Belajar Firman Tuhan : Berteman dengan Sesama (Orang-Orang) Bab V Narasumber: RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP


Foto RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP

Belajar Firman Tuhan di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Narasumber: RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP

Tema: Berteman dengan Sesama (Orang-Orang) Bab V

Ketapang, 21 Agustus 2025.Kegiatan pendalaman iman kembali digelar di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, pada Rabu sore, 20 Agustus 2025. Bertempat di Gedung Jeron Stoop, CP, acara ini berlangsung sejak pukul 18.45 hingga 21.00 WIB. Suasana penuh semangat dan keakraban terasa ketika 14 peserta hadir untuk mendalami firman Tuhan bersama narasumber utama, RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP.

Acara yang dipandu secara rapi oleh panitia ini turut dihadiri oleh Ketua Panitia, Ibu Angelina Norma Sanger, Sekretaris Panitia, Saudari Even Fransiska, serta Ibu Sutarti Rahayu bersama sejumlah panitia lainnya. Keterlibatan mereka menambah kekhidmatan dan kelancaran jalannya kegiatan, yang menjadi bagian dari rangkaian program pendalaman iman umat di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang.






























































Berteman dengan Sesama: Langkah dalam Evangelisasi

Dalam materi yang dibawakan, RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP menekankan pentingnya berteman dengan sesama sebagai salah satu bagian dari lima langkah proses evangelisasi, yaitu:

  1. Pemuridan (Discipleship)

  2. Integrasi dalam komunitas (Integration into Community)

  3. Berteman dengan orang-orang (Befriending People)

  4. Ajakan bertobat (Invitation to Conversion)

  5. Sharing iman (Faith Sharing)

  6. Kisah Kristus (The Christ Story)

Pada bab V ini, fokus pembahasan diarahkan pada bagaimana setiap orang Katolik diajak untuk membangun relasi yang sehat, penuh kasih, serta menjadi saksi iman melalui kehidupan sehari-hari.

Sasaran dan Pesan Utama

Dalam pemaparannya, narasumber menyampaikan bahwa tujuan utama dari sesi ini adalah:

Memberikan pedoman atau metode praktis untuk berteman.

Menyadarkan umat akan pentingnya keterampilan berkomunikasi.

Mendorong penerapan pedoman tersebut secara efektif dalam kehidupan nyata.

Pesan Alkitab dari Filipi 2:2–4 kembali ditekankan:
"Janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga."
Ayat ini menjadi dasar refleksi bahwa persahabatan sejati harus dilandasi kasih dan perhatian yang tulus, bukan kepentingan pribadi.

Pentingnya Berteman dan Proses Perkenalan

RP. Oscar juga menegaskan manfaat berteman, di antaranya membangun relasi, mengatasi kesepian, memberikan dukungan positif, serta meningkatkan kesehatan mental. Ia mengingatkan bahwa perkenalan adalah langkah awal dari proses penginjilan.

Peserta kemudian diajak memahami berbagai situasi perkenalan:

  • Pertemuan kebetulan, misalnya di angkutan umum atau ruang tunggu.

  • Pertemuan yang direncanakan, seperti kunjungan rumah sakit, berkenalan dengan siswa baru, atau kunjungan ke rumah umat.

  • Pertemuan keluarga dan pertemuan dalam bisnis/pekerjaan, yang sering kali menjadi ruang bersaksi secara alami.

Tantangan dan Sikap dalam Berteman

Salah satu hal yang menarik adalah pembahasan mengenai praduga yang menimbulkan perlawanan, misalnya orang mengira akan diminta uang atau bantuan. Untuk itu, narasumber mengajarkan strategi menghindarinya:

  • Menjelaskan identitas diri dan tujuan dengan jelas.

  • Menyebutkan izin pastor jika dalam konteks pelayanan.

  • Menegaskan bahwa kedatangan bukan untuk mencari sumbangan.

Prinsip utama yang ditekankan adalah bahwa penginjil sejati adalah pecinta sesama, yang membagikan kasih dan tidak melihat orang lain sebagai objek semata.

Metode Identifikasi FOR SINNERS

Sebagai bagian praktis dalam membangun relasi yang sehat dan menjadi sahabat sejati bagi sesama, RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP memperkenalkan metode FOR SINNERS. Metode ini merupakan panduan sederhana namun mendalam untuk mengenal orang lain secara lebih dekat, sehingga persahabatan yang terjalin tidak hanya bersifat permukaan, melainkan mampu menjadi jembatan pewartaan Injil.

Berikut penjelasan setiap unsur dari FOR SINNERS:

  1. Family (Keluarga)
    Setiap orang memiliki latar belakang keluarga yang unik. Dengan mengenal kondisi keluarga seseorang apakah ia hidup sendiri, menikah, memiliki anak, atau tinggal bersama orang tua kita dapat memahami kebutuhan dan pergumulan yang dialami. Pendekatan ini membuka pintu empati dan perhatian tulus.

  2. Occupation (Pekerjaan)
    Pekerjaan merupakan bagian penting dari hidup manusia. Dengan mengetahui profesi seseorang, kita bisa memahami tantangan, rutinitas, maupun kebanggaan yang ia alami. Misalnya, seorang guru, nelayan, atau pedagang akan menghadapi persoalan yang berbeda. Menyapa dalam konteks pekerjaannya membuat relasi menjadi lebih akrab.

  3. Recreation (Rekreasi/Hobi)
    Minat seseorang dalam kegiatan rekreasi, seperti olahraga, musik, berkebun, atau memasak, dapat menjadi titik awal membangun kedekatan. Membicarakan hobi memberikan suasana hangat dan membuka ruang percakapan yang lebih natural.

  4. Setting (Situasi/Konteks Hidup)
    Setiap pertemuan terjadi dalam setting tertentu, entah itu di rumah, di tempat kerja, di pasar, atau di gereja. Menyadari konteks ini membantu kita menentukan cara bersikap. Rasul Paulus mengingatkan dalam Efesus 5:16 bahwa setiap kesempatan harus dipergunakan sebaik-baiknya untuk mewartakan kasih Kristus.

  5. Interest (Minat)
    Selain hobi, setiap orang memiliki ketertarikan khusus, misalnya isu sosial, pendidikan anak, kesehatan, atau kegiatan rohani. Dengan mengetahui minat tersebut, kita dapat membangun relasi yang relevan dan memberi dukungan sesuai kebutuhan.

  6. Natural Abilities (Bakat/Karunia Alamiah)
    Tuhan menganugerahkan setiap orang dengan bakat yang berbeda. Ada yang pandai berbicara, ada yang memiliki keterampilan tangan, atau keahlian tertentu. Dengan menghargai dan mendukung kemampuan itu, kita menolong sesama untuk tidak menjadikannya ajang kebanggaan, tetapi sebagai sarana untuk membangun dan menguatkan komunitas, sebagaimana tertulis dalam Efesus 4:29.

  7. Needs (Kebutuhan)
    Setiap orang memiliki kebutuhan, baik fisik, emosional, maupun spiritual. Sebagai sahabat, kita diajak untuk lebih dahulu mendengarkan dan memahami kebutuhan orang lain, bukan hanya mementingkan diri sendiri. Yakobus 2:15–17 mengingatkan bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati; dengan demikian, kepedulian konkret menjadi wujud iman yang hidup.

  8. Expectations (Harapan)
    Harapan adalah sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertahan hidup. Dengan memahami apa yang diharapkan seseorang apakah kebahagiaan keluarga, kesehatan, atau keberhasilan anakkita dapat lebih peka dalam mendampingi. Injil Yohanes 1:38 mencatat Yesus sendiri bertanya, “Apakah yang kamu cari?”sebuah pertanyaan yang menunjukkan kepedulian terhadap harapan terdalam manusia.

  9. Spiritual Survey (Tinjauan Rohani)
    Pada akhirnya, tujuan bersahabat bukan hanya sebatas relasi manusiawi, tetapi juga membantu sesama semakin dekat dengan Tuhan. Dengan penuh kerendahan hati dan cara yang bijak, kita dapat menanyakan: “Di mana Kristus dalam hidupmu saat ini?” Pertanyaan sederhana ini membuka ruang bagi refleksi iman tanpa harus menghakimi, melainkan memberi kesempatan bagi orang lain untuk merasakan kasih Kristus secara personal.

Metode FOR SINNERS ini mengajarkan bahwa setiap aspek kehidupan manusia keluarga, pekerjaan, hobi, hingga kebutuhan terdalam merupakan titik masuk untuk membangun persahabatan yang tulus. Persahabatan sejati bukanlah strategi semata, melainkan wujud kasih yang nyata, sebagaimana Kristus telah terlebih dahulu menjadi sahabat bagi semua orang.

Kesaksian Kristus dalam Kehidupan Sehari-Hari

Melalui berbagai kutipan Kitab Suci, termasuk Efesus 5:16, Yakobus 2:15–17, hingga Yohanes 1:38, RP. Oscar menekankan bahwa setiap kesempatan, minat, dan kebutuhan sesama adalah peluang untuk mewartakan Kristus. Kristus sendiri, sebagaimana dalam Filipi 2:6–7, menjadi teladan tertinggi dengan merendahkan diri dan hadir bagi manusia.

Penutup

Kegiatan pendalaman iman ini ditutup dengan sesi roleplay berteman, di mana para peserta diajak untuk mempraktikkan proses identifikasi dalam situasi nyata. Suasana penuh antusiasme menunjukkan bahwa umat tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga siap menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Paroki Santo Agustinus Paya Kumang kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi tempat bertumbuh dalam iman, berakar dalam firman, dan berbuah dalam kasih kepada sesama.

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   21 Agustus  2025

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar