IMAN YANG BERPROSES: Belas Kasih dan Pengampunan dalam Hidup Sehari-hari
Ketapang.Hari Jumat, 4 Juli 2025, Gereja merayakan Jumat Pekan Biasa XIII dengan warna liturgi hijau, sekaligus perayaan fakultatif Santa Elisabeth dari Portugal, Pengaku Iman, dan Santo Ulrich atau Ulrikus, Uskup. Bacaan Injil hari ini diambil dari Matius 9:9-13, mengajak kita merenungkan tentang belas kasih dan pengampunan, terutama bagi para pembaca Katolik yang ingin meneguhkan iman mereka yang terus berproses.
Saudara/i terkasih dalam Kristus,
Iman kita tidak pernah instan. Iman adalah proses panjang yang menuntut kesetiaan dan keterbukaan hati. Kita diajak untuk belajar dari sikap Yesus hari ini: ketika Ia memanggil Matius sang pemungut cukai, seorang pendosa publik di mata masyarakat Yahudi, tanpa syarat dan tanpa menuntut pertobatan mendadak. Panggilan Yesus datang lebih dulu, lalu diikuti oleh proses perubahan hati dan hidup yang pelan tapi pasti.
Iman yang sejati bukan sekadar rutinitas liturgi atau persembahan di altar, melainkan proses hati untuk meneladan belas kasih Allah sendiri. Iman kita akan selalu diuji dalam relasi dengan sesama: bagaimana kita mampu mengasihi dan mengampuni, terutama kepada mereka yang paling sulit kita terima. Inilah wujud nyata iman yang berproses, bukan berhenti pada pengetahuan atau kekaguman akan Yesus, tetapi menjadi transformasi hidup sehari-hari.
Hari ini, kita diingatkan untuk membuka hati. Jangan menutup diri dari sesama, terutama mereka yang pernah bersalah kepada kita. Tuhan menuntut kita untuk mampu mengampuni, sebab Ia sendiri telah lebih dahulu mengampuni kita.
DOA
Amin.
📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 4 Juli 2025

0 comments:
Posting Komentar