BELAJAR FIRMAN TUHAN: Memahami Kerajaan Allah dan Keselamatan dalam Terang Sabda

 

Foto  RP. Vitalis Nggeal, CP.Saat Mengajar

BELAJAR FIRMAN TUHAN: Memahami Kerajaan Allah dan Keselamatan dalam Terang Sabda

Ketapang, 6 Agustus 2025 .Gedung Pertemuan Pastor Jerun Stoop, CP. Paroki Santo Agustinus Payak Kumang, kembali menjadi tempat permenungan iman yang mendalam dalam kegiatan Belajar Firman Tuhan, sesi kedua dari Bab IV bertema “Kerajaan Allah dan Keselamatan”. Kegiatan ini diikuti oleh 14 peserta dan dimulai tepat pukul 18.30 WIB, dengan narasumber utama RP. Vitalis Nggeal, CP yang dikenal mendalam dan sistematis dalam menyampaikan ajaran Gereja Katolik.
































Kerajaan Allah: Harapan yang Hadir dan Akan Genap

Mengawali sesi dengan refleksi dari Injil Markus 1:14-15, RP. Vitalis menjelaskan bahwa kedatangan Yesus menandai berakhirnya masa penantian panjang Israel dan hadirnya Kerajaan Allah dalam sejarah manusia. Kerajaan Allah bukan sekadar konsep politis seperti yang diyakini banyak orang Yahudi, melainkan suatu realitas rohani yang mengubah hati manusia dan membawa keselamatan sejati.

Dalam pemaparannya, RP. Vitalis menelusuri makna Kerajaan Allah dalam dua sudut pandang besar:

  • Perjanjian Lama, yang menekankan Allah sebagai Raja atas ciptaan dan Israel, serta harapan Mesianis akan pemulihan politis.

  • Perjanjian Baru, yang memperkenalkan dimensi spiritual dari Kerajaan Allah, yakni hadir dalam batin manusia, terlihat dalam tindakan kasih dan keadilan, serta akan mencapai kepenuhannya dalam kedatangan Yesus yang kedua kali.

Ia menegaskan bahwa Kerajaan Allah adalah anugerah, bukan pencapaian manusia, dan harus disambut dengan pertobatan, iman, serta hidup dalam kasih.

Tantangan Dunia dan Relevansi Injil

RP. Vitalis mengangkat realita zaman sekarang yang kerap bertentangan dengan nilai-nilai Kerajaan Allah, seperti individualisme, konsumerisme, sekularisme, serta krisis moral dan lingkungan. Ia mencontohkan isu-isu global seperti aborsi, bunuh diri, perceraian, dan pengungsian sebagai gambaran betapa mendesaknya pewartaan Injil dan kehadiran kasih Kristus di tengah dunia.

Namun, terang harapan tetap bersinar. Yesus tetap menjadi pengharapan umat manusia, menawarkan kemerdekaan batin kepada siapa pun yang menerima-Nya sebagai Raja dalam hidup. Kemerdekaan sejati, lanjut RP. Vitalis, bukan berasal dari kondisi lahiriah, tetapi dari hati yang bebas mengasihi dan melayani tanpa pamrih.

Keselamatan: Anugerah Bagi Semua Orang

Masuk ke bagian kedua, RP. Vitalis menekankan bahwa keselamatan adalah inti dari pewartaan Kristus. Kata sozo dalam bahasa Yunani, yang berarti menyelamatkan, menyembuhkan, dan membebaskan, menjadi dasar pemahaman menyeluruh akan makna keselamatan menjangkau tubuh, jiwa, roh, dan sosial.

Dalam terang Yohanes 14:6 dan Kisah Para Rasul 4:12, ditegaskan bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan menuju keselamatan, namun kasih Allah bersifat universal. Hal ini didukung oleh dokumen Lumen Gentium 16, yang menyatakan bahwa keselamatan juga dimungkinkan bagi mereka yang belum mengenal Kristus secara eksplisit, selama mereka mencari kebenaran dan melaksanakan kehendak Allah dalam suara hatinya.

Tugas Pewartaan dan Tanggung Jawab Umat

RP. Vitalis menyampaikan bahwa keselamatan adalah rahmat sekaligus tanggung jawab. Mereka yang telah dibaptis dipanggil untuk hidup sesuai janji baptis, dalam kasih dan pertobatan sejati. Mengutip Lumen Gentium 14, ia mengingatkan bahwa mereka yang mengenal kebenaran namun tidak mengamalkannya akan diadili lebih keras.

Mewartakan Injil bukanlah tugas hanya bagi para imam atau religius, melainkan panggilan seluruh umat beriman. Kesaksian hidup yang berakar dari pengalaman pribadi akan kasih Allah adalah bentuk evangelisasi yang paling kuat dan menyentuh hati.

Kuasa Roh Kudus dan Keterlibatan Aktif Umat

Di bagian akhir sesi, RP. Vitalis menyampaikan bahwa Roh Kudus adalah kekuatan utama bagi umat yang hidup dalam Kerajaan Allah, memberi kuasa untuk mengalahkan roh jahat, dosa, penyakit, ketakutan akan kematian, bahkan menjadi penjaga alam ciptaan.

Setiap peserta diajak untuk mengalami keselamatan sebagai perjumpaan pribadi dengan Yesus, dan dari pengalaman itu, menghadirkan Kerajaan Allah dalam hidup sehari-hari—melalui pelayanan, kesaksian iman, dan tindakan kasih yang nyata.

Penutup: Iman yang Hidup, Kasih yang Diwartakan

Sesi ditutup dengan renungan bersama bahwa Kerajaan Allah telah hadir, sedang berlangsung, dan akan genap, dan bahwa keselamatan adalah karya kasih Allah yang menuntut tanggapan aktif dari umat beriman. Pertobatan, pewartaan, dan hidup dalam kasih menjadi tanda nyata bahwa Kerajaan Allah telah bertumbuh dalam hati manusia dan meluas dalam dunia yang sedang mencari terang."Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33)

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   6 Agustus  2025 


About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar