Ketapang, 8 Agustus 2026.Kabar duka menyelimuti keluarga besar Gereja Katolik di Keuskupan Ketapang setelah Ibu Maria Magdalena Budiarti, ibunda tercinta dari RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP, Pastor Vikaris Katedral St. Gemma Galgani, Keuskupan Ketapang, meninggal dunia pada Sabtu pagi, 8 Agustus 2026.
Kepergian Maria Magdalena Budiarti mendapat perhatian dan ungkapan belasungkawa dari keluarga besar Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang. Dewan Pastoral Paroki (DPP), bersama seluruh umat, menyampaikan doa serta penghiburan iman kepada RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP, beserta keluarga yang ditinggalkan.
Ungkapan duka tersebut disampaikan oleh Pastor Kepala ex officio RP. Vitalis Nggeal, CP, Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang. Dalam pernyataannya, keluarga besar paroki menyampaikan rasa kehilangan sekaligus menyerahkan kepergian almarhumah ke dalam kasih dan penyelenggaraan Tuhan.
“Turut berdukacita atas berpulangnya Ibu Maria Magdalena Budiarti, ibunda tercinta dari RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP,” demikian ungkapan belasungkawa yang disampaikan keluarga besar Paroki Santo Agustinus Paya Kumang.
Duka tersebut bukan hanya menjadi kesedihan bagi keluarga inti. Kepergian seorang ibu juga menghadirkan suasana kehilangan bagi komunitas yang selama ini memiliki hubungan pelayanan, persaudaraan, dan kebersamaan dengan putranya. Bagi umat, dukungan kepada seorang imam yang sedang menghadapi kehilangan keluarga menjadi bagian dari kehidupan iman dan solidaritas dalam komunitas.
Berpulang pada Sabtu Pagi
Maria Magdalena Budiarti meninggal dunia pada Sabtu pagi, 8 Agustus 2026. Informasi mengenai kepergiannya disampaikan dalam ungkapan duka yang ditujukan kepada RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP, serta keluarga besar.
Kabar tersebut menjadi perhatian umat di lingkungan Keuskupan Ketapang. RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP, dikenal dalam pelayanan gerejawi sebagai Pastor Vikaris Katedral St. Gemma Galgani, Keuskupan Ketapang. Karena itu, kabar kehilangan yang dialami keluarganya turut dirasakan oleh umat yang berada dalam lingkup pelayanan gereja.
Dewan Pastoral Paroki Santo Agustinus Paya Kumang menyampaikan simpati kepada keluarga. Ketua DPP, Bapak Jeno Leo, bersama seluruh umat menyatakan turut berdukacita atas meninggalnya Maria Magdalena Budiarti.
Ucapan tersebut menjadi bentuk kebersamaan umat dalam menghadapi masa duka. Dalam kehidupan komunitas gerejani, kehilangan anggota keluarga seorang pelayan pastoral dipandang sebagai momen untuk memperkuat persaudaraan. Doa menjadi salah satu bentuk dukungan yang diberikan kepada keluarga yang sedang berduka.
Pesan belasungkawa juga mengandung harapan agar keluarga memperoleh kekuatan dalam menghadapi masa kehilangan. Kepergian orang yang dikasihi meninggalkan kesedihan. Namun, iman memberikan ruang bagi keluarga untuk menyerahkan seluruh pergumulan kepada Tuhan.
Keluarga besar Paroki Santo Agustinus Paya Kumang mengungkapkan harapan agar Tuhan memberikan kebahagiaan kekal kepada almarhumah dalam persekutuan para kudus. Doa itu sekaligus menjadi permohonan agar keluarga yang ditinggalkan menerima kekuatan dan penghiburan iman.
Doa dan Penghiburan Bagi Keluarga
Dalam suasana duka, umat diajak memandang kematian tidak hanya sebagai peristiwa kehilangan, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan iman menuju kehidupan kekal. Keyakinan tersebut menjadi dasar penghiburan bagi keluarga yang sedang menghadapi kepergian orang tercinta.
Pesan yang disampaikan Paroki Santo Agustinus Paya Kumang menegaskan harapan agar Maria Magdalena Budiarti beristirahat dengan tenang dalam kedamaian abadi di rumah Bapa.
Harapan itu mencerminkan keyakinan iman Kristiani mengenai kehidupan setelah kematian. Bagi umat beriman, kehidupan manusia tidak berhenti pada kematian. Ada pengharapan akan kehidupan kekal bersama Tuhan.
Dalam situasi seperti ini, doa menjadi kekuatan bagi keluarga. Umat tidak dapat menghapus kesedihan yang dirasakan oleh keluarga. Namun, kehadiran melalui doa dan dukungan dapat memberikan ruang bagi mereka untuk melewati masa berkabung dengan keteguhan hati.
RP. Vitalis Nggeal, CP, selaku Pastor Kepala ex officio Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, turut menyampaikan rasa duka atas kepergian Maria Magdalena Budiarti. Pernyataan tersebut juga menjadi representasi perhatian komunitas paroki terhadap keluarga RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP.
Ungkapan duka dari pimpinan paroki bersama DPP dan seluruh umat menunjukkan adanya hubungan persaudaraan di antara anggota komunitas. Ketika salah satu keluarga mengalami kehilangan, komunitas hadir untuk memberikan dukungan moral dan spiritual.
Solidaritas Umat Dalam Peristiwa Duka
Kehidupan paroki tidak hanya berlangsung dalam kegiatan ibadah. Komunitas umat juga dibangun melalui kepedulian terhadap sesama. Peristiwa meninggalnya anggota keluarga seorang imam menjadi salah satu momentum bagi umat untuk memperlihatkan solidaritas tersebut.
DPP Santo Agustinus Paya Kumang bersama seluruh umat menyampaikan dukungan kepada keluarga RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP. Dukungan itu diwujudkan melalui ucapan belasungkawa dan doa bagi almarhumah.
Dalam situasi berkabung, keluarga membutuhkan waktu untuk menerima kenyataan. Kehadiran orang-orang terdekat dapat menjadi sumber kekuatan. Bagi keluarga yang memiliki anggota sebagai imam, dukungan dari komunitas umat juga memiliki makna tersendiri.
Seorang imam menjalankan tugas pelayanan bagi umat. Ketika ia mengalami persoalan pribadi atau kehilangan anggota keluarga, komunitas yang dilayaninya dapat menjadi tempat untuk mendapatkan penguatan. Persaudaraan semacam itu menjadi bagian dari kehidupan gereja.
Karena itu, ucapan belasungkawa dari Paroki Santo Agustinus Paya Kumang tidak sekadar formalitas. Pesan tersebut membawa doa dan harapan agar keluarga tetap kuat dalam menghadapi masa duka.
Kehadiran komunitas juga mengingatkan bahwa keluarga yang berduka tidak berjalan sendirian. Ada umat yang turut mendoakan. Ada komunitas yang memberikan perhatian. Ada iman yang menjadi dasar pengharapan.
Pesan Iman Dalam Ungkapan Duka
Dalam pesan yang disampaikan kepada keluarga, Paroki Santo Agustinus Paya Kumang juga mengutip ayat dari 2 Timotius 4:7:
“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”
Kutipan tersebut menjadi bagian penting dalam ungkapan belasungkawa. Ayat itu menggambarkan perjalanan hidup dalam perspektif iman. Ada perjuangan, ketekunan, dan kesetiaan sampai pada akhir perjalanan.
Bagi keluarga yang sedang kehilangan, pesan tersebut dapat menjadi sumber refleksi. Kehidupan manusia memiliki batas. Setiap orang menjalani perjalanan masing-masing dengan pengalaman, perjuangan, serta hubungan bersama orang lain.
Kematian membawa keluarga pada kesadaran mengenai keterbatasan kehidupan manusia. Namun, iman memberikan pengharapan bahwa kasih Tuhan tidak berhenti pada kehidupan di dunia.
Karena itu, doa bagi orang yang telah meninggal memiliki tempat penting dalam kehidupan umat Katolik. Doa menjadi bentuk penyerahan kepada Tuhan sekaligus ungkapan kasih dari keluarga dan komunitas.
Pesan tersebut juga mengandung permohonan agar Tuhan Yang Maha Pengasih menerima Maria Magdalena Budiarti dalam damai abadi. Pada saat yang sama, keluarga memohon kekuatan dan penghiburan untuk menjalani masa berkabung.
Harapan akan damai abadi menjadi bagian dari keyakinan umat beriman. Keluarga diingatkan untuk tetap berpegang pada iman meskipun sedang menghadapi kesedihan.
Dukungan Untuk RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi
Kepergian Maria Magdalena Budiarti secara langsung menjadi kehilangan besar bagi RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP. Sebagai putra, ia tentu menghadapi duka atas meninggalnya ibunda tercinta.
Pada saat yang sama, statusnya sebagai imam dan Pastor Vikaris Katedral St. Gemma Galgani menempatkan dirinya dalam kehidupan pelayanan gereja. Karena itu, dukungan umat menjadi penting agar ia dan keluarga memperoleh kekuatan.
Paroki Santo Agustinus Paya Kumang menyampaikan doa khusus bagi keluarga tersebut. Doa itu tidak hanya ditujukan kepada almarhumah, tetapi juga kepada semua anggota keluarga yang mengalami kehilangan.
Bagi umat, seorang imam bukan hanya pelayan liturgi. Ia juga bagian dari komunitas. Ketika keluarga imam menghadapi musibah, umat dapat mengambil bagian melalui perhatian dan doa.
DPP bersama seluruh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang menunjukkan kepedulian tersebut melalui pernyataan resmi belasungkawa. Nama Ketua DPP, Jeno Leo, turut dicantumkan dalam pesan duka bersama seluruh umat.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa komunitas paroki berdiri bersama keluarga pada saat sulit. Kesedihan pribadi mendapat ruang untuk dirasakan dalam suasana persaudaraan.
Makna Kehadiran Komunitas Gereja
Dalam tradisi kehidupan umat Katolik, komunitas memiliki peran penting dalam berbagai tahapan kehidupan. Umat berkumpul dalam kegembiraan. Mereka juga hadir dalam situasi duka.
Kehadiran komunitas pada saat kehilangan dapat memberikan rasa kebersamaan. Keluarga memperoleh keyakinan bahwa ada banyak orang yang turut mendoakan dan memberikan perhatian.
Peristiwa meninggalnya Maria Magdalena Budiarti menjadi salah satu kesempatan bagi umat untuk memperlihatkan nilai tersebut. DPP dan seluruh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang menyampaikan belasungkawa sebagai bentuk persaudaraan.
Solidaritas tidak selalu diwujudkan melalui tindakan besar. Doa, ucapan penghiburan, kehadiran, dan perhatian memiliki arti bagi keluarga yang sedang berkabung.
Pesan yang disampaikan juga menunjukkan bahwa kehidupan beriman tidak hanya berbicara tentang hubungan manusia dengan Tuhan. Iman diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama.
Karena itu, ucapan belasungkawa memiliki makna sosial sekaligus spiritual. Ada empati terhadap keluarga yang kehilangan. Ada doa bagi orang yang telah meninggal. Ada penguatan bagi mereka yang masih menjalani kehidupan.
Kepergian Seorang Ibu
Sosok ibu memiliki tempat yang istimewa dalam kehidupan sebuah keluarga. Ia menjadi bagian dari perjalanan anak sejak masa awal kehidupan. Hubungan tersebut tidak berakhir ketika seorang anak telah dewasa atau menjalankan profesi tertentu.
Bagi RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP, Maria Magdalena Budiarti merupakan ibunda tercinta. Kepergian sang ibu tentu membawa kesedihan mendalam.
Namun, dalam suasana kehilangan, keluarga juga dapat mengenang perjalanan hidup bersama. Kenangan tentang kasih, perhatian, pengorbanan, serta kebersamaan menjadi bagian yang tetap hidup dalam ingatan.
Kematian mengubah bentuk hubungan. Orang yang telah meninggal tidak lagi hadir secara fisik. Namun, nilai dan kasih yang pernah diberikan tetap menjadi bagian dari kehidupan keluarga.
Penghiburan iman memberikan perspektif bahwa kasih tidak berakhir bersama kematian. Doa menjadi jembatan batin bagi mereka yang ditinggalkan untuk menyerahkan orang yang dikasihi kepada Tuhan.
Karena itu, pesan dari Paroki Santo Agustinus Paya Kumang mengarahkan keluarga kepada pengharapan. Tuhan diharapkan memberikan kebahagiaan kekal kepada Maria Magdalena Budiarti dan memberikan kekuatan kepada keluarga.
Peran DPP Dalam Menyampaikan Belasungkawa
Dewan Pastoral Paroki memiliki posisi penting dalam kehidupan komunitas umat. DPP menjadi bagian dari pelayanan dan koordinasi kehidupan paroki bersama pimpinan pastoral.
Dalam peristiwa duka ini, DPP Santo Agustinus Paya Kumang turut menyampaikan ungkapan belasungkawa. Ketua DPP Jeno Leo disebut bersama seluruh umat dalam pesan tersebut.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa perhatian terhadap keluarga yang sedang berduka dilakukan secara bersama. Tidak hanya satu atau dua orang yang menyampaikan simpati. Komunitas paroki secara keseluruhan turut mengambil bagian.
Ungkapan tersebut juga memperkuat hubungan antara umat dan para pelayan gereja. Ketika seorang imam mengalami kehilangan, umat memberikan ruang bagi dirinya untuk menjalani masa duka.
Kebersamaan semacam ini menjadi bagian dari kehidupan komunitas. Setiap anggota memiliki tempat ketika mengalami kegembiraan maupun kesedihan.
Pengharapan Akan Kedamaian Abadi
Salah satu bagian utama dalam pesan belasungkawa adalah doa agar almarhumah memperoleh kedamaian abadi di rumah Bapa.
Doa tersebut mengandung pengharapan Kristiani. Kehidupan duniawi diyakini bukan akhir dari seluruh perjalanan manusia. Ada kehidupan kekal yang menjadi tujuan pengharapan umat beriman.
Bagi keluarga, keyakinan tersebut dapat menjadi sumber kekuatan. Kesedihan tetap ada. Air mata dan rasa kehilangan tidak dapat dihindari. Namun, iman membantu keluarga melihat peristiwa tersebut dalam kerangka pengharapan.
Doa agar Tuhan menerima almarhumah dalam damai abadi menjadi ungkapan penyerahan. Keluarga dan komunitas mempercayakan perjalanan terakhir Maria Magdalena Budiarti kepada kasih Tuhan.
Pada saat yang sama, umat memohon agar keluarga diberikan penghiburan. Dukungan tersebut penting karena masa berkabung membutuhkan proses.
Tidak ada ungkapan yang dapat sepenuhnya menggantikan seseorang yang telah pergi. Namun, doa dan persaudaraan dapat membantu keluarga menjalani hari-hari berikutnya.
Kepergian Yang Menghadirkan Refleksi
Kabar meninggalnya seseorang selalu membawa refleksi mengenai kehidupan. Manusia menjalani waktu yang terbatas. Setiap hari menjadi bagian dari perjalanan yang tidak dapat diulang.
Kutipan dari 2 Timotius 4:7 yang disertakan dalam pesan duka menjadi pengingat mengenai ketekunan dan kesetiaan. Kalimat tersebut menggambarkan seseorang yang telah menyelesaikan perjalanan dengan tetap mempertahankan iman.
Dalam konteks keluarga yang sedang berduka, pesan itu memberikan arah bagi perenungan. Kehidupan manusia tidak hanya dinilai dari panjangnya usia. Ada nilai yang dibangun melalui kasih, pengabdian, hubungan dengan sesama, dan kesetiaan terhadap iman.
Kematian juga mengingatkan orang yang masih hidup untuk menghargai kebersamaan. Waktu bersama keluarga memiliki nilai yang tidak dapat digantikan.
Bagi komunitas gereja, peristiwa tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat kepedulian. Umat dapat saling mengingatkan bahwa setiap orang membutuhkan dukungan ketika menghadapi masa sulit.
Doa Untuk Almarhumah
Paroki Santo Agustinus Paya Kumang bersama DPP dan seluruh umat menyampaikan doa bagi Maria Magdalena Budiarti. Doa tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus penyerahan kepada Tuhan.
Umat berharap Tuhan memberikan kebahagiaan kekal dalam persekutuan para kudus. Pengharapan itu menjadi bagian dari iman yang dipegang oleh keluarga dan komunitas.
Selain doa bagi almarhumah, umat juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan. Permohonan kekuatan dan penghiburan menjadi bagian penting dari pesan tersebut.
Keluarga diharapkan memperoleh keteguhan untuk menjalani masa berkabung. Dalam suasana kehilangan, iman menjadi sandaran agar keluarga tetap memiliki harapan.
RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP, sebagai putra almarhumah, juga mendapatkan dukungan dari komunitas umat. Doa tersebut menjadi ungkapan persaudaraan dari umat yang berada dalam lingkup pelayanan gereja di Keuskupan Ketapang.
Umat Menjaga Semangat Persaudaraan
Peristiwa duka sering kali memperlihatkan kekuatan sebuah komunitas. Ketika seseorang kehilangan anggota keluarga, kepedulian dari lingkungan sekitar menjadi sangat berarti.
Paroki Santo Agustinus Paya Kumang memperlihatkan kepedulian itu melalui pesan resmi yang disampaikan oleh Pastor Kepala ex officio RP. Vitalis Nggeal, CP, bersama DPP dan seluruh umat.
Pesan tersebut mencakup ungkapan duka, doa bagi almarhumah, serta harapan agar keluarga memperoleh penghiburan. Semua unsur tersebut memperlihatkan semangat persaudaraan dalam komunitas.
Umat tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan gereja ketika suasana penuh kegembiraan. Dalam masa kehilangan pun mereka tetap hadir.
Persaudaraan yang dibangun melalui kehidupan menggereja menjadi kekuatan bagi anggota komunitas. Kehadiran umat dapat membantu keluarga merasakan bahwa mereka tidak menghadapi kesedihan seorang diri.
Pesan Penghiburan Dari Paroki
Pesan belasungkawa dari Paroki Santo Agustinus Paya Kumang ditujukan secara khusus kepada RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP, dan keluarga. Ungkapan tersebut sekaligus menjadi doa bersama bagi Maria Magdalena Budiarti.
“Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih menerima beliau dalam damai abadi dan memberikan kekuatan serta penghiburan bagi seluruh keluarga yang ditinggalkan.”
Pesan itu menggambarkan dua harapan utama. Pertama, agar almarhumah memperoleh kedamaian bersama Tuhan. Kedua, agar keluarga yang masih menjalani kehidupan memperoleh kekuatan.
Dua hal tersebut tidak dapat dipisahkan dalam suasana berkabung. Keluarga menyerahkan orang yang telah meninggal kepada Tuhan. Pada saat yang sama, mereka membutuhkan kekuatan untuk melanjutkan kehidupan.
Penghiburan iman tidak berarti menghilangkan rasa sedih. Penghiburan memberi ruang bagi kesedihan untuk dijalani dengan harapan.
Mengenang Maria Magdalena Budiarti
Kepergian Maria Magdalena Budiarti pada Sabtu pagi, 8 Agustus 2026, meninggalkan duka bagi keluarga. Nama beliau dikenang melalui pesan belasungkawa dari Paroki Santo Agustinus Paya Kumang.
Bagi RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP, almarhumah merupakan sosok ibu. Kehilangan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Komunitas umat turut mengambil bagian dalam peristiwa tersebut melalui doa. Ungkapan duka dari pastor kepala, DPP, dan seluruh umat menjadi bentuk dukungan kepada keluarga.
Kehadiran pesan tersebut juga menunjukkan bahwa hubungan kekeluargaan dalam komunitas gereja tidak berhenti pada batas pelayanan. Ada kepedulian yang dibangun melalui kebersamaan.
Pada akhirnya, berita duka bukan hanya menyampaikan informasi tentang seseorang yang meninggal. Berita tersebut juga menjadi ruang untuk menyampaikan penghormatan, doa, dan penghiburan kepada keluarga.
Doa Menjadi Bentuk Kebersamaan
Dalam situasi seperti ini, umat dapat mengambil bagian melalui doa. Doa menjadi bentuk kebersamaan yang tidak dibatasi jarak.
Keluarga yang sedang berduka membutuhkan ketenangan. Dukungan dari umat dapat membantu memberikan rasa bahwa komunitas tetap bersama mereka.
Paroki Santo Agustinus Paya Kumang menyampaikan doa agar Tuhan memberikan kebahagiaan kekal kepada Maria Magdalena Budiarti. Umat juga memohon agar keluarga mendapatkan kekuatan dan penghiburan iman.
Pesan tersebut menjadi penutup sekaligus penegasan dari seluruh ungkapan duka. Kepergian seseorang memang menghadirkan kehilangan. Namun, iman memberikan harapan akan kehidupan kekal.
Ayat dari 2 Timotius 4:7 kembali menjadi pengingat bahwa perjalanan kehidupan memiliki garis akhir. Manusia dipanggil untuk menjalani perjalanan dengan kesetiaan dan iman.
Dalam suasana duka, pesan itu menjadi penghiburan bagi keluarga dan umat. Kesedihan tidak harus menghapus harapan. Kehilangan dapat dijalani sambil tetap mempercayakan kehidupan kepada Tuhan.
Selamat Jalan, Ibu Maria Magdalena Budiarti
DPP dan seluruh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, menyampaikan penghormatan dan belasungkawa atas berpulangnya Maria Magdalena Budiarti.
Doa umat menyertai perjalanan terakhir almarhumah. Harapan disampaikan agar Tuhan menerima beliau dalam kebahagiaan dan kedamaian abadi.
Kepada RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP, beserta keluarga, umat menyampaikan simpati dan dukungan. Semoga keluarga diberikan kekuatan untuk melewati masa berkabung.
Kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan, doa dan penghiburan iman menjadi bentuk solidaritas komunitas. Semoga kesedihan perlahan memperoleh ruang dalam pengharapan.
Bagi umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, peristiwa ini menjadi kesempatan untuk memperkuat persaudaraan. Duka seorang anggota keluarga menjadi perhatian bersama.
Maria Magdalena Budiarti telah berpulang. Namun, kenangan tentang dirinya akan tetap menjadi bagian dari perjalanan keluarga. Dalam iman, umat menyerahkan almarhumah kepada kasih Tuhan.
“Beristirahatlah dengan tenang dalam kedamaian abadi di rumah Bapa.”
Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih menerima Maria Magdalena Budiarti dalam persekutuan para kudus. Semoga keluarga yang ditinggalkan memperoleh kekuatan, ketabahan, serta penghiburan iman.
Turut berdukacita atas berpulangnya Ibu Maria Magdalena Budiarti, ibunda tercinta dari RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP, Pastor Vikaris Katedral St. Gemma Galgani, Keuskupan Ketapang.
DPP Santo Agustinus dan seluruh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, menyampaikan doa dan penghormatan terakhir.
Selamat jalan, Ibu Maria Magdalena Budiarti. Semoga beristirahat dalam damai abadi di rumah Bapa.
📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 8 Agustus 2026

0 comments:
Posting Komentar