PERSIAPAN KOMUNI PERTAMA TAHUN 2026 DI PAROKI SANTO AGUSTINUS PAYA KUMANG MENJADI MOMEN PEMBINAAN IMAN ANAK DAN KELUARGA
Ketapang,29 Mei 2026.Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, kembali melaksanakan rangkaian kegiatan persiapan penerimaan Komuni Pertama Tahun 2026 sebagai bagian dari pembinaan iman anak-anak Katolik yang telah memasuki tahap pertumbuhan rohani dalam Gereja. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting Gereja Katolik di tingkat paroki karena Komuni Pertama merupakan langkah awal seorang anak menerima Tubuh dan Darah Kristus secara penuh dalam Perayaan Ekaristi Kudus.
Pelaksanaan kegiatan ini mendapat perhatian serius dari Dewan Pastoral Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, khususnya Bidang Liturgi dan Pewartaan yang dipimpin oleh Bapak Hendrikus Hendri, S.S., selaku Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Ketapang sekaligus Ketua Bidang Liturgi dan Pewartaan Dewan Pastoral Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang.
Dalam keterangannya kepada umat, Bapak Hendrikus Hendri, S.S. menyampaikan bahwa penerimaan Komuni Pertama bukan hanya sebuah seremoni Gereja, melainkan sebuah perjalanan iman yang membutuhkan persiapan matang, baik dari anak-anak calon penerima Komuni Pertama maupun dari orang tua mereka. Oleh sebab itu, seluruh tahapan persiapan dibuat secara sistematis agar anak-anak benar-benar memahami makna sakramen yang akan mereka terima.
Beliau menegaskan bahwa keluarga memiliki peran utama dalam mendampingi anak-anak selama proses persiapan berlangsung. Gereja menghendaki agar pendidikan iman tidak hanya dilakukan di ruang kelas katekese, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di rumah tangga Kristiani.
“Komuni Pertama bukan hanya tentang menerima hosti kudus untuk pertama kalinya, tetapi tentang bagaimana anak-anak mulai hidup lebih dekat dengan Yesus Kristus melalui Ekaristi Kudus. Orang tua harus menjadi teladan iman bagi anak-anak mereka,” ujar Bapak Hendrikus Hendri, S.S.N
Pembekalan Menjadi Langkah Awal Persiapan Rohani
Sebagai bagian dari persiapan menuju penerimaan Komuni Pertama, Paroki Santo Agustinus Paya Kumang terlebih dahulu mengadakan kegiatan pembekalan bagi orang tua dan calon penerima Komuni Pertama. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu, 31 Mei 2026, pukul 08.30 WIB setelah Perayaan Ekaristi Minggu di Gereja Paroki.
Pembekalan tersebut wajib diikuti oleh seluruh calon penerima Komuni Pertama bersama orang tua mereka. Pastor Paroki akan memberikan pengarahan mengenai makna Komuni Pertama, tanggung jawab orang tua dalam pendidikan iman anak, serta berbagai tata tertib yang harus dipahami selama rangkaian persiapan berlangsung.
Menurut Bapak Hendrikus Hendri, S.S., pembekalan ini sangat penting karena banyak anak belum sepenuhnya memahami arti Ekaristi Kudus. Oleh karena itu, keterlibatan keluarga menjadi faktor utama keberhasilan pembinaan iman.
Dalam pembekalan tersebut, orang tua juga akan diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun suasana doa dalam keluarga, membiasakan anak mengikuti Perayaan Ekaristi, dan membimbing anak untuk hidup sesuai ajaran Gereja Katolik.
Kegiatan pembekalan diharapkan menjadi kesempatan bagi orang tua untuk memperbarui semangat hidup menggereja dan semakin aktif mendampingi perkembangan rohani anak-anak mereka.
Sakramen Tobat Sebagai Persiapan Hati
Tahapan berikutnya dalam rangkaian persiapan Komuni Pertama adalah penerimaan Sakramen Tobat yang akan dilaksanakan pada hari Rabu, 3 Juni 2026, pukul 15.30 WIB di Gereja Paroki.
Seluruh calon penerima Komuni Pertama diwajibkan menerima Sakramen Tobat sebelum menerima Komuni Kudus. Hal ini sesuai dengan ajaran Gereja Katolik bahwa setiap umat hendaknya berada dalam keadaan rahmat sebelum menyambut Tubuh Kristus.
Dalam pengumuman yang disampaikan Bidang Pewartaan Paroki, para calon diminta mempersiapkan diri dengan baik, termasuk menghafalkan doa tobat dan doa-doa pokok lainnya yang telah dipelajari selama masa persiapan.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. menjelaskan bahwa Sakramen Tobat menjadi kesempatan penting bagi anak-anak untuk belajar memeriksa batin, mengakui kesalahan, dan mengalami kasih pengampunan Allah.
“Melalui Sakramen Tobat, anak-anak diajak memahami bahwa Tuhan selalu membuka pintu pengampunan bagi siapa saja yang datang dengan hati yang tulus,” katanya.
Beliau menambahkan bahwa pengalaman menerima Sakramen Tobat pertama kali sering menjadi pengalaman rohani yang membekas dalam kehidupan anak-anak. Oleh sebab itu, para pembina dan orang tua diminta membantu anak-anak agar tidak merasa takut, melainkan memandang pengakuan dosa sebagai bentuk kasih Allah.
Gladi Bersih Untuk Mempersiapkan Liturgi yang Khidmat
Paroki Santo Agustinus Paya Kumang juga menjadwalkan kegiatan gladi bersih yang wajib diikuti oleh seluruh calon penerima Komuni Pertama bersama orang tua mereka. Gladi bersih akan dilaksanakan pada hari Kamis, 4 Juni 2026, pukul 16.00 WIB di Gereja Paroki.
Gladi bersih dilakukan untuk membantu anak-anak memahami tata cara liturgi selama Perayaan Ekaristi penerimaan Komuni Pertama. Anak-anak akan dibimbing mengenai tata gerak liturgi, sikap hormat di dalam gereja, tata cara menerima hosti kudus, serta berbagai aturan selama misa berlangsung.
Selain itu, para orang tua juga akan diberikan arahan mengenai posisi pendampingan selama misa agar seluruh perayaan dapat berlangsung tertib dan khidmat.
Menurut panitia pelaksana, gladi bersih sangat diperlukan untuk mengurangi rasa gugup anak-anak saat mengikuti perayaan sakral tersebut. Dengan latihan yang cukup, anak-anak diharapkan lebih percaya diri dan dapat mengikuti seluruh rangkaian misa dengan baik.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. menegaskan bahwa liturgi Gereja memiliki makna yang sangat mendalam sehingga perlu dipersiapkan secara serius.
“Liturgi bukan sekadar acara seremonial, tetapi perjumpaan umat dengan Allah. Karena itu, seluruh tata perayaan harus dijalankan dengan penuh penghormatan,” ujarnya.
Puncak Acara Penerimaan Komuni Pertama
Setelah seluruh tahapan persiapan dilaksanakan, para calon akan menerima Komuni Pertama pada hari Minggu, 7 Juni 2026, pukul 07.00 WIB di Gereja Paroki Santo Agustinus Paya Kumang.
Perayaan ini akan menjadi momen istimewa bagi anak-anak yang selama ini telah mengikuti pembelajaran iman dan pembinaan rohani. Dalam perayaan tersebut, mereka untuk pertama kalinya akan menerima Tubuh Kristus dalam Ekaristi Kudus.
Pihak paroki meminta agar seluruh calon mempersiapkan pakaian putih dan lilin sebagai simbol kesucian dan terang Kristus dalam hidup mereka.
Suasana haru dan sukacita diperkirakan akan menyelimuti seluruh umat yang hadir, terutama para orang tua yang menyaksikan anak-anak mereka memasuki tahap baru dalam kehidupan iman Katolik.
Banyak umat menilai bahwa penerimaan Komuni Pertama bukan hanya perayaan anak-anak, tetapi juga momentum pembaruan iman seluruh keluarga.
Pentingnya Keterlibatan Orang Tua
Dalam berbagai kesempatan, Bapak Hendrikus Hendri, S.S. terus menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan iman anak-anak.
Menurut beliau, Gereja tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan keluarga. Orang tua adalah guru iman pertama bagi anak-anak mereka.
