Dalam Pengharapan Kebangkitan Kristus: Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Berduka atas Berpulangnya Bapak Aloysius Sunrima



Ketapang, 5 Juni 2026.Dengan penuh rasa duka namun tetap berpegang teguh pada pengharapan akan kebangkitan yang dijanjikan Kristus, keluarga besar Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya Bapak Aloysius Sunrima pada hari Kamis, 4 Juni 2026, dalam usia 78 tahun.

Almarhum merupakan ayahanda tercinta dari Ibu Elisabet Susana, Sekretaris I Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Agustinus Paya Kumang, serta ayahanda dari Ibu Margareta Diana, dan mertua dari Bapak Viktorius Ferdinan.Bendahara III Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Agustinus Paya Kumang.Kepergian, beliau meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, sanak saudara, sahabat, serta seluruh umat yang mengenal dan mengasihinya.

Di tengah kesedihan yang menyelimuti, Gereja Katolik mengajak umat beriman untuk memandang kematian bukan semata-mata sebagai akhir kehidupan duniawi, melainkan sebagai awal perjalanan menuju kehidupan kekal bersama Allah. Dalam terang iman akan Kristus yang wafat dan bangkit, setiap orang yang meninggal dalam Tuhan dipanggil untuk memasuki rumah Bapa yang abadi.

Kehilangan yang Dirasakan Seluruh Umat

Berita meninggalnya Bapak Aloysius Sunrima membawa kesedihan yang mendalam bagi keluarga besar Paroki Santo Agustinus Paya Kumang. Banyak umat mengenang beliau sebagai pribadi yang sederhana, ramah, penuh perhatian, dan memiliki semangat hidup yang menjadi teladan bagi generasi muda maupun sesama umat.

Sebagai seorang ayah, kakek, anggota keluarga, dan bagian dari komunitas umat beriman, almarhum telah menjalani perjalanan hidup yang panjang dengan berbagai pengalaman suka dan duka. Dalam usia 78 tahun, beliau telah melewati banyak musim kehidupan dan menjadi saksi perkembangan keluarga serta Gereja di lingkungannya.

Kepergian seseorang yang dicintai selalu meninggalkan ruang kosong dalam hati keluarga. Namun ruang kosong itu juga dipenuhi oleh kenangan indah, kasih sayang, serta berbagai kebaikan yang pernah ditaburkan selama hidup.

Keluarga yang ditinggalkan kini mengenang setiap nasihat, perhatian, kerja keras, pengorbanan, serta cinta yang telah diberikan oleh almarhum selama hidupnya. Semua itu menjadi warisan yang jauh lebih berharga daripada harta benda apa pun.

Ucapan Duka dari Pastor Kepala Ex Officio

Atas nama Gereja dan seluruh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Pastor Kepala Ex Officio menyampaikan belasungkawa yang mendalam.

RP. Vitalis Nggeal, C.P., Pastor Kepala Ex Officio Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, menyampaikan:

“Saya sangat merasakan kehilangan atas berpulangnya Bapak Aloysius Sunrima. Kepergian beliau tentu meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi keluarga dan semua yang mengenalnya. Namun iman kita mengajarkan bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan gerbang menuju kehidupan abadi. Terima kasih atas segala kebaikan dan pelayanan yang telah beliau berikan selama hidupnya. Mari kita serahkan beliau ke dalam pelukan kerahiman Ilahi. Semoga Tuhan yang penuh kasih menerima beliau dalam kedamaian abadi dan memberikan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan.”

Pesan tersebut menjadi penguatan bagi seluruh keluarga yang sedang berduka. Gereja hadir bukan hanya dalam sukacita, tetapi juga dalam penderitaan dan kehilangan yang dialami umatnya.

Dukungan dan Solidaritas Dewan Pastoral Paroki

Turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam adalah Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Agustinus Paya Kumang.

Ketua I Dewan Pastoral Paroki, Bapak Jeno Leo, menyampaikan bahwa seluruh pengurus DPP turut merasakan kesedihan keluarga.

Menurut beliau, kehilangan seorang ayah merupakan pengalaman yang tidak mudah dijalani. Namun dalam iman Kristiani, keluarga diajak untuk tetap percaya bahwa kasih Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya.

Sementara itu, Ketua II Dewan Pastoral Paroki, Bapak Andreas Didik Eko Purwantoro, mengungkapkan bahwa seluruh anggota DPP bersatu dalam doa bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.

“Kami mengajak seluruh umat untuk bersama-sama mendoakan almarhum Bapak Aloysius Sunrima. Semoga beliau memperoleh tempat yang layak di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, ketabahan, serta penghiburan dari Roh Kudus,” ungkapnya.

Seluruh anggota DPP juga menyampaikan dukungan moral dan spiritual kepada keluarga besar almarhum, khususnya kepada Ibu Elisabet Susana yang selama ini melayani Gereja sebagai Sekretaris I Dewan Pastoral Paroki.

Kematian dalam Pandangan Iman Katolik

Dalam ajaran Gereja Katolik, kematian bukanlah akhir dari segalanya. Kematian adalah peralihan dari kehidupan dunia menuju kehidupan kekal.

Yesus Kristus sendiri telah memberikan pengharapan kepada umat manusia melalui wafat dan kebangkitan-Nya. Dalam Injil Yohanes 11:25, Yesus berkata:

“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.”

Sabda Tuhan ini menjadi sumber penghiburan bagi keluarga yang sedang berduka. Meskipun tubuh manusia kembali menjadi debu, jiwa tetap hidup dan dipanggil untuk menghadap Allah.

