RP. Vitalis Nggeal, CP. Mengajak Anak-Anak Aktif dalam Kehidupan Gereja dan Bertumbuh dalam Iman
Ketapang, 31 Mei 2026.Setelah mengikuti Perayaan Ekaristi Hari Raya Tritunggal Mahakudus di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, sebanyak 25 calon penerima Komuni Pertama mengikuti kegiatan pendampingan iman yang berlangsung pada pukul 09.00 WIB. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pastor Kepala Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, RP. Vitalis Nggeal, C.P.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para orang tua calon penerima Komuni Pertama yang dengan penuh perhatian mendampingi putra-putri mereka selama proses pembinaan iman berlangsung. Kehadiran para orang tua menunjukkan dukungan yang besar terhadap persiapan anak-anak dalam menyambut Sakramen Ekaristi Kudus untuk pertama kalinya. Suasana kebersamaan antara Gereja dan keluarga tampak begitu erat sepanjang kegiatan berlangsung.
Kegiatan pendampingan ini merupakan bagian penting dari proses pembinaan iman bagi anak-anak yang sedang mempersiapkan diri menerima Sakramen Ekaristi Kudus pertama kalinya. Suasana penuh semangat dan sukacita tampak selama kegiatan berlangsung. Para peserta mengikuti setiap materi yang disampaikan dengan penuh perhatian didampingi oleh para orang tua serta para pendamping yang selama ini membantu pembinaan calon penerima Komuni Pertama.
Dalam arahannya, RP. Vitalis Nggeal, C.P. menegaskan bahwa Komuni Pertama bukanlah tujuan akhir perjalanan iman seorang anak Katolik. Sebaliknya, Komuni Pertama merupakan langkah awal untuk semakin dekat dengan Yesus Kristus melalui kehidupan sakramental dan keterlibatan aktif dalam kehidupan Gereja.
“Anak-anak yang akan menerima Komuni Pertama hendaknya tidak berhenti hanya pada saat menerima Sakramen Ekaristi. Setelah menerima Komuni Pertama, mereka harus semakin aktif mengambil bagian dalam kehidupan Gereja,” ujar RP. Vitalis Nggeal, C.P.
Beliau mengajak para calon penerima Komuni Pertama untuk terlibat dalam berbagai pelayanan sesuai usia dan kemampuan mereka. Salah satu bentuk pelayanan yang dianjurkan adalah menjadi misdinar atau putra-putri altar yang membantu imam dalam perayaan Ekaristi.
“Gereja membutuhkan generasi muda yang aktif dan mencintai Tuhan. Karena itu saya mengajak anak-anak untuk menjadi misdinar, mengikuti kegiatan Orang Muda Katolik (OMK), aktif dalam lingkungan, serta terlibat dalam berbagai kegiatan Gereja,” lanjut RP. Vitalis Nggeal, C.P.
Menurut beliau, keterlibatan anak-anak dalam kehidupan menggereja akan membantu mereka bertumbuh dalam iman dan semakin mengenal Yesus Kristus. Iman yang hidup tidak hanya dibangun melalui pelajaran agama, tetapi juga melalui pengalaman nyata dalam kehidupan umat beriman.
Komuni Pertama sebagai Momen Sakral
Dalam kesempatan tersebut, RP. Vitalis Nggeal, C.P. menjelaskan makna Komuni Pertama dalam kehidupan Gereja Katolik. Beliau menegaskan bahwa Komuni Pertama merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam perjalanan iman seorang Katolik.
Komuni Pertama adalah saat ketika seorang anak yang telah dibaptis menerima Tubuh dan Darah Kristus untuk pertama kalinya dalam Sakramen Ekaristi. Peristiwa ini menjadi tanda persatuan yang semakin erat dengan Yesus Kristus.
Dalam ajaran Gereja Katolik, Ekaristi merupakan sumber dan puncak seluruh kehidupan Kristiani. Oleh karena itu, persiapan menuju Komuni Pertama harus dilakukan dengan sungguh-sungguh agar anak-anak dapat memahami makna sakramen yang akan mereka terima.
Beliau menjelaskan bahwa umat Katolik percaya hosti yang telah dikonsekrasi bukan lagi sekadar roti biasa, melainkan sungguh merupakan Tubuh Kristus. Dengan menerima Komuni Kudus, umat menerima kehadiran Yesus sendiri dalam hidup mereka.
“Ketika menerima Komuni Kudus, kita menerima Yesus yang hadir secara nyata. Karena itu hati harus dipersiapkan dengan baik melalui doa, pembinaan iman, dan Sakramen Tobat,” jelas RP. Vitalis Nggeal, C.P.
Bagian dari Sakramen Inisiasi
Lebih lanjut, RP. Vitalis Nggeal, C.P. menjelaskan bahwa Komuni Pertama merupakan bagian dari Sakramen Inisiasi Gereja Katolik.
Sakramen Inisiasi terdiri dari tiga sakramen utama yaitu Baptis, Ekaristi, dan Krisma. Ketiga sakramen tersebut menjadi dasar kehidupan iman umat Katolik.
Melalui Sakramen Baptis, seseorang dilahirkan kembali sebagai anak Allah. Melalui Sakramen Ekaristi, seseorang dipersatukan dengan Kristus. Sedangkan melalui Sakramen Krisma, seseorang diteguhkan oleh Roh Kudus untuk menjadi saksi Kristus di tengah dunia.
Karena itu Komuni Pertama menjadi langkah penting menuju kedewasaan rohani seorang anak.
Pentingnya Memahami Sepuluh Perintah Allah
Dalam pendampingan tersebut, para peserta juga diajak untuk memahami dan menghayati Sepuluh Perintah Allah sebagai pedoman hidup orang beriman.
Sepuluh Perintah Allah tersebut adalah:
Aku Allah, Tuhanmu. Jangan menyembah berhala, berbaktilah kepada-Ku dan cintailah Aku lebih dari segala sesuatu.
Jangan menyebut nama Allah, Tuhanmu, dengan tidak hormat.
Kuduskanlah hari Tuhan.
Hormatilah ibu bapamu.
Jangan membunuh.
Jangan berbuat cabul.
Jangan mencuri.
Jangan bersaksi dusta terhadap sesamamu.
Jangan mengingini istri sesamamu.
Jangan mengingini milik sesamamu secara tidak adil.
Menurut RP. Vitalis Nggeal, C.P., Sepuluh Perintah Allah bukan sekadar aturan, melainkan pedoman hidup yang membantu manusia hidup dalam kasih kepada Allah dan sesama.
Beliau mengajak para calon penerima Komuni Pertama untuk mulai menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan masyarakat.
Menghayati Lima Perintah Gereja
Selain Sepuluh Perintah Allah, para peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai Lima Perintah Gereja yang menjadi kewajiban dasar setiap umat Katolik.
Kelima perintah tersebut adalah:
Rayakan hari raya yang disamakan dengan hari Minggu.
Ikutlah Perayaan Ekaristi pada hari Minggu dan hari raya wajib serta jangan melakukan pekerjaan yang dilarang pada hari tersebut.
Berpuasalah dan berpantanglah pada hari yang ditentukan.
Mengaku dosalah sekurang-kurangnya sekali setahun.
Sambutlah Tubuh Tuhan pada Masa Paskah.
RP. Vitalis Nggeal, C.P. menegaskan bahwa ketaatan terhadap perintah Gereja merupakan wujud kasih dan kesetiaan kepada Kristus yang hadir dalam Gereja-Nya.
Gereja Membutuhkan Generasi Muda yang Aktif
Dalam sesi motivasi, Bapak Hendrikus Hendri, S.S., selaku Pendamping Ketua Bidang Liturgi dan Pewartaan Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, turut memberikan penguatan kepada para calon penerima Komuni Pertama.
Beliau mengatakan bahwa Komuni Pertama adalah langkah awal menyambut Tubuh dan Darah Kristus secara penuh dalam kehidupan iman.
“Komuni Pertama adalah langkah awal menyambut Tubuh dan Darah Kristus. Hendaknya para calon aktif dalam kehidupan menggereja. Tidak cukup sampai pada Komuni Pertama saja, lalu baru datang lagi ke gereja saat menerima Sakramen Krisma atau Sakramen Perkawinan,” ujarnya.
Menurut Bapak Hendrikus Hendri, S.S., anak-anak harus terus dibimbing agar aktif dalam kehidupan Gereja.
Beliau mengajak para calon penerima Komuni Pertama untuk menjadi misdinar, mengikuti kegiatan Orang Muda Katolik (OMK), aktif dalam lingkungan, serta mengambil bagian dalam berbagai kegiatan paroki.
“Gereja akan hidup dan bertumbuh apabila umatnya ikut terlibat secara aktif. Karena itu mari kita terus membangun semangat pelayanan sejak usia dini,” katanya.
