112 Calon Penerima Sakramen Krisma Ikuti Pembelajaran Pertemuan IV di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang


Foto Bapak Ignasius Rinso Tigor, S.S.Saat Mengajar

112 Calon Penerima Sakramen Krisma Ikuti Pembelajaran Pertemuan IV di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Ketapang, 20 Juli 2025.Sebanyak 112 orang calon penerima Sakramen Krisma mengikuti pembelajaran pertemuan keempat yang dilaksanakan di Gereja Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, pada Minggu (20/7) pukul 08.45 WIB, tepat setelah Misa pagi.

Pembelajaran ini dipandu oleh Bapak Ignasius Rinso Tigor, S.S. selaku pembimbing calon Krisma. Pertemuan IV kali ini mengusung tema “Krisma sebagai Sakramen Pendewasaan Iman”, bertujuan mempersiapkan para calon Krisma agar semakin memahami makna sakramen tersebut dalam kehidupan menggereja dan menjadi dewasa dalam iman.

Acara dimulai dengan lagu pembuka “Datanglah Roh Maha Kudus”, dilanjutkan Doa Pembuka. Bacaan Kitab Suci diambil dari Kisah Para Rasul 2:41-47 yang menceritakan kehidupan jemaat perdana yang penuh kebersamaan dalam iman, doa, serta pelayanan kasih.

Dalam materi inti, Bapak Ignasius Rinso Tigor menekankan bahwa dengan menerima Sakramen Krisma, umat Katolik dinyatakan telah dewasa dalam iman, dikukuhkan sebagai anggota penuh Gereja dengan hak dan kewajiban untuk menumbuhkembangkan iman, menjadi saksi Kristus, dan terlibat aktif dalam kehidupan menggereja.

Ia juga menekankan empat aspek penting kegiatan Gereja yang harus dijalankan secara seimbang, yaitu:

  1. Liturgia (perayaan iman) – ibadat Gereja yang merupakan sumber dan puncak hidup orang Kristiani. Segala kegiatan umat bersumber pada liturgi dan bermuara pada liturgi sebagai ungkapan syukur dan perutusan.

  2. Kerygma (pewartaan iman) – mewartakan Kabar Gembira Kristus kepada sesama, baik melalui kata-kata maupun teladan hidup sehari-hari.

  3. Diakonia (pelayanan kasih) – melayani sesama dengan kasih tulus dan kerelaan hati, termasuk melalui jabatan atau tugas-tugas pelayanan tertentu dalam Gereja.

  4. Koinonia (persaudaraan iman) – membangun persekutuan melalui kebersamaan, kegiatan lingkungan, kelompok kerasulan, serta kunjungan antarumat, sehingga iman tumbuh dalam semangat kekeluargaan.

“Keempat aspek ini tidak boleh hanya ditekankan salah satunya saja. Semua harus berjalan bersama agar iman kita bertumbuh kuat dan kita sungguh menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Bapak Ignasius Rinso Tigor di hadapan para calon Krisma.

Kegiatan pembelajaran ini ditutup dengan Doa Penutup dan lagu “Jadilah Saksi Kristus” yang mengobarkan semangat para calon Krisma untuk siap menerima Sakramen Krisma dan melaksanakan tugas perutusannya sebagai orang Katolik yang dewasa dalam iman dan penuh tanggung jawab.

Dengan pembelajaran ini, diharapkan para calon Krisma semakin memahami peran dan tanggung jawab mereka sebagai anggota penuh Gereja yang siap bersaksi, melayani, dan membangun persekutuan kasih di mana pun mereka berada.

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   20  Juli 2025  

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar