BERITA GEREJA PAROKI SANTO AGUSTINUS PAYA KUMANG
Kamis, 29 Mei 2025 | Hari Raya Kenaikan Tuhan
“Berani Bersaksi di Tengah Dunia”: Wawancara Bersama Romo Paroki RP. Vitalis Nggeal, CP Usai Misa Hari Raya Kenaikan Tuhan"
Ketapang, 29 Mei 2025 .Suasana penuh syukur dan sukacita menyelimuti Paroki Santo Agustinus Paya Kumang pada Hari Raya Kenaikan Tuhan, Kamis (29/5). Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Romo Paroki, RP. Vitalis Nggeal, CP, diikuti oleh ratusan umat dari berbagai lingkungan, berlangsung dengan hikmat dan penuh semangat iman.
Hari Raya Kenaikan Tuhan merupakan momen penting dalam kalender liturgi Gereja Katolik, memperingati Yesus Kristus yang terangkat ke surga, sebagaimana tertulis dalam Injil Lukas 24:51: "Ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga."
Seusai misa, Tim Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang berkesempatan untuk melakukan wawancara santai bersama Romo Vitalis di area depan Sekretariat Pastoran. Suasana penuh keakraban menyertai perbincangan sore itu, di bawah langit Ketapang yang cerah, ditemani semilir angin dan tawa hangat umat yang masih berkumpul selepas misa.
Makna Kenaikan Tuhan: Kesaksian Iman dan Tugas Pewartaan
Dalam wawancara tersebut, Romo Vitalis menyampaikan makna mendalam dari perayaan Kenaikan Tuhan. Menurut beliau, peristiwa ini tidak hanya menjadi pengingat bahwa Yesus sungguh adalah Putra Allah yang kembali kepada Bapa, tetapi juga sebagai mandat bagi para murid dan umat Allah untuk menjadi saksi-Nya di tengah dunia.
“Yesus tidak meninggalkan kita begitu saja. Ia naik ke surga sambil memberkati para murid-Nya. Berkat itulah yang terus menyertai Gereja sampai hari ini. Maka, sebagai umat beriman, kita diajak untuk tidak hanya menjadi penonton sejarah keselamatan, tetapi menjadi saksi Kristus di mana pun kita berada,” ujar Romo Vitalis dengan nada mantap.
Mengutip bacaan Injil hari ini, Romo menegaskan: “Kamu adalah saksi dari semuanya ini.” (Luk 24:48). Ia menjelaskan bahwa menjadi saksi bukanlah perkara mudah, tetapi suatu panggilan yang harus dijalani dengan iman, harapan, dan kasih.
Tantangan Kesaksian Iman di Zaman Sekarang
Romo Vitalis juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi umat dalam menjadi saksi iman di era modern ini. Dunia yang penuh godaan, nilai-nilai duniawi yang mengikis kejujuran dan kepedulian, serta tantangan teknologi yang kadang mengasingkan manusia dari Tuhan, menjadi hambatan nyata dalam hidup rohani.
“Di tengah arus informasi dan budaya yang serba instan, kita sering lupa untuk merenung dan menyadari kerahiman Allah dalam hidup kita. Kita dipanggil untuk menjadi cahaya dan garam dunia. Jangan takut untuk berbeda demi kebenaran,” pesan Romo.
Kesaksian dalam Tindakan Nyata
Lebih lanjut, Romo mengajak seluruh umat untuk bersaksi bukan hanya lewat kata-kata, tetapi melalui tindakan nyata, terutama dengan membangun keluarga yang beriman, relasi yang jujur dan penuh kasih, serta hidup sosial yang peduli pada sesama.
“Kesaksian iman itu tidak selalu harus besar. Hal-hal kecil, seperti berkata jujur, membantu yang lemah, atau mengampuni yang menyakiti kita itu semua kesaksian nyata yang lahir dari hati yang bersih dan kasih yang tulus,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung bacaan dari surat kepada umat Ibrani yang mengatakan bahwa “kita telah dibersihkan dari hati yang jahat dan dibasuh dengan air yang murni” (bdk. Ibr 10:22). Maka, Romo mengajak umat untuk terus menjaga kemurnian hati dan hidup yang selaras dengan ajaran Kristus.
Menutup dengan Harapan dan Doa
Menutup wawancara, Romo Vitalis menyampaikan harapannya agar seluruh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang semakin tumbuh dalam iman, berani bersaksi dalam kehidupan sehari-hari, dan menjadi pelayan kasih di tengah masyarakat.
“Semoga berkat Tuhan yang naik ke surga terus menyertai langkah kita. Mari kita hidup dalam pertobatan, membawa damai dan sukacita bagi orang lain. Gereja yang hidup adalah gereja yang bersaksi,” tuturnya dengan senyum hangat.
Tanggal: 29 Mei 2025

0 comments:
Posting Komentar