Pertemuan V Katekese Krisma: Hendrikus Hendri, S.S. Tegaskan Krisma sebagai Sakramen Perutusan

 

Foto Bapak Hendrikus Hendri, S.S

Saat Mengajar  Calon Krisma

Pertemuan V Katekese Krisma: Hendrikus Hendri, S.S. Tegaskan Krisma sebagai Sakramen Perutusan

Ketapang, 28 Juli 2025.Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, kembali melangsungkan kegiatan pembinaan iman bagi para calon penerima Sakramen Krisma pada Minggu, 27 Juli 2025. Bertempat di Gereja Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Setelah selesai Misa Pukul 09.55 WIB, sebanyak 112 calon krismawan dan krismawati mengikuti Pertemuan Kelima dalam rangkaian persiapan menerima Sakramen Krisma.




































Pertemuan kali ini dipandu langsung oleh Bapak Hendrikus Hendri, S.S., yang menjabat sebagai Ketua Bidang Pewartaan Dewan Pastoral Paroki (DPP). Dalam pertemuan tersebut, beliau mengusung tema “Krisma sebagai Sakramen Perutusan”, yang menekankan panggilan dan perutusan setiap orang Katolik dalam hidup menggereja dan bermasyarakat.

Diawali dengan Roh Kudus, Ditutup dengan Perutusan

Kegiatan dibuka dengan menyanyikan lagu pujian “Datanglah Roh Maha Kudus” yang dilanjutkan dengan doa pembuka sebagaimana tercantum dalam buku panduan. Bacaan Kitab Suci diambil dari Matius 28:16-20, menegaskan mandat Yesus kepada para murid untuk mewartakan Injil ke seluruh dunia.

Dalam pemaparannya, Hendrikus Hendri menguraikan secara mendalam bagaimana Sakramen Krisma melengkapi Baptisan dan menguatkan umat beriman untuk mengambil bagian dalam tritugas Kristus: sebagai imam, nabi, dan raja.

Imam, Nabi, dan Raja: Peran yang Dihidupi Umat

  1. Sebagai Imam Rajawi, umat diundang untuk menjadikan seluruh kehidupannya – suka dan duka, kerja dan istirahat – sebagai persembahan rohani kepada Allah. Dalam konteks keluarga, orang tua diajak untuk menguduskan keluarga melalui teladan hidup Kristiani.

  2. Sebagai Nabi, umat diajak menjadi pewarta yang setia – baik melalui perkataan maupun kesaksian hidup. Hendrikus Hendri menekankan pentingnya pertobatan pribadi, pengakuan iman, dan keberanian untuk mewartakan Kristus di tengah masyarakat yang plural dan kompleks.

  3. Sebagai Raja, umat diundang untuk menjadi pemimpin yang meneladani Kristus. Kepemimpinan dalam konteks Katolik adalah pelayanan, bukan dominasi. Menguasai diri, mendengarkan suara hati yang terang, dan membimbing sesama agar menjauhi dosa adalah bentuk nyata panggilan kenabian dan rajawi umat beriman.

Menjadi Perpanjangan Tangan Karya Keselamatan Kristus

Sesi ditutup dengan refleksi mendalam bahwa setiap pribadi Katolik yang telah dibaptis dan menerima Krisma diundang untuk melanjutkan karya keselamatan Kristus di dunia. "Tuhan Yesus membutuhkan mata kita, telinga kita, mulut kita, hati kita, tangan kita, dan kaki kita untuk menghadirkan kasih-Nya bagi sesama," ujar Hendrikus Hendri dengan nada tegas dan menggugah.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan lagu penutup “Jadilah Saksi Kristus”, mengingatkan para peserta akan misi suci yang diemban setelah menerima Sakramen Krisma: menjadi saksi kasih Kristus di dunia.

Antusiasme dan Harapan

Para calon krisma tampak antusias mengikuti sesi yang berlangsung sekitar dua jam tersebut. Beberapa peserta menyatakan bahwa sesi ini membuka mata mereka mengenai arti mendalam dari Krisma sebagai panggilan untuk bersaksi, bukan sekadar seremoni gerejawi.

Dengan pertemuan ini, diharapkan para calon krisma semakin mantap dalam menjalani masa persiapan rohani mereka, serta siap menerima pencurahan Roh Kudus demi mewujudkan hidup sebagai murid Kristus yang diutus di tengah dunia.


📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   28  Juli 2025 


About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar