Pesan Rohani Sederhana yang Menyapa Jiwa: Ibu Valentina Erni Johan Unggah Pesan Kasih
Meskipun hanya berupa satu kalimat singkat, pesan tersebut mengandung makna yang dalam dan bernas:
"Kasihi Tuhan dan dirimu terlebih dahulu dan kemudian kasihi sesama seperti dirimu. Inilah hidup sejati yang dikehendaki Tuhan!"
Pesan tersebut seolah menjadi pengingat penuh kelembutan bagi siapa saja yang membacanya. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan dan tekanan dunia modern, Ibu Valentina mengajak setiap pribadi untuk kembali kepada akar iman: kasih. Dimulai dari mengasihi Tuhan, mengasihi diri sendiri, dan akhirnya mengasihi sesama, sebagaimana sabda Yesus dalam Injil yang menjadi dasar utama hidup Kristiani.
Sosok di Balik Pesan
Ibu Valentina Erni Johan, yang selama ini aktif dalam pelayanan pastoral anak-anak di Paroki, dikenal sebagai pribadi yang penuh kasih, sabar, dan bijaksana. Melalui pelbagai kegiatan seperti pendampingan iman mingguan, katekese, serta pelatihan rohani bagi pendamping anak, beliau senantiasa mengedepankan pendekatan yang membumi namun sarat makna spiritual.
Pesan yang dibagikannya ini bukan hanya sekadar ungkapan pribadi, melainkan refleksi iman yang hidup. Dalam komunikasi informal yang dilakukan melalui platform digital, Ibu Valentina menunjukkan bahwa media sosial pun bisa menjadi lahan subur untuk menaburkan benih kebaikan dan pewartaan.N
Menghidupi Pesan Kasih
Pesan yang dikutip oleh Ibu Valentina sejatinya menggemakan inti dari hukum kasih dalam ajaran Kristiani. Dalam Injil Matius 22:37–39, Yesus mengajarkan bahwa perintah terbesar adalah:
“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu… dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
Dalam konteks pelayanan anak, pesan ini menjadi pondasi utama. Anak-anak tidak hanya diajarkan berdoa atau mengenal tokoh-tokoh Alkitab, tetapi juga diajak memahami nilai-nilai kasih yang konkret dalam kehidupan sehari-hari baik dalam keluarga, sekolah, maupun lingkungan sosial mereka.
Kesimpulan
Di dunia yang semakin cepat bergerak dan kadang lupa untuk diam sejenak, sebuah pesan singkat dapat menjadi jeda yang penuh makna. Kehadiran rohani melalui status WhatsApp sederhana dari Ibu Valentina menjadi tanda bahwa pewartaan tidak selalu harus lewat mimbar; bisa juga melalui gawai, dengan satu kalimat, satu waktu, namun menyentuh banyak hati.
Semoga semakin banyak umat yang tergerak untuk membagikan pesan-pesan rohani yang membangun dan menguatkan, seperti yang telah dilakukan oleh Ibu Valentina. Dalam ketulusan dan kesederhanaan, Tuhan pun hadir menyapa jiwa.
Penulis:Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 27 Mei 2025

0 comments:
Posting Komentar