Mukjizat Ekaristi di Lanciano: Bukti Nyata Kehadiran Kristus yang Menggetarkan Iman Umat Sepanjang Masa
Ketapang, 3 Juli 2025.Kisah-kisah tentang Mukjizat Ekaristi senantiasa meneguhkan iman umat Katolik di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu mukjizat yang paling terkenal dan telah diakui Gereja Katolik adalah Mukjizat Ekaristi di Lanciano, Italia, yang terjadi sekitar tahun 700 Masehi. Kisah ini kembali disampaikan dalam berbagai kesempatan iman untuk menegaskan kepercayaan akan Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Sakramen Mahakudus.
Mukjizat Ekaristi di Lanciano terjadi di sebuah kota kecil di pesisir Laut Adriatik, Italia. Nama Lanciano sendiri berarti tombak. Menurut tradisi, kota ini berkaitan erat dengan Santo Longinus, prajurit Romawi yang menikam lambung Yesus dengan tombaknya sehingga mengalir darah dan air (Yohanes 19:34). Setelah peristiwa penyaliban itu, Longinus bertobat dan di kemudian hari wafat sebagai martir demi imannya.
Pada masa itu, sekitar abad ke-8, Gereja sedang diguncang oleh suatu bidaah (ajaran sesat) yang menentang ajaran tentang Kehadiran Nyata Kristus dalam Ekaristi. Seorang imam dari Ordo Basilius, yang bertugas di Gereja St. Longinus di Lanciano, dilaporkan mulai meragukan ajaran trans-substansiasi, yaitu perubahan roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus secara hakiki, meskipun rupa lahirnya tetap roti dan anggur.
Namun keraguan imam tersebut dijawab langsung oleh Tuhan. Pada suatu pagi saat perayaan Misa, tepat ketika kata-kata konsekrasi diucapkan, tubuh sang imam bergetar hebat. Dengan penuh keheranan dan ketakutan, ia memandang altar di hadapannya dan menyaksikan hosti yang ia konsekrasi berubah menjadi daging hidup, sedangkan anggur dalam piala berubah menjadi darah. Imam tersebut lalu menunjukkan mukjizat itu kepada umat yang hadir pada Misa pagi itu. Suasana menjadi sangat hening, banyak umat yang menangis terharu menyadari kebesaran Tuhan yang nyata di hadapan mereka.
Berita tentang mukjizat ini segera menyebar ke seluruh penjuru wilayah tersebut. Uskup Agung setempat memerintahkan penyelidikan lebih lanjut. Darah yang berubah dari anggur tersebut menggumpal menjadi lima bagian dengan ukuran berbeda. Namun yang menakjubkan, ketika kelima gumpalan darah itu ditimbang secara terpisah, berat masing-masing gumpalan sama dengan berat kelima gumpalan jika ditimbang bersama-sama. Hal ini menunjukkan misteri ilahi yang tidak dapat dijelaskan dengan nalar manusia.
Daging yang adalah hosti itu memiliki ukuran sama dengan hosti besar yang digunakan dalam Misa Latin. Warnanya coklat muda, tampak kemerahan apabila disinari dari belakang. Sementara darah tersebut berwarna coklat kemerahan menyerupai tanah liat. Daging dan darah tersebut disimpan dalam wadah khusus yang terbuat dari gading, namun tidak disegel kedap udara.
Sejak mukjizat terjadi hampir 1300 tahun silam, berbagai penelitian dilakukan untuk menelaah lebih dalam peristiwa iman ini. Pada rentang tahun 1970–1971, dilakukan penelitian ilmiah oleh Prof. Odoardo Linoli, seorang profesor ternama dalam Patologi Anatomi, Histologi, dan Kimia Mikroskopis Klinis, dibantu oleh Prof. Ruggero Bertelli dari University of Siena. Hasil penelitian mereka dipublikasikan pada tahun 1973 dalam Quaderni Sclavo di Diagnostica Clinica e di Laboratori. Mereka menyatakan bahwa daging tersebut adalah jaringan otot jantung manusia dan darah yang ada adalah darah manusia dengan golongan AB. Yang menakjubkan, penelitian juga menunjukkan bahwa daging dan darah tersebut memiliki karakteristik darah hidup tanpa bahan pengawet sedikit pun meski telah berabad-abad lamanya.
Mukjizat Ekaristi di Lanciano juga menegaskan kebenaran iman Gereja Katolik bahwa dalam Perayaan Ekaristi, Yesus Kristus sungguh hadir secara nyata. Dalam setiap perayaan Misa Kudus, Kristus sendiri memberikan Tubuh dan Darah-Nya sebagai santapan rohani bagi umat beriman demi kehidupan kekal. Peristiwa ini mengingatkan umat untuk senantiasa menghormati Sakramen Mahakudus dengan iman yang teguh, rendah hati, dan penuh syukur.
Bagi mereka yang tidak percaya, tidak ada penjelasan ilmiah yang akan mampu meyakinkan mereka. Namun bagi mereka yang percaya, mukjizat ini bukan lagi sekadar kisah bersejarah, melainkan bukti kasih Tuhan yang tak terbatas kepada umat manusia. Dalam doa kita memohon, “Bangkitkanlah dalam diri kami rasa lapar dan haus akan santapan Ekaristi-Mu, ya Kristus, agar dengan mengikuti-Mu dan mencicipi roti surgawi-Mu, kami boleh datang untuk menikmati kehidupan kekal.”
Mukjizat Ekaristi Lanciano, bersama berbagai mukjizat Ekaristi lain di dunia, adalah tanda kehadiran Tuhan yang mengatasi logika manusia dan akan selalu meneguhkan iman Gereja sampai akhir zaman.
Sumber: Five Eucharistic Miracles – National Catholic Register
📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 3 Juli 2025




0 comments:
Posting Komentar