Kristiani yang menjadi sumber harapan dan keselamatan.
Dalam perayaan yang berlangsung meriah namun tetap khusyuk tersebut, Ketua Panitia Paskah 2026, Bapak.Ozen Badame Bisukmarroha Sihombing, ST, menyampaikan sambutan yang sarat makna, penuh pesan iman, sekaligus ajakan nyata bagi seluruh umat untuk semakin tangguh dalam menghidupi kasih kepada sesama, khususnya mereka yang menderita.
Turut hadir dalam perayaan tersebut Pastor Kepala Paroki, Vitalis Nggeal, CP, serta Gabriel Bala. Dewan Pastoral Paroki, para Bruder, Suster, Frater, tokoh umat, OMK, serta seluruh elemen pelayanan gereja.
Pembukaan Penuh Syukur dan Persaudaraan
Dalam sambutannya, Ketua Panitia membuka dengan salam penuh kehangatan yang mencerminkan semangat persaudaraan lintas budaya dan iman. Sapaan “Salve, Syalom Eleihem Beshem Yesuha Hamsiahah” serta semboyan lokal “Adil Ka’Talino Bacuramin Ka’Saruga Basengat Ka’Jubata” menjadi simbol bahwa perayaan Paskah bukan hanya milik satu kelompok, tetapi menjadi momentum universal untuk mempererat persaudaraan.
Ia mengajak seluruh umat untuk terlebih dahulu memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan penyertaan-Nya sehingga semua dapat berkumpul dalam suasana kasih dan sukacita.
Menurutnya, tanpa campur tangan Tuhan, seluruh rangkaian kegiatan Paskah yang panjang mulai dari Rabu Abu, Pekan Suci, hingga Hari Raya Paskah tidak akan dapat berjalan dengan baik.
Ungkapan Terima Kasih dan Apresiasi
Dalam bagian penting sambutannya, Ketua Panitia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Perayaan Paskah 2026.
Ia secara khusus menyebut Pastor Paroki, Dewan Pastoral Paroki, serta seluruh umat yang telah memberikan kepercayaan kepada panitia, khususnya Lingkungan Santo Paulus dari Salib, untuk mengemban tugas pelayanan ini.
“Kepercayaan ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah perayaan iman bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari kerja sama seluruh umat. Semangat gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas menjadi kekuatan utama yang memungkinkan semua kegiatan berjalan lancar.
Makna Paskah: Pusat Iman dan Sumber Harapan
Ketua Panitia menekankan bahwa Paskah bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi merupakan inti dari iman Kristiani.
Dalam Paskah, umat mengenangkan sengsara, wafat, dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Kebangkitan Kristus menjadi tanda kemenangan atas dosa dan maut, sekaligus membuka jalan keselamatan bagi seluruh umat manusia.
Lebih dari itu, Paskah menjadi momentum pembaruan hidup. Umat diajak untuk tidak hanya mengenang peristiwa iman, tetapi juga menghidupinya dalam keseharian.
“Kebangkitan Kristus mengajak kita untuk bangkit dari keterpurukan, dari keputusasaan, dari perpecahan, dan dari sikap hidup yang tidak membangun,” tegasnya.
Tema Paskah 2026: Semakin Tangguh dalam Belaskasih
Pada tahun 2026 ini, Paroki Santo Agustinus Paya Kumang mengusung tema:
“Semakin Tangguh Dalam Berbelaskasih Kepada Sesama Yang Menderita.”
Tema ini dinilai sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini yang masih diwarnai berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan.
Menurut Ketua Panitia, dunia membutuhkan manusia-manusia baru yang hidup dalam kasih, pengampunan, kerendahan hati, serta kepedulian terhadap sesama.
Belaskasih bukan hanya sekadar perasaan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata menolong yang lemah, menguatkan yang putus asa, dan menghadirkan harapan bagi yang kehilangan arah.
Persiapan Panjang dan Penuh Dedikasi
Ketua Panitia juga mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Paskah telah dipersiapkan dengan maksimal oleh panitia.
Berbagai kegiatan liturgi dan non-liturgi telah dirancang sedemikian rupa agar umat dapat menghayati makna Paskah secara mendalam.
Namun demikian, ia dengan rendah hati mengakui bahwa dalam setiap pelayanan tentu masih terdapat kekurangan.
“Kami menyadari bahwa pelayanan ini tidak sempurna. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan dukungan, doa, serta masukan dari seluruh umat,” ujarnya.
Ajakan Partisipasi Aktif Umat
Dalam sambutannya, umat juga diajak untuk terlibat secara aktif dalam kehidupan menggereja.
Partisipasi tersebut tidak hanya dalam bentuk kehadiran, tetapi juga melalui kontribusi nyata baik tenaga, pikiran, doa, maupun dukungan materi sesuai kemampuan masing-masing.
Ia menegaskan bahwa gereja yang hidup adalah gereja yang dibangun oleh umatnya sendiri.
“Semangat kebersamaan dan persaudaraan umatiah harus terus kita pelihara sebagai kekuatan utama,” tambahnya.
Apresiasi kepada Berbagai Pihak
Secara khusus, Ketua Panitia menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam kelancaran perayaan, antara lain:
Dewan Pastoral Paroki
Para Ketua Lingkungan
Petugas Liturgi dan Prodiakon
Petugas Koor dan OMK
Tim Sound System dan Multimedia
Petugas Keamanan dari Polres Ketapang
Dinas Perhubungan Ketapang
Dinas Kesehatan Ketapang
Ia menegaskan bahwa keterlibatan semua pihak ini menjadi bukti nyata bahwa Paskah adalah perayaan bersama.
Paskah sebagai Momentum Persatuan
Lebih jauh, Ketua Panitia mengajak umat untuk menjadikan Paskah sebagai momentum mempererat persatuan, baik dalam keluarga, lingkungan, stasi, maupun paroki.
Dalam kehidupan sehari-hari, perbedaan sering kali menjadi sumber perpecahan. Namun melalui semangat Paskah, umat diajak untuk membangun kembali relasi yang retak dan memperkuat persaudaraan.
“Kita semua dipanggil untuk menjadi pembawa damai,” katanya.
Harapan dan Doa
Menutup sambutannya, Ketua Panitia menyampaikan harapan agar kebangkitan Kristus membawa damai, harapan, dan pembaruan hidup bagi seluruh umat.
Ia juga berdoa agar Tuhan senantiasa memberkati setiap karya dan pelayanan yang telah dilakukan.
“Semoga sukacita Paskah ini tidak hanya kita rasakan hari ini, tetapi terus hidup dalam keseharian kita,” tuturnya.
Perayaan Paskah di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang ditutup dengan penuh sukacita.
Seruan iman “Kristus Bangkit! Alleluya!” menggema di seluruh gereja, disambut dengan penuh semangat oleh umat.
Suasana haru, bahagia, dan penuh harapan tampak di wajah setiap umat yang hadir. Paskah tahun ini tidak hanya menjadi perayaan liturgi, tetapi juga menjadi pengalaman iman yang memperbarui semangat hidup.
Perayaan Paskah 2026 di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang menjadi bukti nyata bahwa iman yang hidup mampu menghadirkan perubahan.
Melalui sambutan Ketua Panitia, umat diajak untuk tidak hanya merayakan Paskah secara seremonial, tetapi juga menghidupinya dalam tindakan nyata.
Tema “Semakin Tangguh Dalam Berbelaskasih” menjadi panggilan bagi seluruh umat untuk menjadi terang dan garam dunia.
Dengan semangat kebangkitan Kristus, umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang melangkah maju dengan harapan baru, iman yang diperbarui, dan kasih yang semakin nyata.
Kristus Bangkit! Alleluya!
📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 5 April 2026



0 comments:
Posting Komentar