WANITA KATOLIK REPUBLIK INDONESIA RAYAKAN HUT KE-101 DI KETAPANG
Lahir Kembali, Semakin Berarti untuk Perempuan, Anak, dan Gereja
Ketapang, Minggu 20 Juli 2025 .Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Santo Agustinus Keuskupan Ketapang merayakan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-101 dengan tema “Lahir Kembali Semakin Berarti.” Perayaan yang diadakan di Gedung Jerun Stoop, Kompleks Pastoran Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Ketapang, ini mengusung subtema “Wanita Katolik Republik Indonesia Berjalan Bersama dalam Pengharapan Mewujudkan Kesejahteraan Perempuan dan Anak.”
Acara diawali dengan doa pembuka, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan Hymne WKRI. Hadir dalam kesempatan tersebut Pastor Vikaris ex officio RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP., Pastor Kepala Paroki RP. Vitalis Nggeal, CP., Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Bapak Jeno Leo, Ketua II Bapak Andreas Didik Eko Purwantoro, para Ketua Lingkungan, pengurus WKRI, OMK, serta organisasi wanita Katolik lainnya. Tercatat sekitar 600 peserta hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Rangkaian Kegiatan Peduli Sesama dan Lingkungan
Dalam sambutannya, Ketua Panitia HUT ke-101 WKRI, Ibu Kristina Yulyanti, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung rangkaian acara. Sebelumnya, WKRI telah mengadakan beberapa kegiatan antara lain kunjungan kasih ke RS Fatima dan RSUD Agoesdjam Ketapang, aksi WKRI Peduli dengan menanam pohon mangga dan lengkeng, senam massal di halaman Gereja Santo Agustinus, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, serta kolaborasi dengan PPK Kecamatan Delta Pawan, Desa Paya Kumang, Gabungan PKK Kabupaten, OMK, dan organisasi wanita Katolik lain.
“Terima kasih kepada Kepala Dinas Kesehatan dan semua pihak atas dukungannya. Terima kasih kepada Pastor Paroki yang selalu mendukung kegiatan WKRI. Semoga WKRI Peduli semakin nyata dirasakan masyarakat,” ujar Kristina Yulyanti.
Sambutan Pastor Kepala Paroki dan Pesan Spiritualitas
Dalam sambutan penasehat rohani WKRI, Pastor Kepala Paroki RP. Vitalis Nggeal, CP., menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-101 kepada WKRI. “Kami pastor paroki dan DPP tidak menyangkal eksistensi ibu-ibu WKRI. Kemarin dalam pemeriksaan kesehatan, saya dan Romo Aris bersyukur karena hasilnya baik,” ujarnya disambut tawa hadirin.
Lebih lanjut, Pastor Vitalis menegaskan bahwa WKRI adalah kekuatan spiritualitas yang memancarkan cahaya Injil dan menginspirasi keluarga. “Perduli pada anak-anak, pada suami, bagaimana kebaikan itu menjadi penyemangat dalam karya WKRI. Kami selalu mendukung kegiatan WKRI. Amin,” tuturnya penuh haru.
WKRI, Ladang Pengabdian yang Semakin Berarti
Ketua DPC WKRI, Ibu Fransiska Mincu, juga menyampaikan apresiasi kepada Pastor Paroki, DPP, para seminaris, dan seluruh panitia. “Terima kasih atas kerja keras dan dedikasinya. Bagi kita pengurus WKRI, jadikanlah organisasi ini sebagai ladang pengabdian dengan semangat pendiri WKRI. Selamat ulang tahun ke-101, semoga WKRI menjadi garam dan terang dunia di tengah masyarakat,” ucapnya.
Pembacaan Sejarah Singkat WKRI
Ibu Kresensia Nini membacakan sejarah singkat berdirinya WKRI. Diketahui WKRI didirikan pada 26 Juni 1924 di Yogyakarta oleh Raden Ajeng Maria Soelastri Soejadi Sasraningrat Darmaseputra (adik kandung Nyi Hajar Dewantara) dengan nama awal Perkumpulan Ibu-Ibu Katolik. Organisasi ini lahir dari cinta kasih sebagai wujud iman Katolik dan semangat memberdayakan perempuan melalui pendidikan, membaca, menulis, dan membuka wawasan kaum wanita Katolik.
Dalam perkembangannya, nama organisasi beberapa kali berubah: Poesara Wanita Katolik (1930) dan Pangreh Ageng Wanita Katolik (1934). Setelah kemerdekaan Indonesia, WKRI bangkit kembali sebagai organisasi sosial mandiri, menetapkan Santa Anna sebagai pelindung organisasi, serta pada tahun 1952 mendapatkan status badan hukum.
Saat ini, WKRI memiliki 798 cabang aktif di seluruh Keuskupan Indonesia, terus berjuang dengan prinsip solidaritas dan subsidiaritas untuk kesejahteraan perempuan dan anak, serta tetap setia menjadi mitra gereja dalam pelayanan sosial, pastoral, dan advokasi kebijakan publik untuk keadilan gender di Indonesia.
Makna Filosofis Tumpeng
Pastor Vikaris RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP., juga menjelaskan makna filosofis tumpeng yang dihadirkan dalam perayaan tersebut. Menurutnya, tumpeng melambangkan rasa syukur, hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama, serta harapan akan kehidupan yang baik. “Tumpeng juga melambangkan kebersamaan dan gotong royong, sebagai ungkapan kasih kepada sesama,” jelasnya.
Penutup yang Meriah dan Penuh Sukacita
Acara dilanjutkan dengan foto bersama, doa makan, dan santap siang prasmanan. Kemeriahan semakin terasa dengan pembagian doorprize kepada para peserta yang beruntung, disusul menyanyi dan bergembira bersama. Perayaan HUT ke-101 WKRI ditutup dengan doa bersama, memohon berkat agar WKRI tetap menjadi pelayan gereja yang tangguh dan sumber inspirasi bagi perempuan Katolik dalam berkarya dan bersaksi di tengah masyarakat.
📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 20 Juli 2025
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
0 comments:
Posting Komentar