Ketapang, 27 Mei 2025.Pada hari ini, Selasa 27 Mei 2025, tepat pukul 13.58 WIB, Bapak Ignasius Rinso Tigor, S.S., seorang Prodiakon yang aktif melayani di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, membagikan sebuah pesan rohani singkat melalui status WhatsApp yang menarik perhatian banyak umat. Meski singkat, pesan tersebut kaya akan makna dan mengajak setiap jiwa untuk merenung lebih dalam mengenai hakikat kehidupan dan kerendahan hati.
Pesan singkat ini menyiratkan sebuah refleksi mendalam tentang arti pentingnya kesadaran akan perubahan dan ketidakkekalan dalam kehidupan. Bapak Ignasius mengingatkan agar kita tidak terjebak dalam perasaan penting dan muluk-muluk dalam relasi antar manusia, sebab kenyataannya, manusia mudah berubah dan nilai diri seseorang bisa berubah pula dari waktu ke waktu.
Kata-kata ini menegaskan sebuah pesan universal yang sering kali terlupakan di tengah dinamika hidup yang cepat dan penuh tantangan. Manusia cenderung merasa bahwa posisinya atau perannya dalam hidup orang lain adalah sesuatu yang permanen dan mutlak. Namun, realita yang dialami oleh banyak orang adalah sebaliknya, perubahan adalah hal yang pasti, dan apa yang kita anggap penting hari ini belum tentu bernilai sama di masa depan.
Sebagai seorang Prodiakon, Bapak Ignasius mengemban tugas tidak hanya untuk membantu pelayanan liturgi, tetapi juga memberikan penguatan rohani bagi umat. Unggahan singkat beliau di media sosial ini menjadi salah satu bentuk pelayanan pastoral yang menjangkau umat tidak hanya di dalam gereja, tetapi juga di ranah digital. Pesan ini menggugah umat untuk introspeksi, merendahkan hati, dan selalu menjaga hubungan baik tanpa kesombongan atau rasa terlalu penting.
Umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang pun menyambut baik pesan ini. Banyak yang merasa tersentuh dan mulai menata ulang pola pikir dan sikap mereka terhadap hubungan sosial, baik di lingkungan keluarga, pertemanan, maupun komunitas gereja. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa dalam hidup ini, kita harus tetap rendah hati, tidak mudah terlena dengan pujian atau kedudukan, dan selalu siap menerima perubahan yang datang.
Selain itu, pesan ini juga mengajak umat untuk lebih berhati-hati dalam menilai diri sendiri dan orang lain. Sebab nilai seseorang bukan hanya ditentukan oleh posisi atau peran saat ini, melainkan oleh sikap dan ketulusan hati yang terus dijaga dan dipupuk. Kata “Hati namamu” yang diakhiri dalam pesan tersebut memberikan nuansa personal yang dalam, mengajak setiap individu untuk menjaga hati dan nama baiknya sebagai cermin iman dan karakter.
Unggahan ini sekaligus menjadi refleksi bagi masyarakat luas bahwa teknologi dan media sosial, bila digunakan dengan tepat, bisa menjadi sarana penyebaran nilai-nilai rohani dan kebaikan yang bermanfaat. Tidak jarang, sebuah kalimat singkat mampu menyentuh banyak orang dan membuka pintu hati mereka untuk lebih sadar akan makna kehidupan yang sesungguhnya.
Diharapkan, pesan sederhana dari Bapak Ignasius Rinso Tigor ini dapat terus menjadi renungan yang membangun bagi siapa saja yang membacanya. Bahwa dalam hidup ini, tidak ada yang abadi selain kasih dan kerendahan hati yang tulus. Semoga Paroki Santo Agustinus Paya Kumang dan seluruh umat di Keuskupan Ketapang senantiasa mendapatkan kekuatan rohani untuk menjalani hidup dengan penuh pengharapan dan kebijaksanaan.
Penulis:Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 27 Mei 2025


0 comments:
Posting Komentar