MELIHAT DAN MENDENGARKAN TUHAN: Sebuah Panggilan untuk Setia Merenungkan Karya Kasih Allah
Ketapang.Hari Sabtu, 26 Juli 2025, Gereja Katolik merayakan Hari Sabtu Biasa Pekan XVI sekaligus Peringatan Wajib Santa Anna dan Santo Yoakim, orangtua dari Santa Perawan Maria. Warna liturgi putih digunakan hari ini sebagai lambang kemurnian dan sukacita akan teladan iman para kudus yang telah menjadi bagian penting dalam sejarah keselamatan.
Bacaan Injil hari ini diambil dari Matius 13:16–17, yang menyoroti betapa bahagianya mereka yang dapat melihat dan mendengarkan apa yang tidak pernah dilihat atau didengar oleh banyak orang lain:
"Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."
Merenungkan Makna MELIHAT dan MENDENGARKAN TUHAN
Kita hidup di zaman yang sangat visual dan auditif. Setiap hari mata dan telinga kita dijejali dengan berbagai hal mulai dari informasi di media sosial, hiburan, iklan, hingga berita-berita yang kadang simpang siur. Namun, di antara begitu banyak suara dan gambar itu, apakah kita masih mampu melihat jejak langkah Tuhan di tengah kehidupan kita? Apakah kita masih sanggup mendengarkan bisikan kasih-Nya yang seringkali hadir dalam keheningan?
Yesus dalam Injil hari ini menyebut bahwa kita sungguh berbahagia jika dapat melihat dan mendengarkan apa yang telah diwahyukan oleh Allah melalui-Nya. Betapa banyak orang zaman dahulu para nabi, orang benar, dan orang kudus merindukan kehadiran Sang Mesias, namun mereka tidak mengalami langsung sebagaimana para murid dan kita yang hidup dalam zaman rahmat ini.
Namun, rahmat besar ini menuntut tanggung jawab iman. Kita diundang untuk membuka mata rohani kita, tidak hanya terpaku pada hal-hal duniawi yang fana. Kita diundang untuk melihat dengan mata iman melihat kasih Tuhan dalam senyum anak-anak, dalam pengampunan seorang sahabat, dalam pekerjaan yang jujur, dalam keheningan doa, bahkan dalam penderitaan yang meneguhkan harapan. Melihat Tuhan bukan berarti melihat secara fisik, tetapi menyadari kehadiran-Nya dalam setiap momen hidup, sekecil apapun.
Begitu juga dalam mendengarkan. Suara Tuhan tidak selalu datang dengan petir atau guntur. Ia bisa berbicara melalui suara hati nurani, melalui Sabda-Nya dalam Kitab Suci, melalui ajaran Gereja, melalui nasihat seorang imam atau sahabat rohani, bahkan melalui peristiwa sehari-hari yang sederhana. Tapi celakalah kita bila lebih memilih mendengar gosip, berita palsu, atau ujaran kebencian, daripada meluangkan waktu sejenak untuk duduk diam dan mendengarkan firman Tuhan dalam doa dan permenungan.
Belajar dari Santa Anna dan Santo Yoakim
Dalam peringatan Santa Anna dan Santo Yoakim, kita belajar bagaimana pasangan ini menjadi teladan dalam melihat dan mendengarkan Tuhan. Mereka tidak disebut secara eksplisit dalam Kitab Suci, namun Tradisi Gereja menghormati mereka sebagai orangtua dari Maria, yang telah mendidik dan membesarkan Bunda Allah dengan kesetiaan, kelembutan, dan iman mendalam.
Mereka melihat Tuhan dalam pengharapan yang panjang. Dalam ketidaksuburan mereka, mereka tidak mengutuk Tuhan, melainkan tetap percaya dan setia. Mereka mendengarkan Tuhan dalam keheningan batin dan doa yang tekun. Dari merekalah Maria belajar menjadi hamba Tuhan, yang terbuka pada Sabda dan bersedia menjalankan kehendak-Nya.
Ajakan bagi Umat
Maka, pada hari ini, marilah kita memeriksa kembali mata dan telinga rohani kita:
Apakah aku lebih sering melihat dosa dan kesalahan orang lain, daripada melihat kebaikan Tuhan yang terus hadir?
Apakah aku lebih sering mendengar suara dunia, daripada suara Tuhan yang menuntunku dalam kebenaran?
Apakah aku melihat Alkitab sebagai sahabat sehari-hari, ataukah aku lebih akrab dengan layar-layar digital yang penuh informasi fana?
Jika kita setia melatih diri untuk melihat dan mendengarkan Tuhan setiap hari, maka hati kita pun akan semakin terbuka untuk mengalami kasih sejati yang menyelamatkan. Maka benarlah sabda Yesus hari ini: “Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.”
DOA
Bukalah mata rohani kami agar dapat melihat kehadiran-Mu dalam setiap pribadi dan peristiwa. Bukalah telinga batin kami agar sanggup menangkap suara-Mu yang menuntun kami pada jalan keselamatan.
📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 25 Juli 2025

0 comments:
Posting Komentar