Paus Leo XIV: Gereja Harus Menerangi “Malam Gelap Dunia Ini”
Ketapang, 2 Juli 2025.Bapa Suci Paus Leo XIV, dalam Misa perdananya yang dirayakan pada 9 Mei 2025 di Kapel Sistina, menegaskan bahwa Gereja Katolik harus menjadi terang di tengah “malam gelap dunia ini”. Misa tersebut merupakan perayaan pertamanya setelah terpilih sebagai Paus, dihadiri oleh para kardinal dan umat yang memenuhi kapel bersejarah tersebut.
Dalam homilinya yang dimulai dalam bahasa Inggris, Paus Leo XIV mengutip mazmur tanggapan, “Aku akan menyanyikan lagu baru bagi Tuhan karena Ia telah melakukan karya-karya ajaib.” Beliau mengajak seluruh kardinal dan umat untuk menyadari keajaiban dan berkat yang senantiasa Tuhan curahkan.
“Melalui pelayanan Petrus, kamu memanggilku untuk memikul salib itu dan menerima misi tersebut, dan aku tahu aku dapat mengandalkan kalian semua untuk berjalan bersamaku sebagai Gereja, sebagai komunitas para sahabat Yesus, sebagai para percaya untuk mewartakan Kabar Baik, mewartakan Injil,” ungkap Paus Leo XIV.
Ketika berkhotbah dalam bahasa Italia, beliau menekankan jawaban Santo Petrus atas pertanyaan Kristus, “Siapakah Aku ini menurut kamu?” (Mat 16:16). Paus Leo XIV menjelaskan bahwa pengakuan Petrus “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup” – merupakan warisan iman Gereja yang terus dijaga, diperdalam, dan diwariskan melalui suksesi apostolik selama dua ribu tahun.
Beliau menegaskan, “Yesus adalah Kristus, Anak Allah yang hidup: satu-satunya Penyelamat, yang menyatakan wajah Bapa. Dalam Dia, Allah menampakkan diri kepada kita melalui mata anak kecil yang penuh percaya, pikiran muda yang hidup, dan rupa seorang pria dewasa, hingga akhirnya menampakkan diri dalam tubuh-Nya yang mulia setelah kebangkitan.”
Paus Leo XIV menambahkan bahwa Gereja harus menjadi “kota di atas gunung” dan “bahtera keselamatan yang berlayar dalam sejarah” serta “suar yang menerangi malam gelap dunia ini”. Beliau menekankan bahwa terang Gereja bukan terletak pada kemegahan struktur dan bangunannya, melainkan pada kekudusan para anggotanya.
Dalam pesannya, beliau juga menyoroti beberapa poin penting:
Misi Misioner Gereja
Paus Leo XIV menekankan pentingnya kehadiran dan kesaksian Gereja di wilayah-wilayah yang memarginalkan atau menganiaya iman. “Di sanalah karya misi Gereja sangat dibutuhkan,” tegas beliau.
Menyembuhkan Luka Sosial
Beliau mengakui adanya kerapuhan iman, hilangnya makna hidup, dan pengabaian belas kasih yang melukai umat manusia. Gereja, katanya, harus menjadi sumber kesembuhan dan harapan.
Dialog dan Perjumpaan
Paus juga mengajak seluruh Gereja untuk membangun jembatan melalui dialog dan perjumpaan, menekankan persatuan dan perdamaian.
Dalam konteks sejarah, Paus Leo XIV menjadi Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat. Terpilihnya beliau dianggap sebagai kesinambungan dari kepemimpinan Paus Fransiskus, sekaligus membuka babak baru bagi Gereja Katolik.
Mengakhiri homilinya, Paus Leo XIV menegaskan, “Kita dipanggil untuk mewartakan perbuatan-perbuatan ajaib Dia yang memanggil kita keluar dari kegelapan menuju terang-Nya yang menakjubkan.”
📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 2 Juli 2025

0 comments:
Posting Komentar