Pesta Pelindung & HUT ke-15 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Berlangsung Meriah
Ketapang, 31 Agustus 2025. Umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, dengan penuh sukacita merayakan Pesta Pelindung Santo Agustinus sekaligus Hari Ulang Tahun ke-15 Paroki pada Minggu, 31 Agustus 2025. Perayaan ekaristi syukur dilaksanakan di Gereja Santo Agustinus Paya Kumang pada pukul 08.00 WIB dan berlangsung dalam suasana penuh iman, syukur, dan persaudaraan.
Misa konselebrasi ini dipimpin oleh Pastor Kepala RP. Vitalis Nggeal, CP sebagai selebran utama, didampingi para konselebran: RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP, RP. Sepo Damianus, CP, RD. GM Lastsendy Pamungkas Winarta, RD. Fransiskus Suandi, dan RD. Agustinus Mujianto. Tugas liturgi diwarnai partisipasi umat: dirigen oleh Hendrik, organis Martha Koleta Popyzesika, lektor Hanzen Marvel Candra, pemazmur Odilia Deyulan, serta koor dibawakan indah oleh Tim Koor Maria Serva Evangelii (MSE).
Pesan Homili: Kerendahan Hati Membuka Pintu Surga
Dalam homilinya, RP. Vitalis, CP menegaskan makna Injil Lukas 14:1,7–14, di mana Yesus mengingatkan tentang kerendahan hati dan kasih tanpa pamrih.
“Barang siapa yang meninggikan diri akan direndahkan, dan yang merendahkan diri akan ditinggikan. Kerendahan hati adalah jalan menuju kemuliaan, bukan keangkuhan,” tegas Pastor Vitalis.
Ia menguraikan bahwa Yesus menggunakan perumpamaan pesta perkawinan untuk memberikan pengajaran yang mendalam. Dalam pesta Yahudi, tamu-tamu biasanya berebut tempat terhormat dekat tuan rumah. Namun Yesus justru menegur sikap itu dan mengajarkan agar setiap orang mengambil tempat paling rendah. Dengan begitu, bila tuan rumah berkenan, ia akan dipanggil ke tempat yang lebih terhormat.
Pesan ini, kata RP. Vitalis, bukan sekadar tata krama sosial, melainkan sebuah jalan rohani menuju keselamatan. Kerendahan hati adalah pintu menuju surga. Kerendahan hati menuntun manusia untuk menyadari keterbatasannya, bersyukur atas anugerah Allah, dan menghargai sesama tanpa rasa iri atau tinggi hati.
Kerendahan Hati: Jalan Menuju Kemuliaan
Pastor Vitalis juga menekankan bahwa Yesus sendiri adalah teladan kerendahan hati. Walaupun Ia adalah Putra Allah, Ia rela lahir dalam kesederhanaan, hidup sebagai tukang kayu, bahkan wafat hina di salib demi keselamatan manusia. “Dari kerendahan hati itulah Allah Bapa meninggikan Dia di atas segala nama,” tambahnya.
Kerendahan hati tidak hanya diwujudkan dalam kata-kata, tetapi dalam sikap sehari-hari: menghargai orang kecil, tidak memandang rendah sesama, dan selalu siap mendengarkan. Dalam keluarga, kerendahan hati tampak dalam kesediaan untuk saling mengalah, saling memaafkan, dan tidak selalu ingin menang sendiri. Dalam komunitas gereja, kerendahan hati berarti mau melayani tanpa pamrih, tidak mencari pujian, dan siap bekerja sama demi kebaikan umat.
Kasih yang Tidak Hitung Untung Rugi
Selain kerendahan hati, Yesus dalam Injil hari ini juga mengajarkan kasih tanpa pamrih. Ia berkata: “Apabila engkau mengadakan perjamuan, janganlah undang sahabat, saudara, atau tetangga yang kaya, supaya mereka tidak membalas undanganmu. Tetapi undanglah orang miskin, cacat, lumpuh, dan buta.”
“Pesan ini sangat radikal,” jelas Pastor Vitalis. “Yesus mengajak kita untuk mencintai tanpa menghitung untung dan rugi, tanpa menunggu balasan. Kasih sejati adalah kasih yang memberi tanpa syarat.”
Pastor Vitalis mengajak umat untuk merefleksikan:
Apakah kita bersedia berbagi dengan orang miskin tanpa menunggu imbalan?
Apakah kita peduli pada mereka yang tersisih, sakit, lemah, dan terpinggirkan?
Apakah kita rela berkorban waktu, tenaga, dan harta demi pelayanan tanpa berharap pujian?
“Kasih sejati tidak menunggu balasan. Kasih sejati mencintai apa adanya. Inilah kesempatan kita menakar sejauh mana partisipasi kita terhadap paroki ini. Paroki bukan hanya gedung besar, tetapi hidup saling menopang dan membantu,” kata beliau.
Keterlibatan dalam Hidup Paroki
Homili ini juga dikaitkan dengan ulang tahun ke-15 Paroki Santo Agustinus. Menurut Pastor Vitalis, ulang tahun paroki adalah momen syukur sekaligus ajakan untuk bertanya: sejauh mana kita sudah terlibat dalam kehidupan menggereja?
“Apakah saya aktif hadir dalam misa lingkungan? Apakah saya mendukung Orang Muda Katolik? Apakah saya ikut bergabung dalam koor, legio, atau kunjungan ke orang sakit? Semua itu adalah wujud nyata iman kita,” tegasnya.
Dengan terlibat dalam kehidupan paroki, umat menjadi bagian dari Gereja yang hidup. Gereja bukan sekadar tempat ibadah, melainkan persekutuan umat beriman yang saling menopang, melayani, dan menguatkan satu sama lain.
“Dengan kalian semua, saya adalah seorang Kristen. Dalam kebersamaan di lingkungan, kita merasakan kehadiran Kristus sendiri. Maka mari kita rayakan ulang tahun paroki ini dengan penuh syukur,” pungkasnya.
Makna Spiritualitas Pesta Pelindung
Perayaan pesta pelindung Santo Agustinus memiliki makna mendalam. Santo Agustinus, seorang uskup dan pujangga Gereja, dikenal sebagai pribadi yang mengalami pertobatan radikal dari kehidupan duniawi menuju kekudusan. Ia pernah hidup jauh dari Tuhan, namun akhirnya berbalik menjadi seorang gembala Gereja yang agung.
“Dari Santo Agustinus kita belajar bahwa rahmat Allah lebih besar dari dosa manusia. Kita juga belajar kerendahan hati, karena ia mengakui kelemahan dirinya di hadapan Allah. Itulah sebabnya ia menjadi teladan iman hingga hari ini,” kata Pastor Vitalis.
Dengan pesta pelindung ini, umat diajak untuk meneladani Santo Agustinus dalam hal mencari kebenaran, memperdalam iman, serta setia pada kasih Allah. Ulang tahun ke-15 paroki menjadi momentum untuk memperbaharui semangat pelayanan, khususnya dalam bidang pewartaan, liturgi, dan sosial-karitatif.
Rangkaian Perayaan: Lomba & Kebersamaan
Sebelum berkat penutup, diumumkan para pemenang lomba yang telah digelar dalam rangka memeriahkan pesta pelindung dan ulang tahun paroki. Berbagai kategori lomba diikuti dengan antusias oleh anak-anak Sekolah Minggu, remaja, hingga orang dewasa.
JUARA PERLOMBAAN HUT KE-15 PAROKI ST. AGUSTINUS
| KATEGORI | NAMA PERLOMBAAN | NAMA PESERTA / LINGKUNGAN |
|---|---|---|
| 1. Eva 2. Dayu 3. Filia Harapan 1: Bella Harapan 2: Ozric Harapan 3: Mauren | ||
| Lomba Mewarnai Pra TK – TK | ||
| 1. Bella 2. Antonina 3. Clarisa Harapan 1: Ivy Harapan 2: Banyu Harapan 3: Damiya | ||
| SEKOLAH MINGGU | Lomba Mewarnai SD (Kelas 1–2) | |
| (Koordinator: Pak Leo Jeno) | Lomba Menggambar | 1. Nathania Vel 2. Jojo 3. Stefanie Harapan 1: Jelita Harapan 2: Moci Harapan 3: Daren |
| Lomba Memindahkan Bendera (TK) | 1. Nuel 2. Pau-Pau 3. Sesil | |
| Lomba Memindahkan Bendera (SD 1–2) | 1. Nita 2. Damiya 3. Faro | |
| Lomba Joget Balon | 1. Arka & Gio 2. Beri & Kristian 3. Moci & … | |
| ANAK-ANAK | Lomba Gantung Keranjang (kepala) | 1. Lingk. St. Yosef 2. Lingk. St. Rafael 3. Lingk. St. Vinsensius Maria Strambi |
| (Koordinator: Pak Didik) | Lomba Bawa Kelereng dalam Sendok | 1. Lingk. St. Gabriel Possenti 2. Lingk. St. Paulus dari Salib 3. Lingk. St. Yosef |
| Lomba Memindahkan Gelas dengan Balon | 1. Lingk. KKY 2. Lingk. St. Lusia 3. Lingk. St. Rafael | |
| REMAJA | Lomba Balap Karung Pakai Helm | 1. Lingk. St. Yosef 2. Lingk. St. Paulus dari Salib 3. Lingk. St. Philipus |
| (Koordinator: Pastor Aris) | Lomba Perang Guling | 1. Lingk. St. Rafael 2. OMK 3. Lingk. St. Paulus dari Salib |
| Lomba Masukkan Paku dalam Botol | 1. OMK 2. Lingk. St. Yosef 3. Lingk. St. Paulus dari Salib | |
| DEWASA | Lomba Bola Dangdut Best Costume | 1. Lingk. St. Simon 2. Lingk. St. Lusia 3. Lingk. St. Sesilia 4. Lingk. St. Rafael 5. Lingk. St. Paulus dari Salib |
| (Koordinator: Pastor Vitalis) | Lomba Joget Balon | 1. Lingk. St. Paulus dari Salib 2. Lingk. St. Simon 3. Lingk. St. Vinsensius Maria Strambi |
| Lomba Makan Biskuit | 1. Lingk. St. Philipus 2. Lingk. St. Yosef 3. Lingk. St. Sesilia |
Setelah pembagian hadiah, perayaan ditutup dengan berkat penutup dan foto bersama seluruh umat dan panitia, sebagai tanda persaudaraan dan sukacita iman.
Perayaan ini tidak hanya menjadi momen syukur atas 15 tahun perjalanan paroki, tetapi juga menjadi ajakan untuk terus menumbuhkan kerendahan hati, kasih, serta keterlibatan umat dalam hidup menggereja.
Penutup: Syukur & Harapan
Perayaan Ekaristi HUT ke-15 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang ditutup dengan berkat penutup, pembagian hadiah lomba, dan foto bersama seluruh umat serta panitia. Suasana penuh sukacita, canda, dan tawa mewarnai kebersamaan ini.
Perayaan ini bukan hanya pesta lahiriah, tetapi peristiwa iman yang memperdalam makna kerendahan hati dan kasih sejati. Umat diingatkan bahwa Gereja bertumbuh bukan hanya lewat bangunan fisik, tetapi terutama lewat kesediaan umat untuk saling menopang, saling melayani, dan saling mengasihi.
Ulang tahun ke-15 ini menjadi momentum berharga untuk menatap masa depan dengan penuh harapan:
Semoga paroki semakin bertumbuh dalam iman.
Semoga umat semakin solid dalam kebersamaan.
Semoga semangat pelayanan semakin menyala, khususnya dalam melibatkan kaum muda, keluarga, dan seluruh umat dalam karya pewartaan.
Dengan semangat Santo Agustinus, umat diingatkan akan kata-kata terkenalnya: “Hatiku gelisah sebelum beristirahat dalam Engkau, ya Tuhan.” Gelisah yang menuntun pada pencarian Allah inilah yang diharapkan menjadi semangat setiap umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang dalam menghidupi iman Katolik di tengah dunia.
📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 31 Agustus 2025
0 comments:
Posting Komentar