EKARISTI: Sumber dan Puncak Kehidupan Iman Katolik
Katekese yang digelar di salah satu ruang pastoral Paroki St. Agustinus Paya Kumang ini dihadiri oleh ratusan umat dari berbagai lingkungan dan wilayah sekitar. Dalam suasana yang penuh semangat iman dan haus akan pemahaman lebih mendalam, RP. Vitalis memaparkan secara teologis dan pastoral bahwa Ekaristi adalah sumber dan puncak seluruh kehidupan Kristiani, sebagaimana ditegaskan oleh Konsili Vatikan II dalam Lumen Gentium.
“Gereja Katolik memiliki ajaran transubstansiasi, di mana Kristus sungguh hadir secara nyata. Maka, Ekaristi menjadi pusat iman Katolik sebagai sumber dan puncak kehidupan rohani umat,” tegas RP. Vitalis di hadapan umat.
Misteri Transubstansiasi: Kehadiran Nyata Kristus
Dalam ajaran transubstansiasi, Gereja Katolik menyatakan bahwa roti dan anggur yang dikonsekrasi dalam Misa tidak lagi sekadar lambang, tetapi sungguh berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Perubahan ini terjadi bukan secara fisik tampak, melainkan secara substansial melalui kuasa Roh Kudus dan perantaraan imam yang bertindak dalam pribadi Kristus (in persona Christi).
RP. Vitalis menekankan bahwa dasar dari kepercayaan ini adalah Sabda Yesus sendiri dalam Perjamuan Terakhir, sebagaimana tercatat dalam Injil: "Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu... Inilah Darah-Ku, darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang." (bdk. Mat 26:26-28; Mrk 14:22-24; Luk 22:19-20).
#KatolikWajibTahu: Ekaristi Hanya Ada di Gereja Katolik
Katekese ini menjadi pengingat kuat bagi umat Katolik agar tidak menganggap remeh Sakramen Mahakudus, sebab dalam Ekaristi-lah, Yesus Kristus hadir secara nyata, bukan hanya secara simbolik atau kenangan belaka. Dalam konteks ini, RP. Vitalis mengajak seluruh umat untuk mengenal lebih dalam ajaran iman Gereja Katolik, sekaligus menegaskan bahwa sakramen Ekaristi dalam bentuk yang otentik hanya ditemukan dalam Gereja Katolik.
“Kita harus bangga dan bersyukur karena diberi anugerah Ekaristi. Tapi lebih dari itu, kita harus hidup sesuai dengan misteri yang kita terima yaitu Kristus sendiri,” kata beliau.
Undangan untuk Hidup Ekaristis
Mengakhiri katekesenya, RP. Vitalis mengajak seluruh umat untuk menjadikan Ekaristi sebagai kekuatan utama dalam hidup sehari-hari, tidak hanya sebagai rutinitas mingguan. Hidup yang Ekaristis berarti hidup dalam kasih, pengorbanan, dan pelayanan kepada sesama, sebagaimana Kristus telah memberikan diri-Nya secara total kepada kita.
Katekese yang berlangsung sekitar dua jam ini ditutup dengan adorasi singkat di hadapan Sakramen Mahakudus, memberi waktu hening bagi umat untuk merenungkan makna kehadiran Kristus dalam rupa roti dan anggur.
Melalui momen ini, Gereja diingatkan kembali akan warisan iman yang kudus dan tak ternilai yaitu Ekaristi Kudus, perjamuan kasih Allah yang menyatukan langit dan bumi, Allah dan manusia, dalam misteri cinta yang abadi.


0 comments:
Posting Komentar