Karena itu, orang tua diharapkan tidak hanya mengantar anak mengikuti pelajaran katekese, tetapi juga aktif membimbing mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Beliau mengingatkan bahwa anak-anak belajar iman terutama melalui contoh nyata yang mereka lihat dalam keluarga, seperti kebiasaan berdoa bersama, mengikuti misa, membaca Kitab Suci, serta hidup saling mengasihi.
“Anak-anak akan lebih mudah memahami ajaran Gereja apabila mereka melihat orang tua menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Syarat Penting Menerima Komuni Pertama
Bidang Pewartaan Paroki Santo Agustinus Paya Kumang juga menegaskan beberapa syarat penting yang wajib dipenuhi agar seorang anak dapat menerima Komuni Pertama.
Pertama, calon harus aktif mengikuti pelajaran persiapan yang diadakan setiap hari Kamis pukul 16.00 hingga 17.00 WIB dan memahami seluruh materi pembelajaran.
Kedua, calon harus mampu menghafal Pengakuan Iman dan doa-doa pokok Gereja Katolik.
Ketiga, calon harus aktif hidup menggereja dengan rajin mengikuti misa serta kegiatan lingkungan dan paroki.
Keempat, calon wajib menerima Sakramen Tobat sebelum penerimaan Komuni Pertama.
Persyaratan tersebut dibuat bukan untuk mempersulit anak-anak, tetapi sebagai bentuk pembinaan agar mereka sungguh-sungguh memahami makna Ekaristi Kudus.
Komuni Pertama Sebagai Awal Pertumbuhan Iman
Komuni Pertama dipandang sebagai awal perjalanan panjang kehidupan rohani seorang anak dalam Gereja Katolik. Setelah menerima Komuni Pertama, anak-anak diharapkan semakin rajin mengikuti Perayaan Ekaristi dan bertumbuh dalam kehidupan doa.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. berharap agar seluruh calon penerima Komuni Pertama dapat terus memelihara semangat iman mereka hingga dewasa nanti.
Beliau juga mengajak seluruh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang untuk mendukung anak-anak melalui doa dan teladan hidup Kristiani.
“Anak-anak adalah masa depan Gereja. Mereka perlu didampingi agar bertumbuh menjadi pribadi yang mencintai Tuhan dan sesama,” ujarnya.
Dukungan Umat dan Lingkungan
Persiapan Komuni Pertama tahun ini juga mendapat dukungan besar dari berbagai lingkungan umat di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang. Banyak umat membantu dalam berbagai bentuk pelayanan, mulai dari persiapan liturgi, kebersihan gereja, hingga pendampingan anak-anak.
Keterlibatan umat menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang masih sangat kuat di tengah kehidupan menggereja.
Para pengurus lingkungan berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi acara tahunan, tetapi benar-benar membawa pembaruan iman bagi seluruh umat paroki.
Harapan Bagi Generasi Muda Gereja
Melalui kegiatan Komuni Pertama Tahun 2026 ini, Gereja berharap lahir generasi muda Katolik yang semakin mencintai Ekaristi Kudus dan aktif dalam kehidupan menggereja.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. menegaskan bahwa pembinaan iman anak-anak harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh berbagai tantangan zaman modern.
Menurut beliau, Gereja harus hadir mendampingi anak-anak dan kaum muda agar tetap memiliki pegangan iman yang kuat di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang begitu cepat.
Beliau juga mengajak seluruh umat untuk bersama-sama menjaga kehidupan rohani keluarga sebagai dasar pembentukan karakter anak.
“Kalau keluarga kuat dalam iman, maka Gereja juga akan kuat,” ungkapnya.
Penutup
Agenda Komuni Pertama Tahun 2026 di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, menjadi momentum penting dalam perjalanan iman anak-anak Katolik dan keluarga mereka. Melalui rangkaian pembekalan, Sakramen Tobat, gladi bersih, hingga penerimaan Komuni Pertama, Gereja berupaya mempersiapkan generasi muda agar semakin mengenal dan mencintai Yesus Kristus dalam Ekaristi Kudus.
Dengan dukungan pastor paroki, Dewan Pastoral Paroki, para katekis, orang tua, dan seluruh umat, kegiatan ini diharapkan dapat berjalan lancar serta membawa berkat bagi perkembangan iman anak-anak dan kehidupan Gereja di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang.
📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 29 Mei 2026
.png)

0 comments:
Posting Komentar