Oleh karena itu, Gereja senantiasa mendoakan mereka yang telah meninggal agar memperoleh pengampunan dosa dan beristirahat dalam damai bersama para kudus di surga.

Mengenang Keteladanan Almarhum

Setiap kehidupan memiliki cerita dan makna tersendiri. Demikian pula kehidupan Bapak Aloysius Sunrima yang selama 78 tahun telah menjalani panggilan hidupnya sebagai seorang anak, suami, ayah, anggota keluarga, dan bagian dari masyarakat.

Mereka yang mengenal beliau mengenang sosok yang sederhana dan penuh perhatian. Dalam berbagai kesempatan, beliau menunjukkan sikap yang mengutamakan kebersamaan dan persaudaraan.

Nilai-nilai kehidupan yang diwariskan almarhum akan tetap hidup dalam diri anak-anak, cucu-cucu, serta keluarga besar yang ditinggalkan. Kasih, kerja keras, tanggung jawab, dan semangat pengabdian menjadi warisan rohani yang tidak akan pernah hilang.

Gereja mengajarkan bahwa kebaikan yang dilakukan seseorang selama hidup tidak akan sia-sia. Semua perbuatan baik menjadi persembahan yang berharga di hadapan Allah.

Penghiburan bagi Keluarga yang Berduka

Saat kehilangan orang yang dicintai, kesedihan merupakan hal yang wajar. Bahkan Yesus sendiri menangis ketika sahabat-Nya Lazarus meninggal dunia.

Karena itu, Gereja memahami air mata dan kesedihan keluarga sebagai ungkapan kasih yang mendalam kepada orang yang telah berpulang.

Kepada Ibu Elisabet Susana, Ibu Margareta Diana, Bapak Viktorius Ferdinan, serta seluruh keluarga besar almarhum, umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang menyampaikan doa dan dukungan.

Semoga Tuhan memberikan kekuatan untuk menjalani masa-masa berduka ini. Semoga setiap kenangan indah bersama almarhum menjadi sumber penghiburan dan harapan.

Dalam doa Gereja, keluarga yang berduka tidak pernah berjalan sendirian. Seluruh umat beriman dipanggil untuk saling menopang dan menguatkan.

Persatuan Doa Umat

Kehadiran umat dalam doa merupakan wujud nyata persaudaraan Kristiani. Ketika seorang anggota keluarga Gereja mengalami dukacita, seluruh umat diajak untuk turut merasakan dan mendoakan.

Doa-doa yang dipanjatkan bagi almarhum menjadi ungkapan kasih yang melampaui batas kematian. Gereja percaya bahwa doa umat beriman memiliki nilai rohani yang besar bagi jiwa-jiwa yang telah berpulang.

Karena itu, umat diajak untuk mempersembahkan Rosario, Misa Kudus, doa pribadi, serta berbagai bentuk devosi lainnya bagi almarhum Bapak Aloysius Sunrima.

Harapan Akan Kehidupan Kekal

Di tengah duka, Gereja tidak kehilangan harapan. Harapan itu berakar pada Kristus yang telah bangkit dari kematian.

Kebangkitan Kristus menjadi jaminan bahwa kematian bukanlah kata terakhir. Bagi mereka yang hidup dalam iman kepada Tuhan, tersedia kehidupan yang baru dan kekal.

Oleh sebab itu, walaupun hati keluarga dipenuhi kesedihan, iman mengajak untuk tetap percaya bahwa almarhum kini berada dalam perjalanan menuju rumah Bapa.

Semoga Tuhan menerima segala kebaikan yang telah dilakukan almarhum selama hidupnya dan menganugerahkan kedamaian kekal kepadanya.

Ucapan Belasungkawa Resmi

Keluarga besar Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, bersama:

RP. Vitalis Nggeal, C.P. (Pastor Kepala Ex Officio)

Bapak Jeno Leo (Ketua I Dewan Pastoral Paroki)

Bapak Andreas Didik Eko Purwantoro (Ketua II Dewan Pastoral Paroki)

Seluruh Pengurus Dewan Pastoral Paroki

Seluruh Umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

menyampaikan:

Turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak Aloysius Sunrima pada usia 78 tahun. Beliau adalah ayahanda tercinta dari Ibu Elisabet Susana, Sekretaris I Dewan Pastoral Paroki (DPP), ayahanda dari Ibu Margareta Diana, serta mertua dari Bapak Viktorius Ferdinan. Semoga almarhum beristirahat dalam damai bersama Bapa di Surga dan para Kudus. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, penghiburan, serta damai sejahtera dari Tuhan Yesus Kristus.

Penutup

Kehidupan manusia di dunia hanyalah peziarahan sementara. Setiap orang pada waktunya akan dipanggil kembali oleh Sang Pencipta. Namun kasih yang telah diberikan selama hidup akan tetap tinggal dalam hati mereka yang pernah disentuhnya.

Bapak Aloysius Sunrima telah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia. Kini Gereja menyerahkan beliau ke dalam kerahiman Allah yang tak terbatas.

Selamat jalan, Bapak Aloysius Sunrima. Terima kasih atas segala kasih, keteladanan, dan kebaikan yang telah ditinggalkan. Semoga Tuhan Yesus Kristus menerima Bapak dalam kebahagiaan kekal bersama para malaikat dan orang kudus di Surga.

Requiescat in Pace. Amin. ✝️

📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal: 5 Juni 2026

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar