Ketapang, 26 April 2026.Suasana penuh sukacita dan harapan mewarnai perayaan Hari Minggu Paskah IV Tahun A yang bertepatan dengan Hari Minggu Panggilan Sedunia ke-63 di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, wilayah Keuskupan Ketapang. Perayaan Ekaristi yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB mencapai puncaknya menjelang berkat penutup, tepat pada pukul 08.48 WIB, ketika Pastor Kepala Paroki, RP. Vitalis Nggeal, CP, menyampaikan pesan yang menggugah hati umat.
Dalam momen yang sangat penting tersebut, RP. Vitalis Nggeal, CP berdiri di hadapan umat dengan penuh semangat dan kasih pastoral. Ia menyampaikan refleksi mendalam yang menegaskan kembali tema besar perayaan hari itu: panggilan sebagai anugerah ilahi yang harus disadari, diterima, dan dijawab dengan keberanian.
Mengawali pesannya, beliau menyoroti keindahan perayaan hari itu, terutama kehadiran anak-anak yang mengenakan pakaian imam, biarawan, dan biarawati. Pemandangan ini bukan sekadar simbolis, melainkan sebuah tanda harapan Gereja akan masa depan panggilan. Anak-anak tersebut menjadi gambaran nyata benih-benih panggilan yang mulai tumbuh dalam kehidupan umat.
Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan, RP. Vitalis Nggeal, CP secara langsung memberikan hadiah berupa rosario kepada anak-anak tersebut. Rosario, sebagai simbol doa dan devosi kepada Bunda Maria, diharapkan menjadi sarana yang membantu mereka untuk semakin dekat dengan Tuhan serta menumbuhkan kepekaan terhadap panggilan-Nya.
Dalam pesannya yang penuh semangat, beliau secara khusus mengajak anak-anak, Orang Muda Katolik (OMK), para pemuda, dan pelajar untuk membuka hati terhadap panggilan hidup sebagai imam, biarawan, dan biarawati. Dengan suara yang tegas namun penuh kasih, beliau berkata bahwa Gereja membutuhkan jawaban “Ya” dari generasi muda.
“Gereja harus ada imam,” tegas RP. Vitalis Nggeal, CP di hadapan umat. Pernyataan tersebut bukan sekadar ajakan, melainkan seruan mendalam yang mencerminkan kebutuhan nyata Gereja akan pelayan-pelayan yang siap mengabdikan hidupnya bagi Tuhan dan umat.
Beliau juga menyampaikan harapannya agar setiap keluarga di paroki mengambil bagian dalam karya panggilan ini. Orang tua diajak untuk tidak ragu mempersembahkan anak-anak mereka kepada Tuhan. Dalam perspektif iman, mempersembahkan anak untuk menjadi imam, suster, atau bruder adalah sebuah kehormatan dan berkat yang besar.
Ajakan ini diperluas kepada anak-anak Bina Iman Remaja (BIR) dan para misdinar yang selama ini aktif dalam pelayanan liturgi. Mereka dipandang sebagai ladang subur bagi tumbuhnya panggilan, karena sejak dini sudah dibentuk dalam kehidupan iman dan pelayanan.
Dalam memperkuat pesannya, RP. Vitalis Nggeal, CP mengutip ayat Kitab Suci dari Kitab Amsal 17:22: “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” Ayat ini menjadi dasar refleksi bahwa kondisi batin manusia sangat memengaruhi kehidupan secara keseluruhan.
Beliau menjelaskan bahwa sukacita dalam panggilan adalah kekuatan yang menyembuhkan, baik secara rohani maupun jasmani. Sebaliknya, kehilangan semangat dapat melemahkan seseorang. Oleh karena itu, panggilan harus dijalani dengan hati yang penuh sukacita dan iman.
Dalam bagian yang sangat menyentuh, beliau menegaskan bahwa doa umat memiliki kekuatan yang luar biasa. “Doa dari umat adalah obat yang paling manjur bagi kami para imam, biarawan, dan biarawati,” ungkap RP. Vitalis Nggeal, CP. Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa kehidupan para pelayan Tuhan sangat bergantung pada dukungan doa dari umat.
Di hadapan umat, beliau juga menunjuk bahwa sudah ada di antara mereka yang mulai menanggapi panggilan Tuhan. Hal ini menjadi tanda bahwa karya Allah terus berlangsung di tengah-tengah Gereja, bahkan dalam kehidupan sehari-hari umat yang sederhana.
Mengaitkan pesan panggilan dengan Injil Minggu Gembala Baik, beliau mengingatkan bahwa Yesus adalah Gembala yang mengenal domba-domba-Nya dan rela memberikan nyawa bagi mereka. Cinta kasih Yesus yang total menjadi teladan bagi setiap panggilan hidup, terutama panggilan khusus dalam Gereja.
Yesus juga menyebut diri-Nya sebagai pintu bagi domba-domba. Melalui Dia, setiap orang menemukan keselamatan dan kehidupan yang berlimpah. Dalam terang ini, umat diajak untuk lebih peka mendengarkan suara Tuhan di tengah kesibukan hidup sehari-hari.
Beliau mengajukan pertanyaan reflektif kepada umat: “Seberapa sering kita meluangkan waktu untuk mendengar suara Tuhan?” Pertanyaan ini mengajak setiap pribadi untuk mengevaluasi kehidupan rohaninya, terutama dalam hal relasi dengan Tuhan.
Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, beliau mengajak umat untuk membuka hati melalui doa dan sakramen. Dalam kehidupan Gereja Katolik, doa dan sakramen merupakan sarana utama untuk membangun hubungan yang intim dengan Allah.
Dalam penutup pesannya, RP. Vitalis Nggeal, CP mengajak seluruh umat untuk bersama-sama memanjatkan doa:
“Ya Yesus, Gembala Yang Baik, bantulah kami untuk lebih peka mendengar suara-Mu. Amin.”
Doa sederhana ini menjadi penutup yang indah sekaligus mendalam, mengikat seluruh pesan yang telah disampaikan dalam satu harapan besar: agar umat semakin terbuka terhadap panggilan Tuhan.
Perayaan Hari Minggu Paskah IV ini tidak hanya menjadi perayaan liturgis, tetapi juga momentum penting untuk membangkitkan kesadaran akan panggilan hidup. Kehadiran anak-anak yang mengenakan pakaian religius, pemberian rosario, serta seruan penuh semangat dari RP. Vitalis Nggeal, CP menjadi tanda nyata bahwa Gereja terus berusaha menumbuhkan panggilan di tengah umat.
Umat yang hadir tampak mengikuti seluruh rangkaian perayaan dengan penuh perhatian dan penghayatan. Banyak di antara mereka yang tersentuh oleh pesan yang disampaikan, terutama ajakan untuk berani menjawab panggilan Tuhan.
Dengan semangat Minggu Gembala Baik, umat di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang diajak untuk semakin mengenal Yesus sebagai Gembala Agung yang memanggil setiap orang secara pribadi. Panggilan tersebut bukan hanya untuk segelintir orang, tetapi untuk semua yang bersedia membuka hati.
Akhirnya, perayaan ini menjadi pengingat bahwa masa depan Gereja terletak pada kesediaan umat, terutama generasi muda, untuk berkata “Ya” kepada Tuhan. Dalam kebersamaan iman, doa, dan dukungan komunitas, panggilan-panggilan baru akan terus tumbuh dan berkembang demi kemuliaan Allah dan pelayanan kepada sesama.
📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 26 April 2026

0 comments:
Posting Komentar