Peran Orang Tua Sangat Penting
Dalam kesempatan yang sama, para peserta dan orang tua diingatkan mengenai pentingnya peran keluarga dalam pendidikan iman.
RP. Vitalis Nggeal, C.P. menegaskan bahwa keluarga merupakan Gereja kecil yang menjadi tempat pertama seorang anak mengenal Tuhan.
“Peran serta orang tua sangat penting dalam membimbing anak-anak mengikuti berbagai kegiatan Gereja agar iman mereka semakin bertumbuh,” tegas beliau.
Para orang tua yang hadir mengikuti pendampingan bersama anak-anak mereka tampak antusias mendengarkan berbagai arahan dan pembekalan yang diberikan. Kehadiran mereka menjadi wujud nyata kerja sama antara keluarga dan Gereja dalam membentuk kehidupan iman anak-anak. Gereja menyadari bahwa keluarga merupakan sekolah iman pertama dan utama, sehingga keterlibatan orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembinaan calon penerima Komuni Pertama.
Menurutnya, anak-anak membutuhkan teladan nyata dari orang tua dalam kehidupan doa, kehadiran dalam Perayaan Ekaristi, keterlibatan dalam lingkungan, serta berbagai kegiatan Gereja lainnya.
Jika orang tua aktif dan memberikan contoh yang baik, maka anak-anak akan lebih mudah bertumbuh menjadi pribadi yang mencintai Tuhan dan Gereja.
Dukungan Para Pendamping
Kegiatan pendampingan calon penerima Komuni Pertama juga didukung oleh para pendamping yang selama ini setia mendampingi proses pembinaan iman anak-anak.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut:
Ibu Emelia Agnes
Ibu Valentina Erni Johan
Kedua pendamping tersebut bersama para pengurus paroki terus berupaya membantu anak-anak memahami ajaran Gereja serta mempersiapkan diri secara rohani menjelang penerimaan Sakramen Ekaristi.
Melalui pendampingan yang berkesinambungan, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan iman, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki semangat pelayanan.
Menyiapkan Generasi Masa Depan Gereja
Pendampingan Komuni Pertama merupakan salah satu bentuk perhatian Gereja terhadap generasi muda. Gereja menyadari bahwa masa depan Gereja sangat ditentukan oleh kualitas iman generasi penerusnya.
Melalui pembinaan yang baik, anak-anak diajak untuk mengenal Yesus Kristus secara lebih mendalam dan memahami identitas mereka sebagai anggota Gereja Katolik.
Mereka diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki iman kuat, karakter yang baik, serta semangat melayani sesama.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara anak-anak, orang tua, para pendamping, dan pihak paroki dalam membangun komunitas umat yang semakin solid dan bertumbuh dalam kasih Kristus.
Harapan bagi Para Calon Penerima Komuni Pertama
Menjelang berakhirnya kegiatan pendampingan, seluruh peserta diajak untuk terus mempersiapkan diri dengan baik menjelang penerimaan Komuni Pertama.
Mereka diingatkan untuk rajin berdoa, mengikuti Perayaan Ekaristi, mempelajari ajaran Gereja, menghormati orang tua, serta menjaga hubungan baik dengan sesama.
Dengan persiapan yang matang, para calon penerima Komuni Pertama diharapkan sungguh siap menyambut Yesus Kristus dalam Sakramen Ekaristi dan menjadikan-Nya sebagai sahabat serta pedoman hidup mereka.
Kegiatan pendampingan yang berlangsung setelah Misa Hari Raya Tritunggal Mahakudus tersebut berjalan dengan lancar, penuh sukacita, dan sarat makna. Melalui bimbingan RP. Vitalis Nggeal, C.P., dukungan Bapak Hendrikus Hendri, S.S., serta pendampingan Ibu Emelia Agnes dan Ibu Valentina Erni Johan, diharapkan 25 calon penerima Komuni Pertama semakin memahami makna Sakramen Ekaristi dan bertumbuh menjadi generasi Katolik yang aktif, setia, dan siap melayani Gereja.
Semangat iman yang ditanamkan sejak usia dini diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi perjalanan hidup mereka sebagai murid-murid Kristus, sehingga Gereja terus hidup, berkembang, dan menjadi tanda kasih Allah di tengah dunia.
📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 31 Mei 2026




0 comments:
Posting Komentar