Ketapang, 19 Juli 2026.Umat Katolik Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, mengikuti Perayaan Ekaristi Hari Minggu Biasa XVI Tahun A dengan penuh kekhusyukan pada Minggu (19/7/2026). Perayaan yang menggunakan warna liturgi hijau sebagai lambang harapan dan pertumbuhan iman ini dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai, dipimpin oleh RP. Dominikus Maxi Bulu, CSsR, yang juga menyampaikan homili mengenai makna perumpamaan lalang di antara gandum sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 13:24–30.
Suasana gereja sejak pagi telah dipenuhi umat dari berbagai lingkungan yang datang untuk mengambil bagian dalam Perayaan Ekaristi. Dengan penuh hormat mereka mempersiapkan hati untuk mendengarkan Sabda Allah serta merayakan misteri iman yang menjadi sumber kekuatan hidup Kristiani.
Petugas liturgi yang melayani pada perayaan tersebut menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Saudara Fransisco Ronal bertugas sebagai lektor yang membacakan Sabda Allah, sedangkan mazmur dinyanyikan oleh Saudara Patriksius Milando. Lagu-lagu liturgi dipersembahkan dengan indah oleh Koor Lingkaran Santo Rafael di bawah arahan Saudari Seva sebagai dirigen, dengan iringan musik dari Ibu Martha Koleta Popyzesika selaku organis. Keharmonisan pelayanan liturgi tersebut membantu umat memasuki suasana doa dan permenungan yang mendalam.
Dalam bacaan Injil Matius 13:24–30, Yesus menyampaikan perumpamaan mengenai seorang tuan yang menaburkan benih gandum yang baik di ladangnya. Pada malam hari, ketika semua orang tidur, datanglah musuh yang menaburkan lalang di antara gandum. Ketika kedua tanaman itu tumbuh, para hamba bertanya apakah lalang itu harus segera dicabut. Namun sang tuan menjawab agar keduanya dibiarkan tumbuh bersama sampai musim panen, supaya gandum tidak ikut tercabut. Pada saat panenlah lalang akan dipisahkan untuk dibakar, sedangkan gandum dikumpulkan ke dalam lumbung.
![]() |
Mengawali homilinya, RP. Dominikus Maxi Bulu, CSsR mengajak umat membayangkan sebuah kisah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Ia menceritakan tentang seorang anak yang bertanya kepada ayahnya mengapa bunga yang ditanam selalu ditumbuhi rumput liar dan mengapa rumput tumbuh jauh lebih cepat daripada bunga. Sang ayah menjelaskan bahwa rumput memang mudah tumbuh dan cepat menyesuaikan diri, sedangkan bunga memerlukan waktu, kesabaran, serta perhatian agar dapat berkembang dengan baik.
Melalui ilustrasi tersebut, Romo Dominikus menghubungkannya dengan pesan Injil hari itu. Menurutnya, kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari kenyataan bahwa kebaikan dan kejahatan sering kali hadir secara bersamaan. Gandum melambangkan orang-orang yang hidup dalam kebaikan, sedangkan lalang merupakan gambaran segala bentuk kejahatan, dosa, dan pengaruh buruk yang menghambat pertumbuhan iman manusia.
"Lalang adalah gulma yang mengganggu tanaman yang baik. Namun dalam Injil hari ini, pemilik ladang tidak langsung mencabutnya. Ia memilih menunggu sampai waktu panen. Ini menunjukkan bahwa Allah memiliki kesabaran yang luar biasa terhadap manusia," ungkap RP. Dominikus Maxi Bulu, CSsR dalam homilinya.
Beliau menegaskan bahwa sikap sang pemilik ladang mungkin tampak aneh menurut ukuran manusia. Kebanyakan orang ingin segera memisahkan yang baik dari yang jahat. Akan tetapi, Allah memiliki cara pandang yang berbeda. Kesabaran-Nya merupakan kesempatan yang diberikan kepada manusia untuk berubah, bertobat, dan kembali kepada jalan yang benar.
Dalam kehidupan sehari-hari, lanjut beliau, umat sering menghadapi kenyataan yang tidak selalu adil. Ada kalanya orang yang berbuat baik justru mengalami penderitaan, difitnah, bahkan dihukum. Sebaliknya, orang yang melakukan kejahatan terkadang tampak berhasil dan menikmati hidupnya. Situasi seperti inilah yang sering mengguncang iman seseorang.
"Kita hidup dalam dunia yang tidak sempurna. Kadang orang baik justru mengalami kesulitan, sementara orang yang tidak baik tampak berhasil. Pertanyaannya bukan mengapa itu terjadi, tetapi apakah kita tetap mampu mempertahankan prinsip-prinsip kebaikan yang diajarkan Yesus?" tutur beliau di hadapan umat.
Romo Dominikus mengajak seluruh umat untuk merenungkan pertanyaan mendasar dalam hidup beriman: Apakah kita memilih menjadi benih yang baik atau justru menjadi lalang? Menurutnya, setiap orang memiliki kebebasan untuk menentukan arah hidupnya melalui pilihan-pilihan yang dibuat setiap hari.
Ia menegaskan bahwa menjadi "benih yang baik" berarti tetap setia pada nilai-nilai Injil, meskipun menghadapi tekanan, godaan, atau perlakuan yang tidak adil. Sebaliknya, menjadi "lalang" berarti membiarkan diri dikuasai oleh kebencian, iri hati, kesombongan, dan berbagai bentuk kejahatan yang merusak kehidupan bersama.
Lebih jauh, RP. Dominikus Maxi Bulu, CSsR mengingatkan bahwa Allah tidak tergesa-gesa menghakimi manusia. Kesabaran Allah bukanlah kelemahan, melainkan bentuk kasih yang memberi ruang bagi setiap orang untuk bertobat. Karena itu, umat pun diajak untuk tidak mudah menghakimi sesama, sebab hanya Allah yang mengetahui isi hati manusia dan waktu yang tepat untuk mengadili segala sesuatu.
Perayaan Ekaristi hari itu juga menjadi kesempatan bagi umat untuk merenungkan makna karya penebusan Kristus. Dalam terang bacaan pertama dari Kitab Kebijaksanaan, Allah digambarkan sebagai pribadi yang mahakuasa sekaligus penuh belas kasih. Walaupun memiliki kuasa untuk menghukum, Allah lebih dahulu memberikan kesempatan bagi manusia untuk memperbaiki hidupnya.
Pesan tersebut semakin dipertegas melalui Injil Matius yang menunjukkan bahwa Kerajaan Allah bertumbuh dalam kesabaran. Tuhan tidak serta-merta menghapus segala bentuk kejahatan dari dunia, tetapi mengizinkan manusia menjalani proses pertobatan hingga tiba saatnya penghakiman terakhir.
Dalam refleksi pastoralnya, Romo Dominikus mengajak umat untuk tidak kehilangan harapan ketika menghadapi berbagai persoalan hidup. Dunia memang dipenuhi tantangan, ketidakadilan, dan berbagai bentuk "lalang" yang berusaha menghambat pertumbuhan iman. Namun, orang beriman dipanggil untuk tetap menaburkan benih-benih kasih, kejujuran, pengampunan, dan pengharapan.
Beliau juga mengingatkan bahwa perjuangan menjadi murid Kristus tidak selalu mudah. Kesetiaan kepada Injil sering kali menuntut pengorbanan. Namun, setiap usaha untuk tetap hidup dalam kasih akan menghasilkan buah pada waktunya sesuai dengan rencana Allah.
Mengakhiri homilinya, RP. Dominikus Maxi Bulu, CSsR mengajak seluruh umat memohon bimbingan Roh Kudus agar senantiasa diberi kekuatan untuk mempertahankan iman dan hidup dalam kebaikan.
"Marilah kita bersama-sama mengundang Roh Kudus agar membimbing kita. Semoga kita mampu menjadi benih-benih yang baik, bertumbuh dalam kasih Kristus, dan menghasilkan buah yang membawa berkat bagi banyak orang. Amin," tutup beliau.
Perayaan Ekaristi Hari Minggu Biasa XVI tersebut berlangsung dengan tertib, khusyuk, dan penuh sukacita. Melalui Sabda Tuhan dan homili yang disampaikan, umat diajak semakin menyadari bahwa kehidupan orang beriman selalu berada dalam proses pertumbuhan. Di tengah dunia yang masih dipenuhi "lalang", setiap pengikut Kristus dipanggil untuk tetap menjadi "gandum" yang menghasilkan buah-buah kasih, kesetiaan, dan pengharapan.
Perumpamaan tentang lalang di antara gandum menjadi pengingat bahwa Allah tidak pernah berhenti bekerja dalam kehidupan manusia. Kesabaran-Nya membuka kesempatan bagi setiap pribadi untuk bertobat dan mengalami pembaruan hidup. Oleh karena itu, umat Kristiani hendaknya tidak mudah putus asa ataupun tergoda untuk membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan tetap berpegang teguh pada ajaran Yesus Kristus.
Dengan semangat Injil hari itu, umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang diharapkan semakin mampu menjadi saksi kasih Allah di tengah keluarga, lingkungan, tempat kerja, dan masyarakat. Melalui kehidupan yang dipenuhi kesabaran, pengampunan, dan ketekunan dalam berbuat baik, mereka mengambil bagian dalam menghadirkan Kerajaan Allah yang terus bertumbuh hingga mencapai kepenuhannya pada saat Kristus datang kembali dalam kemuliaan-Nya.
📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 19 Juli 2026
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
0 comments:
Posting Komentar