Pimpin Misa
Misa Hari Minggu Biasa XVI: Belajar dari Abraham, Marta, dan Maria untuk Mengutamakan Allah dalam Hidup
Ketapang, 20 Juli 2025.Umat Katolik Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, merayakan Hari Minggu Biasa XVI pada Minggu (20/7) dengan warna liturgi hijau. Perayaan Ekaristi Kudus dipimpin oleh Pastor Vikaris ex officio RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP, didampingi oleh RP. Vitalis Nggeal, CP.
Ibadat dimulai pukul 07.00 WIB dengan Ibu Luliana Suan bertugas sebagai lektor, Ibu Dona Nathasia sebagai pemazmur, serta paduan suara oleh WKRI dengan dirigen Fransiska Romana Sri Wijati dan organis Ibu Martha Koleta Popyzesika. Umat mengikuti misa dengan khusyuk dan penuh sukacita, seraya merenungkan sabda Allah hari ini yang mengajak setiap pribadi menumbuhkan kepekaan, pelayanan tulus, dan prioritas akan Allah dalam hidup sehari-hari.
Homili: Kepekaan Abraham, Pelayanan Marta, dan Iman Maria
Dalam homilinya, RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP menyapa umat dengan penuh kehangatan:
“Selamat pagi Bapak, Ibu, saudara-saudari dan adik-adik yang terkasih dalam Tuhan. Hari ini kita belajar dari Abraham, Marta, dan Maria. Dalam bacaan pertama, kita mendengar bagaimana Abraham sebagai gembala selalu menyapa dan menyambut tamunya dengan penuh sukacita. Bahkan ketika ada gembala yang lewat di depan kemahnya, ia selalu menyapa, dan Tuhan pun selalu membalas kebaikannya.”
Romo Oscar menegaskan bahwa Allah berkunjung kepada Abraham melalui tiga tamunya. Allah dapat berbicara dan hadir dalam hidup kita dengan banyak cara, baik melalui suara hati, orang lain, situasi hidup, maupun sabda-Nya. Abraham menunjukkan kepekaan rohani yang besar dengan menyambut tamu-tamunya dengan penuh hormat dan kasih.
“Dalam Injil hari ini, kita mendengar bagaimana Marta melayani Yesus dengan baik, sedangkan Maria duduk diam di kaki Tuhan dan mendengarkan-Nya. Seperti ibu-ibu ketika Romo datang ke rumah, atau siapa pun tamu yang datang, pasti kita dengan spontan membuatkan kopi atau teh. Itulah wujud keramahan dan kasih kita. Tetapi Yesus mengingatkan, prioritas kita tetap pada sabda-Nya, bukan hanya kesibukan melayani,” lanjut Romo.
Beliau menjelaskan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, umat diajak untuk meneladani Abraham yang selalu siap menyambut tamunya, Marta yang melayani dengan kasih, dan Maria yang mengutamakan sabda Tuhan.
“Kita tidak boleh hanya sibuk bersimpuh di kaki Tuhan tanpa mendengarkan-Nya dengan sungguh. Prioritas kita adalah Yesus sendiri. Karya pelayanan kita harus disemangati permenungan akan Tuhan. Dalam Mazmur hari ini dikatakan, Kristus hidup dalam kehidupan kita dan harus menjadi semangat dalam diri kita,” tegasnya.
Allah Menepati Janji dan Tidak Ada yang Mustahil
Lebih lanjut, Romo Oscar menguraikan tentang janji Allah kepada Abraham, bahwa dalam kepekaan dan keramahannya, Abraham justru menerima peneguhan atas janji Allah. Allah berkata kepadanya: “Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk Tuhan?”
“Dalam pergumulan kita sehari-hari, sering kita bertanya: mampukah Allah menolongku keluar dari masalah ini? Apakah Allah sanggup mengangkat aku dari kecanduan dosa yang menjerat begitu lama? Jangan biarkan pertanyaan ini membuat kita ragu pada Tuhan. Sebaliknya, dengan peka akan kehadiran-Nya setiap hari, kita diteguhkan kembali bahwa Dia peduli dan sanggup menolong kita sesuai kuat kuasa-Nya,” kata Romo dengan penuh penekanan.
Mazmur: Evaluasi Hidup Seorang Kristen
Dalam refleksi atas Mazmur 15, Romo Oscar mengajak umat untuk menjadikan ayat-ayatnya sebagai evaluasi hidup:
“Mazmur ini berisi pertanyaan dan jawaban yang selalu harus kita tanyakan dan jawab sepanjang hidup. Siapa yang boleh menumpang di kemah Allah dan tinggal di gunung-Nya yang kudus? Tidak seorang pun, kecuali Yesus Kristus dan mereka yang sudah dibenarkan dalam Dia.”
Namun demikian, lanjut Romo, bukan berarti kita bebas hidup sesuka hati. Justru sebagai umat Kristiani, kita dituntut untuk memiliki gaya hidup yang sesuai dengan kehendak Allah.
“Kita harus berusaha memiliki kualitas moral yang tidak bercela, jujur dalam perkataan, menggunakan bibir untuk membangun orang lain, menegakkan keadilan, tidak mencari keuntungan dengan mengorbankan pihak lain. Dalam masyarakat yang moralitasnya sering dikalahkan kepentingan pribadi, tekad Kristen ini sungguh tidak mudah. Tetapi itulah panggilan kita,” pungkas Romo Oscar.
Penutup: Kehidupan Sejati Bersumber dari Allah
Homili ditutup dengan ajakan untuk menjadi pelayan yang peka seperti Abraham, Marta, dan Maria, serta menjadikan Yesus sebagai prioritas utama dalam seluruh karya dan pelayanan hidup kita. Dengan demikian, kita tidak hanya menjalankan ibadah lahiriah, tetapi sungguh menghadirkan Kerajaan Allah di tengah keluarga, gereja, dan masyarakat.
Perayaan Ekaristi ditutup dengan berkat peneguhan bagi seluruh umat. Misa berlangsung dengan tertib dan khidmat, menjadi bekal rohani untuk menguatkan iman dalam menjalani pekan ini.
📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 20 Juli 2025
0 comments:
Posting Komentar