**100 Tahun KWI: Mengukir Peran Gereja dalam Membangun Bangsa yang Damai**



  Foto Para Uskup.Bersama Menag Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA., saat menghadiri peringatan 100 Tahun KWI

**Ketapang, 15 November 2024**  Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) merayakan 100 tahun kehadirannya di Indonesia dan menyelenggarakan Sidang Tahunan Kedua pada 7-13 November 2024 di Jakarta. Sidang ini berlangsung dengan tema “Berjalan Bersama Membangun Gereja dan Bangsa,” mencerminkan komitmen Gereja Katolik dalam misi pelayanan dan kontribusi untuk masyarakat Indonesia.

Dalam refleksi perjalanan satu abad, para uskup KWI merenungkan suara umat dari berbagai kelompok masyarakat, menggali pesan yang memperkaya peran Gereja dalam menghadirkan kesejahteraan sosial. Sejak didirikan pada 1924, KWI berkomitmen melayani lewat bidang pendidikan, kesehatan, dan aksi sosial yang merangkul semua kalangan, termasuk mereka yang paling membutuhkan.

Menteri Agama, Nasaruddin, menyampaikan dukungan pemerintah terhadap peran Gereja Katolik sebagai mitra dalam menjaga keharmonisan bangsa. “Persatuan adalah kunci keberhasilan bangsa. Pemerintah akan selalu hadir dan siap mendampingi masyarakat,” ujar Nasaruddin. Menurutnya, Gereja Katolik dengan keterlibatan aktifnya bersama umat beragama lainnya turut membangun persatuan dan semangat kebangsaan, yang menjadi fondasi kokoh bagi pembangunan Indonesia.

Dalam sidang ini, para uskup juga mengenang kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada September 2024, yang menjadi simbol persahabatan antarumat beragama. Kunjungan tersebut ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Bersama Istiqlal 2024, yang menegaskan komitmen semua agama dalam memperkuat kerukunan demi perdamaian dan kesejahteraan umat manusia. Deklarasi ini sejalan dengan Dokumen Abu Dhabi 2019 yang menyoroti isu-isu krusial seperti perubahan iklim dan dehumanisasi, mengingatkan pentingnya dialog lintas budaya dan agama sebagai solusi konflik global.

Sidang KWI juga menghasilkan pesan Natal bersama dengan PGI yang mengajak masyarakat Indonesia untuk menjadikan bangsa ini sebagai “Betlehem baru” yang melahirkan pemimpin-pemimpin yang jujur, berjiwa melayani, dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat.

Terkait bencana erupsi Gunung Lewotobi, KWI menegaskan komitmennya melalui Caritas Indonesia yang cepat memberikan bantuan darurat kepada masyarakat terdampak. Dengan semangat kasih dan solidaritas, Gereja Katolik berupaya hadir di tengah masyarakat untuk membantu mereka yang sedang mengalami masa sulit.

Sidang Tahunan KWI ini berakhir dengan doa dan harapan untuk menyongsong Tahun Yubileum 2025, yang mengusung tema “Spes Non Confundit” (Pengharapan Tidak Akan Mengecewakan). Diharapkan, tahun mendatang menjadi era baru bagi umat Katolik dan bangsa Indonesia untuk terus melangkah dalam perdamaian dan persatuan, membangun bangsa yang penuh kasih dan kesejahteraan.

**Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang** 

**Tanggal: 15 November 2024**



About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar