Maria Bintang Evangelisasi Baru: Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Hidupkan Semangat Pewartaan Injil
KETAPANG, 11 Agustus 2025.Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, menggelar program pembelajaran firman Tuhan bertajuk “Maria Bintang Evangelisasi Baru” yang berlangsung selama hampir tiga bulan, mulai 14 Juli hingga 6 Oktober 2025, setiap Senin malam pukul 18.45 – 21.00 WIB di Gedung Jeron Stoop, kompleks Paroki St. Agustinus Paya Kumang.
Acara ini diinisiasi sebagai bagian dari komitmen Gereja untuk menghidupkan kembali semangat misioner umat Katolik di tengah tantangan zaman modern. Sebanyak 14 peserta mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusiasme. RD. GM Lastsendy Pamungkas Winarta hadir sebagai pemateri utama, sementara susunan kepanitiaan dipimpin oleh Ibu Angelina Norma Sanger selaku Ketua Panitia, dibantu oleh Saudari Even Fransiska sebagai Sekretaris, bersama sejumlah panitia lainnya.
Makna Evangelisasi dan Amanat Agung Yesus
Dalam sesi pembukaan, RD. Lastsendy menegaskan bahwa evangelisasi adalah tugas hakiki Gereja untuk mewartakan Kabar Baik Yesus Kristus, sebagaimana ditegaskan Yesus dalam Injil Matius 28:19-20. Amanat ini berlaku bagi setiap umat beriman, termasuk untuk melaksanakan self-evangelization atau penginjilan diri sendiri, agar dapat menjadi saksi Injil yang autentik.
Beliau menjelaskan bahwa evangelisasi tidak hanya berhenti pada pewartaan Injil secara verbal, melainkan juga mencakup perjuangan keadilan, perdamaian, dan pelestarian alam ciptaan. Prinsip ini selaras dengan arah pastoral Gereja pasca Konsili Vatikan II, yang menekankan keterlibatan umat dalam membangun dunia yang lebih adil dan damai.
Evangelisasi Baru dan Tantangan Zaman
Mengacu pada seruan Paus Yohanes Paulus II dalam Redemptoris Missio, RD. Lastsendy menggarisbawahi bahwa Evangelisasi Baru memiliki dua makna penting. Pertama, menghidupkan kembali iman di wilayah atau komunitas yang pernah menerima pewartaan, tetapi semangatnya mulai pudar. Kedua, mengobarkan kembali semangat misioner umat Katolik agar Injil kembali mempengaruhi budaya dan masyarakat global.
“Tantangan zaman ini jauh lebih kompleks daripada dahulu. Banyak orang Katolik yang tidak lagi menghidupi imannya. Karena itu, kita memerlukan semangat baru untuk kembali memancarkan wajah Kristus kepada dunia,” jelasnya.
Maria sebagai Bintang Evangelisasi Baru
Materi utama berfokus pada peran Maria sebagai teladan pewartaan Injil. Maria disebut Bintang Evangelisasi Baru karena dalam kesucian, kerendahan hati, dan ketaatannya, ia menunjukkan jalan paling aman menuju Yesus. Sejak peristiwa fiat di Kabar Gembira, kunjungan kepada Elisabet, hingga kehadirannya di bawah kaki salib, Maria senantiasa membawa Kristus ke tengah dunia.
RD. Lastsendy memaparkan sembilan peristiwa Kitab Suci yang menjadi rujukan, antara lain:
-
Kabar Gembira (Luk 1:26-38) – Maria menerima panggilan Allah untuk menjadi Bunda Sang Juru Selamat.
-
Kunjungan kepada Elisabet – Membawa Yesus dalam rahimnya sehingga Elisabet dipenuhi Roh Kudus.
-
Kidung Magnificat – Pujian Maria atas karya agung Allah.
-
Persembahan Yesus di Bait Allah – Maria menghadirkan “Terang bagi bangsa-bangsa.”
-
Penemuan Yesus di Bait Allah – Maria menjadi teladan orang tua dalam mendidik iman anak.
-
Perkawinan di Kana – Maria menunjuk kepada Yesus sebagai sumber mukjizat.
-
Maria di bawah kaki salib – Menjadi Bunda para murid Kristus.
-
Turunnya Roh Kudus di Pentakosta – Maria berdoa bersama Gereja Perdana.
“Maria adalah jalan menuju Yesus. Dia memperkenalkan Kristus dengan cintakasih, kesetiaan, dan semangat yang utuh. Dalam Maria, Gereja melihat teladan sempurna bagi penginjilan,” ungkap RD. Lastsendy.
Menghidupi Injil di Era Milenium Ketiga
Peserta diajak untuk meneladani tiga sikap dasar Maria: iman yang teguh, harapan yang tidak tergoyahkan, dan kasih yang total kepada Allah. RD. Lastsendy menekankan bahwa penginjilan bukan hanya tugas para imam atau biarawan-biarawati, melainkan panggilan seluruh umat.
“Kita mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan terdekat. Hanya dengan menghidupi Injil setiap hari, kita bisa menjadi saksi yang hidup bagi Kristus,” tegasnya.
Harapan dan Dampak Kegiatan
Ketua Panitia, Ibu Angelina Norma Sanger, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat pewartaan Injil di wilayah Paroki St. Agustinus Paya Kumang. “Kami ingin umat tidak hanya memahami materi secara intelektual, tetapi juga menghidupinya dalam keseharian,” ujarnya.
Dengan berlangsungnya program Maria Bintang Evangelisasi Baru, Paroki Santo Agustinus Paya Kumang berharap lahir para pewarta yang mampu menjawab tantangan zaman dan membawa wajah Kristus kepada dunia, seperti yang dilakukan Maria lebih dari dua ribu tahun lalu.
📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 11 Agustus 2025
0 comments:
Posting Komentar