Pesan Rohani yang Menggugah Jiwa: Prodiakon Ignasius Rinso Tigor Menyapa Hening Malam Lewat Status WhatsApp
Ketapang, 27 Mei 2025 – Dalam keheningan malam yang sunyi, ketika banyak orang telah beranjak dari riuh aktivitas duniawi, hadir sebuah pesan rohani sederhana namun mendalam yang menyentuh batin banyak jiwa. Tepat pukul 21.31 WIB, Ignasius Rinso Tigor, S.S., seorang Prodiakon dari Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, mengunggah sebuah status WhatsApp yang sarat makna spiritual.
Kalimat tersebut, walau tampak sederhana, mencerminkan sebuah pemahaman spiritual yang dewasa dan jernih. Di tengah dunia yang kian materialistis, di mana perhatian manusia sering kali tersedot pada harta, jabatan, dan segala bentuk kenikmatan duniawi, Prodiakon Ignasius mengajak siapa pun yang membaca pesannya untuk kembali menata hati.
Dalam pesan itu, tersirat bahwa dunia ini memang harus diperhatikan sebagai tempat hidup, bekerja, dan mengabdi tetapi jangan sampai menjadi pusat dan tujuan akhir hidup manusia. Ada yang lebih penting dan kekal: kehidupan yang bersatu dengan Tuhan.
Prodiakon Ignasius Rinso Tigor sendiri dikenal sebagai pribadi yang tenang, bijak, dan setia dalam pelayanan. Tak jarang, ia menyampaikan permenungan singkat lewat media sosial, khususnya status WhatsApp, sebagai sarana pewartaan sederhana yang menjangkau banyak orang. Pesannya kali ini pun mendapat respons positif dari umat dan rekan-rekan pelayan gereja lainnya.
Kehadiran pesan rohani di waktu malam menjadi oase batin di tengah padang gurun kesibukan harian. Bagi banyak umat yang membaca, status tersebut tidak sekadar tulisan, tetapi sapaan lembut dari Tuhan yang hadir melalui hamba-Nya.
Pesan malam itu seakan mengingatkan kembali: Dunia ini memang penting, tapi bukan segalanya. Kita hidup di dunia, namun jiwa kita selalu rindu kepada yang kekal Tuhan sendiri.
Dan di malam yang tenang itu, lewat status sederhana, sebuah pesan rohani pun hadir menyapa jiwa.
Penulis:Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 27 Mei 2025


0 comments:
Posting Komentar