Ketapang, 26 Juli 2026.Tiga anak menerima Sakramen Baptis di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, seusai Perayaan Ekaristi Hari Minggu Biasa XVII yang bertepatan dengan Hari Orang Tua, Kakek, dan Nenek Sedunia, Minggu (26/7/2026). Ibadat Sakramen Baptis dipimpin oleh R.P. Vitalis Nggeal, C.P. dengan R.P. Paul Cherukoduth, C.P. sebagai imam konselebran sekaligus pelayan pembaptis. Kehadiran imam asal India yang kini bertugas di Roma menjadi sukacita tersendiri bagi umat paroki.
Ibadat dimulai sekitar pukul 08.40 WIB setelah Perayaan Ekaristi selesai. Suasana penuh syukur menyelimuti gereja ketika keluarga, wali baptis, dan umat menyaksikan tiga anak secara resmi diterima menjadi anggota Gereja Katolik melalui Sakramen Baptis. Perayaan menggunakan warna liturgi hijau sesuai kalender liturgi Hari Minggu Biasa XVII.
Ketiga anak yang menerima Sakramen Baptis adalah:
Agustinus Gracio Ivander Augustin (Laki-laki).
Alponsus Agafitus Anwar (Laki-laki).
Valencia Siska Andriyani (Perempuan).
Dalam ibadat tersebut, Ibu Anastasia Ratna bertugas sebagai lektor, sedangkan Ibu Idha Srilestari membawakan doa umat. Seluruh rangkaian berlangsung dengan khidmat dan diikuti penuh sukacita oleh keluarga serta umat yang hadir.
Kehadiran R.P. Paul Cherukoduth, C.P. menjadi perhatian khusus umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang. Imam Kongregasi Pasionis asal India itu berasal dari Vice Province of St. Thomas the Apostle (THOM). Ia lahir pada 26 Juni 1965, mengikrarkan kaul religius pada 18 Mei 1986, dan ditahbiskan sebagai imam pada 24 April 1993.
Dalam Kapitel Jenderal Kongregasi Pasionis ke-48 yang berlangsung pada Oktober 2024, R.P. Paul Cherukoduth, C.P. dipercaya sebagai Konsultor Jenderal (General Consultor) yang mewakili wilayah Asia Pasifik (PASPAC). Kepercayaan tersebut mencerminkan pengalaman panjangnya dalam pelayanan dan kehidupan religius.
Saat ini beliau berkarya di Italia sebagai Konsultor Jenderal pada Kuria Jenderal Kongregasi Pasionis (The Congregation of the Passion of Jesus Christ) yang berkedudukan di Roma. Bersama Superior Jenderal dan para Konsultor Jenderal lainnya, beliau mendampingi kepemimpinan Kongregasi Pasionis di tingkat internasional, terutama dalam bidang pembinaan, pelayanan pastoral, karya misi, dan pengembangan kehidupan religius di berbagai negara.
Kehadiran beliau di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang menjadi kesempatan istimewa bagi umat untuk berjumpa dengan salah seorang pemimpin Kongregasi Pasionis yang melayani Gereja di tingkat dunia. Kesempatan tersebut sekaligus memperlihatkan eratnya persaudaraan dalam Kongregasi Pasionis yang melayani di berbagai belahan dunia.
Dalam homilinya, R.P. Vitalis Nggeal, C.P. mengajak seluruh umat memahami kembali makna Sakramen Baptis sebagai pintu masuk kehidupan Kristiani. Beliau mengawali permenungan dengan mengingatkan bahwa setiap manusia adalah pendosa yang membutuhkan keselamatan dari Allah.
"Kita semua sepakat bahwa kita adalah manusia berdosa," ungkapnya mengawali homili.
Beliau menjelaskan bahwa manusia tidak dapat hidup bersama Yesus tanpa mengalami kelahiran baru melalui Sakramen Baptis. Baptisan bukan sekadar tradisi keluarga atau upacara keagamaan, melainkan karya rahmat Allah yang memperbarui kehidupan seseorang.
Menurut beliau, melalui Sakramen Baptis seseorang dilahirkan kembali sebagai anak Allah dan menjadi anggota Gereja. Rahmat tersebut menjadi dasar perjalanan iman yang harus terus dipelihara sepanjang hidup.
Lebih lanjut, R.P. Vitalis Nggeal, C.P. mengingatkan bahwa setiap orang yang telah dibaptis dipanggil untuk siap diutus melayani. Bentuk pelayanan dapat diwujudkan dalam berbagai cara sesuai panggilan masing-masing, seperti menjadi misdinar, petugas liturgi, pengurus lingkungan, maupun pelayanan lainnya di tengah Gereja.
Beliau menegaskan bahwa rahmat baptisan tidak boleh dibiarkan padam. Rahmat itu harus terus dihidupkan melalui doa, ibadat lingkungan, keterlibatan dalam kehidupan menggereja, serta kesediaan melayani sesama.
"Rahmat baptisan jangan sampai mati. Rahmat itu harus terus dihidupkan dalam lingkungan melalui ibadat dan doa bersama," pesannya.
Beliau juga mengingatkan bahwa ketika seseorang dibaptis, Allah sendiri menyentuh hidupnya dengan rahmat. Sentuhan kasih Tuhan itu diharapkan membawa perubahan sehingga kehidupan orang yang dibaptis menjadi berkat bagi keluarga, Gereja, dan masyarakat.
Secara khusus, R.P. Vitalis Nggeal, C.P. memberikan pesan kepada para orang tua yang membawa anak-anak mereka menerima Sakramen Baptis. Menurutnya, tanggung jawab orang tua tidak berhenti setelah upacara selesai. Mereka memiliki kewajiban mendidik anak-anak dalam iman Katolik melalui teladan hidup, doa bersama, serta keterlibatan aktif dalam kehidupan Gereja.
Beliau berharap keluarga menjadi sekolah iman pertama bagi anak-anak sehingga benih rahmat baptisan dapat bertumbuh sejak usia dini. Dengan pendampingan orang tua, anak-anak diharapkan mengenal Yesus Kristus dan menghayati ajaran Gereja hingga dewasa.
Homili tersebut juga mengingatkan bahwa Sakramen Baptis mempunyai makna yang sangat mendasar dalam kehidupan umat Katolik. Baptisan menghapus dosa asal serta membuka jalan menuju kehidupan baru dalam Kristus.
Melalui sakramen ini, seseorang diangkat menjadi anak Allah sekaligus anggota Tubuh Kristus, yaitu Gereja. Roh Kudus dicurahkan sehingga setiap orang memperoleh kehidupan baru yang memampukannya bertumbuh dalam iman.
Sakramen Baptis juga menjadi dasar bagi penerimaan sakramen-sakramen lainnya. Seseorang tidak dapat menerima Sakramen Ekaristi, Krisma, maupun Sakramen Tobat apabila belum dibaptis. Karena itu, baptisan disebut sebagai pintu masuk seluruh kehidupan sakramental Gereja.
Dalam ajaran Gereja Katolik, Baptisan bersama Krisma dan Ekaristi merupakan tiga Sakramen Inisiasi Kristen. Ketiganya membentuk dasar kehidupan iman sehingga seseorang bertumbuh sebagai anggota Gereja yang dewasa dalam Kristus.
Suasana haru tampak ketika orang tua dan wali baptis mendampingi anak-anak mereka selama seluruh rangkaian ibadat. Dengan penuh perhatian mereka mengikuti doa-doa, pembaruan janji baptis, serta penerimaan air baptis sebagai tanda kelahiran baru dalam Kristus.
Bagi keluarga, hari itu menjadi momentum yang tidak terlupakan karena menandai awal perjalanan iman anak-anak mereka. Sukacita tersebut juga dirasakan oleh seluruh umat yang hadir dan turut mendoakan agar ketiga anak bertumbuh menjadi pribadi yang mencintai Tuhan serta setia kepada Gereja.
Peringatan Hari Orang Tua, Kakek, dan Nenek Sedunia semakin memperdalam makna perayaan tersebut. Orang tua dan para lanjut usia diingatkan kembali akan peran penting mereka sebagai pendidik iman pertama dalam keluarga. Mereka tidak hanya memenuhi kebutuhan jasmani anak-anak, tetapi juga bertanggung jawab membimbing mereka mengenal Kristus.
Melalui teladan hidup, doa, kasih, dan kesetiaan, orang tua menjadi pewarta Injil yang pertama bagi anak-anaknya. Perjalanan iman yang dimulai melalui Sakramen Baptis membutuhkan dukungan keluarga agar rahmat Allah terus berkembang dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran R.P. Paul Cherukoduth, C.P. bersama R.P. Vitalis Nggeal, C.P. juga menjadi lambang persaudaraan dalam Kongregasi Pasionis yang terus melayani Gereja di berbagai negara. Meskipun memiliki tanggung jawab internasional, beliau tetap meluangkan waktu hadir bersama umat di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang.
Melalui Ibadat Sakramen Baptis ini, Gereja kembali menegaskan pentingnya membangun kehidupan iman sejak dini. Ketiga anak yang menerima baptisan diharapkan bertumbuh menjadi pribadi yang mengasihi Tuhan, setia kepada Gereja, serta mampu menghadirkan kasih Kristus dalam keluarga dan masyarakat.
Perayaan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap umat yang telah dibaptis dipanggil untuk menghidupkan rahmat Allah melalui doa, pelayanan, dan kesaksian hidup. Dengan demikian, Sakramen Baptis tidak berhenti sebagai peristiwa liturgi, melainkan menjadi awal perjalanan panjang untuk hidup sebagai murid Kristus yang setia dan menjadi saksi Injil di tengah dunia.
📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 26 Juli 2026
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
0 comments:
Posting Komentar