Empat Sifat Gereja Katolik dalam Dinamika Zaman: Ketua Bidang Liturgi dan Pewartaan Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Tekankan Relevansi Abadi Ajaran Iman



 Foto Bapak Hendrikus Hendri, S.S

Empat Sifat Gereja Katolik dalam Dinamika Zaman: Ketua Bidang Liturgi dan Pewartaan Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Tekankan Relevansi Abadi Ajaran Iman

Ketapang, 28 Mei 2025.Dalam upaya memperteguh pemahaman iman umat di tengah arus perubahan zaman, Ketua Bidang Liturgi dan Pewartaan Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Bapak Hendrikus Hendri, S.S., kembali menegaskan makna dan aktualisasi empat sifat hakiki Gereja Katolik: Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik. Penegasan ini diberikan dalam konteks pembinaan iman umat yang berhadapan langsung dengan tantangan dunia modern, seperti sekularisme, pluralisme, dan disrupsi digital.

"Empat sifat Gereja bukan hanya bagian dari rumusan teologis dalam Syahadat, tetapi menjadi arah penuntun bagi umat dalam bersaksi dan mewujudkan identitas Kristiani di dunia modern," ujar Hendrikus Hendri. Ia menambahkan bahwa Gereja yang hidup bukanlah institusi statis, melainkan persekutuan dinamis yang terus bergerak mengikuti bisikan Roh Kudus dalam setiap zaman.

Empat Sifat Gereja Katolik

1. Gereja yang SATU di Era Globalisasi

Kesatuan Gereja semakin relevan dalam dunia yang terfragmentasi oleh ideologi, politik, dan media sosial. Gereja Katolik menunjukkan kesatuannya secara nyata dalam kesetiaan pada ajaran Magisterium, perayaan Ekaristi yang seragam di seluruh dunia, dan kepemimpinan yang terpusat pada Paus Fransiskus dan para uskup. Dalam konteks lokal, semangat sinodalitas (berjalan bersama) menjadi wujud nyata persatuan umat, terkhusus di Paroki Paya Kumang yang mengedepankan musyawarah dan keterlibatan aktif umat dalam pelayanan.

2. Gereja yang KUDUS dalam Kerapuhan Manusia

Kesadaran akan kekudusan Gereja tidak menghapus kenyataan bahwa umat terdiri dari pribadi-pribadi yang penuh kelemahan. Namun, justru di sinilah kekuatan Gereja tampak: sebagai tempat rahmat dan pengudusan, melalui sakramen, doa, pelayanan kasih, dan pertobatan. Di era modern, kekudusan juga dimaknai sebagai panggilan hidup sehari-hari, mulai dari kejujuran bekerja, membela martabat manusia, hingga merawat ciptaan.

3. Gereja yang KATOLIK: Inklusif, Digital, dan Peduli

Kekatolikan berarti keterbukaan universal. Gereja Katolik hadir untuk semua bangsa, dan dalam era digital, misi evangelisasi kini dilakukan melalui berbagai platform komunikasi. Pewartaan Injil tidak hanya terjadi di mimbar, tetapi juga di media sosial, podcast, video singkat, dan ruang-ruang digital lainnya. Paroki-paroki, termasuk Paya Kumang, kini mulai mengembangkan pelayanan pastoral berbasis teknologi demi menjangkau umat muda dan mereka yang terpinggirkan.

4. Gereja yang APOSTOLIK: Setia dan Kontekstual

Sifat apostolik menandakan kesinambungan ajaran dari para rasul yang diwariskan secara utuh melalui para uskup. Namun dalam konteks kontemporer, Gereja juga berupaya menyampaikan ajaran itu secara inkulturatif dan kontekstual, sehingga bisa dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat. Di Keuskupan Ketapang sendiri, pewartaan iman disesuaikan dengan budaya lokal, tanpa kehilangan esensi ajaran Kristus. Hal ini termasuk dalam bentuk pendampingan iman anak-anak, remaja, OMK, hingga keluarga, serta keterlibatan aktif awam dalam pelayanan pewartaan.

Gereja yang Hidup, Bergerak Bersama Umat

Hendrikus Hendri mengajak seluruh umat untuk tidak sekadar memahami empat sifat Gereja sebagai doktrin, tetapi menghayatinya dalam tindakan. “Gereja adalah kita. Maka ketika kita hidup dalam kasih, dalam kesatuan, dalam kesetiaan, dan keterbukaan kepada sesama, maka kita sedang mewujudkan sifat sejati Gereja,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya membangun semangat pelayanan yang kolaboratif di tengah dunia yang semakin saling terhubung namun rentan terpecah-belah.

Penutup
Empat sifat Gereja bukanlah warisan masa lampau semata, melainkan fondasi iman yang terus menuntun Gereja menjawab tantangan zaman. Di tengah dunia yang terus berubah, Gereja Katolik tetap teguh berdiri sebagai tanda dan sarana keselamatan bagi semua bangsa, dalam satu tubuh Kristus yang hidup dan menyelamatkan.

Penulis:Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:  28  Mei 2025

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar