Kebersamaan Umat dalam Merawat Rumah Tuhan: SMA dan SMK St. Petrus Gelar Aksi Bersih Gereja serta Gladi Bersih Koor di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

 

Kebersamaan Umat dalam Merawat Rumah Tuhan: SMA dan SMK St. Petrus Gelar Aksi Bersih Gereja serta Gladi Bersih Koor di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Ketapang, 6 September 2025.Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, yang berada di bawah naungan Keuskupan Ketapang, kembali menunjukkan wajah kebersamaan, gotong royong, serta semangat pelayanan iman melalui kegiatan pembersihan Gereja dan gladi bersih koor yang melibatkan para pelajar SMA dan SMK St. Petrus.

Kegiatan ini berlangsung dalam dua momentum berbeda. Pada Jumat, 5 September 2025, pukul 08.00 WIB, para pelajar dari SMA St. Petrus mengambil bagian khusus dalam membersihkan bagian luar Gereja, mulai dari halaman, taman, hingga area parkir. Setelah kegiatan tersebut, mereka melanjutkan dengan gladi bersih koor sebagai bentuk persiapan pelayanan liturgi.







Sementara itu, keesokan harinya, Sabtu, 6 September 2025, pukul 07.00 WIB, giliran para pelajar dari SMK St. Petrus yang bertanggung jawab atas kebersihan bagian dalam Gereja. Mereka bekerja sama membersihkan ruang utama tempat umat beribadah, altar, bangku-bangku, ruang paduan suara, hingga area sakristi. Tepat pukul 08.00 WIB, mereka beralih untuk melaksanakan gladi bersih koor hingga selesai, sebagai wujud kesiapan menyambut perayaan liturgi hari Minggu maupun kegiatan gerejawi penting lainnya.

Informasi resmi ini disampaikan oleh Ketua Bidang Liturgi Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Bapak Hendrikus Hendri, S.S., yang menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya sekadar rutinitas mingguan, tetapi juga bagian dari pendidikan iman, tanggung jawab, serta cinta akan kebersihan rumah Tuhan.

Makna Kebersihan Gereja bagi Umat

Dalam kehidupan menggereja, kebersihan dan kerapian bukan sekadar urusan teknis atau administratif. Lebih dari itu, membersihkan Gereja memiliki makna spiritual yang dalam. Gereja sebagai rumah Tuhan adalah pusat peribadatan, tempat umat Katolik berkumpul, berdoa, dan merayakan Ekaristi. Oleh karena itu, menjaga kebersihan Gereja sama halnya dengan menghormati Tuhan yang hadir di dalamnya.

Bapak Hendrikus Hendri menegaskan, “Kegiatan pembersihan ini tidak hanya bertujuan menjaga keindahan bangunan fisik, tetapi juga mendidik generasi muda untuk memiliki rasa tanggung jawab, disiplin, serta cinta terhadap Gereja. Dengan terlibat langsung, mereka belajar bahwa melayani Tuhan bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menyapu halaman, merapikan kursi, atau memastikan altar bersih dan rapi.”

Keterlibatan SMA dan SMK St. Petrus ini juga menumbuhkan semangat kebersamaan lintas usia. Bagi siswa, hal ini menjadi bentuk nyata pembelajaran iman yang kontekstual, sementara bagi umat paroki, kegiatan ini memberi harapan bahwa generasi muda siap mengambil bagian dalam kehidupan menggereja, tidak hanya dalam bidang akademis, tetapi juga dalam pelayanan rohani.

Suasana Pembersihan oleh SMA St. Petrus

Pada Jumat pagi, suasana halaman Paroki Santo Agustinus Paya Kumang tampak berbeda dari biasanya. Sejak pukul 07.30 WIB, para pelajar dari SMA St. Petrus sudah mulai berdatangan dengan membawa peralatan sederhana seperti sapu, pengki, kain lap, ember, serta alat kebersihan lainnya.

Tepat pukul 08.00 WIB, kegiatan dimulai dengan doa pembuka yang dipimpin oleh salah seorang guru pendamping. Dalam doa tersebut, para siswa diajak menyadari bahwa setiap kerja keras mereka adalah bentuk pelayanan kepada Tuhan dan sesama. Setelah doa, para siswa langsung bergerak ke berbagai titik yang sudah ditentukan.

Ada kelompok yang menyapu halaman depan Gereja, ada yang mencabuti rumput liar di taman, ada pula yang mengumpulkan sampah plastik serta daun kering di area parkir. Tidak sedikit siswa yang dengan penuh semangat menggosok dinding luar Gereja agar tampak lebih bersih.

Setelah sekitar dua jam bekerja sama, hasilnya mulai tampak nyata. Halaman Gereja menjadi rapi, taman terlihat indah, dan suasana sekitar Gereja terasa lebih asri. Para siswa juga tidak menganggapnya sebagai beban, melainkan kesempatan untuk berbuat baik. Bahkan beberapa siswa menyebutkan bahwa mereka merasa senang bisa ambil bagian dalam menjaga kebersihan rumah ibadat.

Selesai membersihkan, mereka beristirahat sejenak sambil menikmati bekal yang dibawa. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan gladi bersih koor. Para siswa yang terlibat dalam paduan suara berlatih dengan serius, mengasah teknik vokal, kekompakan, serta penghayatan lagu-lagu liturgi.

Menurut salah seorang siswi peserta koor, latihan ini membuat mereka semakin percaya diri dalam melayani umat. “Kami belajar bahwa bernyanyi dalam misa bukan sekadar mengeluarkan suara, tetapi menyampaikan doa melalui musik. Maka dari itu, kami berlatih sungguh-sungguh,” ujarnya.

Semangat Pelajar SMK St. Petrus dalam Merawat Bagian Dalam Gereja

Keesokan harinya, Sabtu, giliran siswa SMK St. Petrus mengambil bagian. Berbeda dengan SMA yang fokus pada area luar, mereka bertugas membersihkan bagian dalam Gereja. Sejak pukul 07.00 WIB, para siswa sudah berkumpul. Mereka membawa kain pel, kemoceng, serta peralatan lain yang digunakan untuk merapikan bagian dalam.

Aktivitas dimulai dengan doa bersama. Setelah itu, mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja. Satu kelompok bertugas menyapu dan mengepel lantai, kelompok lain membersihkan altar serta ruang sakristi, sementara kelompok lainnya membersihkan bangku-bangku umat.

Pekerjaan ini membutuhkan ketelitian lebih karena menyangkut ruang yang digunakan untuk perayaan Ekaristi. Setiap bangku harus benar-benar bersih, altar harus mengkilap, dan ruang paduan suara harus tertata. Beberapa siswa bahkan dengan penuh kesabaran mengelap patung-patung kudus serta membersihkan vas bunga.

Sekitar pukul 08.00 WIB, setelah pembersihan selesai, para siswa langsung beralih ke gladi bersih koor. Latihan ini berlangsung cukup intens, dengan didampingi guru pembina sekaligus tim liturgi paroki. Mereka berlatih lagu-lagu misa Minggu, lagu pembuka, mazmur, hingga lagu penutup.

Bapak Hendrikus Hendri mengungkapkan rasa syukurnya melihat antusiasme para siswa. “Saya bangga melihat anak-anak SMK St. Petrus yang begitu tekun. Mereka tidak hanya serius membersihkan Gereja, tetapi juga mempersembahkan suara mereka untuk Tuhan. Ini adalah bukti bahwa generasi muda kita memiliki semangat pelayanan yang luar biasa,” tuturnya.

Dukungan dari Paroki dan Orang Tua

Kegiatan ini tidak lepas dari dukungan penuh Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, baik dari Dewan Pastoral Paroki (DPP) maupun umat setempat. Para orang tua siswa juga mendukung dengan memberikan izin serta dorongan moral kepada anak-anak mereka.

Menurut salah seorang orang tua, kegiatan seperti ini mendidik anak-anak untuk lebih disiplin, rendah hati, dan menghargai kerja sama. “Kami senang anak-anak dilibatkan. Mereka jadi belajar bahwa Gereja bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga rumah bersama yang harus dijaga,” ujarnya.

Selain itu, keterlibatan sekolah Katolik dalam kegiatan paroki juga memperkuat hubungan antara lembaga pendidikan dan Gereja. SMA dan SMK St. Petrus, sebagai bagian dari karya pendidikan Katolik, tidak hanya menekankan aspek akademis, tetapi juga menanamkan nilai iman dan pelayanan.

Refleksi: Melayani dari Hal Kecil

Kegiatan pembersihan Gereja dan gladi bersih koor ini mengajarkan bahwa pelayanan tidak harus dimulai dari hal besar. Justru melalui tindakan kecil, seperti menyapu, mengelap, atau bernyanyi dengan sepenuh hati, seseorang sudah turut serta dalam karya keselamatan.

Bapak Hendrikus Hendri menutup dengan refleksi singkat, “Tuhan tidak menilai besar kecilnya pekerjaan kita, melainkan kesetiaan dan cinta kita dalam melakukannya. Semoga anak-anak ini tumbuh menjadi pribadi yang setia, mencintai Gereja, dan siap melayani dengan segala talenta yang mereka miliki.”

Harapan ke Depan

Melihat antusiasme para siswa, Paroki Santo Agustinus Paya Kumang berencana menjadikan kegiatan ini sebagai tradisi rutin. Dengan melibatkan sekolah-sekolah Katolik, diharapkan generasi muda semakin terikat dengan Gereja dan merasa memiliki tanggung jawab terhadapnya.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi umat paroki lainnya untuk ikut ambil bagian. Tidak hanya siswa, tetapi juga kelompok kategorial, OMK, maupun lingkungan-lingkungan basis bisa melakukan kegiatan serupa, sehingga kebersihan dan keindahan Gereja selalu terjaga.

Penutup

Kegiatan yang berlangsung pada 5–6 September 2025 ini menjadi bukti nyata bahwa iman dapat diwujudkan dalam tindakan sederhana. Dengan bergotong royong membersihkan Gereja dan berlatih koor, para pelajar SMA dan SMK St. Petrus menunjukkan cinta mereka kepada Tuhan dan sesama.

Lebih dari sekadar kebersihan fisik, kegiatan ini menanamkan nilai spiritual, kebersamaan, dan tanggung jawab. Gereja yang bersih dan indah bukan hanya memberi kenyamanan bagi umat yang beribadah, tetapi juga menjadi tanda bahwa umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang hidup dalam semangat pelayanan dan kasih.

Sebagaimana pesan Bapak Hendrikus Hendri, kegiatan sederhana seperti ini adalah wujud nyata pelayanan yang tulus: “Kita dipanggil bukan hanya untuk hadir dalam Gereja, tetapi juga merawatnya dengan cinta.”

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   6 September  2025

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar