Paus Leo XIV Kembalikan Tradisi Lama, Mgr. Fransiskus Nipa Terima Pallium Langsung di Vatikan

 

Foto  Bapa Suci Paus Leo XIV Mengenakan pallium Pada
         Mgr. Fransiskus Nipa,Uskup                         Keuskupan Agung Makassar

Paus Leo XIV Kembalikan Tradisi Lama, Mgr. Fransiskus Nipa Terima Pallium Langsung di Vatikan

                                        

Ketapang, 2 Juli 2025.Pada Hari Raya Santo Petrus dan Paulus, Rasul, yang diperingati pada 29 Juni 2025, Mgr. Fransiskus Nipa, Uskup Keuskupan Agung Makassar (KAMS), menerima pallium langsung dari Paus Leo XIV di Basilika Santo Petrus, Vatikan.









Pallium adalah busana gerejawi dari wol putih yang dikenakan di atas bahu, melambangkan otoritas pastoral uskup agung dan kesatuan dengan Paus sebagai penerus Santo Petrus, Paus pertama Gereja Katolik. Pallium juga menandakan panggilan uskup agung untuk menjadi gembala yang menggendong domba-domba yang hilang, lemah, dan terluka, sebagaimana Kristus Gembala Agung.

Tahun ini, Paus Leo XIV menghidupkan kembali tradisi lama Gereja Katolik dengan memberkati dan mengenakan pallium secara langsung kepada 54 uskup agung metropolitan baru dari seluruh dunia. Tradisi ini telah ada sejak abad ke-6 dan menjadi standar pada abad ke-9. Namun, sejak 2015 pada masa Paus Fransiskus, pallium diberkati di Roma tetapi dikenakan oleh Nuncio Apostolik di keuskupan masing-masing uskup agung untuk menekankan hubungan dengan gereja lokal.

Dalam homilinya, Paus Leo XIV menekankan makna Hari Raya Santo Petrus dan Paulus sebagai teladan kesatuan dan harmoni. “Meskipun keduanya memiliki latar belakang dan pendekatan berbeda, mereka hidup dalam harmoni yang berbuah dalam keberagaman,” ujar Paus. Santo Petrus, nelayan sederhana dari Galilea, diutus kepada orang Yahudi, sementara Santo Paulus, mantan Farisi dan penganiaya umat Kristiani, diutus kepada bangsa-bangsa lain setelah perjumpaannya dengan Kristus yang bangkit.

Paus menegaskan, “Komuni yang dihidupi Petrus dan Paulus tidak menghapus kebebasan dan keunikan masing-masing. Mereka justru saling melengkapi, menghadirkan persatuan dalam keberagaman karunia dan pelayanan.”

Berikut enam hal penting tentang pallium:

1️⃣ Pemberian hak pribadi oleh Paus – Paus memberkati dan mengenakan pallium, menegaskan kesatuan uskup agung dengan Bapa Suci.
2️⃣ Penempatan di makam Santo Petrus – Pallium diletakkan di samping makam rasul sebelum upacara sebagai tanda suksesi apostolik.
3️⃣ Asal usul historis – Tradisi pallium dimulai sejak abad ke-6 dan menjadi kewajiban bagi uskup metropolitan pada abad ke-9.
4️⃣ Wol dari domba yang diberkati – Pallium dibuat dari wol domba yang dulunya diberkati pada Hari Raya Santa Agnes.
5️⃣ Kerajinan monastik – Para biarawati Benediktin Basilika Santa Cecilia menenun pallium dari wol domba.
6️⃣ Simbolisme domba – Melambangkan panggilan uskup untuk merawat umat yang tersesat dan lemah.

Kitab Hukum Kanonik mengatur bahwa dalam waktu tiga bulan sejak pengangkatan atau pentahbisan, semua uskup agung wajib meminta pallium dari Paus sebagai tanda kekuasaan mereka di provinsinya sendiri dalam persekutuan dengan Gereja Roma.

Pada akhir Misa, para diakon mengambil pallium dari Makam Santo Petrus dan menyerahkannya kepada Paus. Para uskup agung metropolitan kemudian mengucapkan janji kesetiaan kepada Paus dan Gereja Roma. Setelah itu, Paus Leo XIV secara pribadi mengenakan pallium pada masing-masing uskup agung, termasuk Mgr. Fransiskus Nipa, seraya memberikan pelukan dan kata-kata penguatan iman.

Dalam penutup homili, Paus Leo XIV berdoa agar melalui perantaraan Santo Petrus dan Paulus, seluruh umat Allah semakin dipersatukan dalam iman dan kasih untuk mewartakan Injil di tengah dunia.

Sumber: www.vaticannews.va

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:  2 Juli 2025


    About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

    This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

    0 comments:

    Posting Komentar