BELAJAR DAN LATIHAN BERSAMA: “Menjadi Dirigen” untuk Tugas Pelayanan Dalam Perayaan Ekaristi

 

BELAJAR DAN LATIHAN BERSAMA: “

Menjadi Dirigen” untuk Tugas Pelayanan Dalam Perayaan Ekaristi

Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, 5 Oktober 2025

Ketapang, 5 Oktober 2025. Suasana penuh semangat dan sukacita pelayanan tampak memenuhi Gedung Jerun Stoop, CP, sore itu. Umat dari berbagai lingkungan Paroki Santo Agustinus Paya Kumang berkumpul untuk mengikuti kegiatan Belajar dan Latihan Bersama: “Menjadi Dirigen”, sebuah program formasi yang diselenggarakan oleh Bidang Liturgi Paroki Santo Agustinus melalui Tim Kerja Musik Liturgi, Koor dan Dirigen.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 5 Oktober 2025, pukul 15.30 WIB hingga selesai, diikuti oleh 35 peserta dari seluruh lingkungan di paroki. Mereka hadir dengan antusias untuk belajar, berlatih, dan memperdalam pemahaman tentang peran dirigen dalam perayaan Ekaristi.

Kegiatan ini didukung penuh oleh Pastor Kepala Paroki, RP. Vitalis Nggeal, CP, serta Pastor Vikaris ex officio, RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP. Keduanya memberikan dukungan dan apresiasi atas langkah konkret yang diambil oleh tim liturgi untuk memperkuat pelayanan gereja di bidang musik dan nyanyian liturgis. 























































Latar Belakang dan Tujuan Pelatihan

Kegiatan “Menjadi Dirigen” berangkat dari kesadaran bahwa pelayanan musik liturgi adalah jantung dari doa bersama umat. Dalam perayaan Ekaristi, lagu bukan hanya hiasan ibadat, melainkan bentuk doa yang diungkapkan secara kolektif oleh Gereja. Karena itu, diperlukan pribadi-pribadi yang mampu memimpin nyanyian dengan baik, agar umat dapat bernyanyi bersama secara penuh makna dan selaras dengan roh liturgi.

Bapak Hendrikus Hendri, S.S., selaku Ketua Bidang Liturgi Paroki Santo Agustinus, dalam sambutan pembukaannya menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya nyata untuk memperkuat pelayanan di bidang musik gereja, khususnya dalam menyiapkan para pemimpin nyanyian (dirigen) di tingkat lingkungan dan paroki.
“Dirigen memiliki peranan penting dalam membantu umat berdoa melalui lagu. Ia bukan sekadar mengatur tempo, tetapi memimpin umat untuk bernyanyi dengan hati. Karena itu, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teknik, tetapi juga pada pemahaman spiritualitas pelayanan,” ungkapnya.

Tujuan utama kegiatan ini dirumuskan dalam dua arah besar:

  1. Pembinaan dan Pendampingan Umat:
    Memberikan kesempatan kepada umat yang memiliki minat dan bakat di bidang musik untuk memperoleh bimbingan dan latihan menjadi dirigen yang siap terlibat dalam pelayanan liturgi.

  2. Kaderisasi Pelayanan:
    Menyiapkan generasi penerus yang mampu memimpin paduan suara di lingkungan masing-masing, serta memperkuat keberlangsungan pelayanan liturgi di Paroki Santo Agustinus.

Selain itu, pelatihan ini juga menjadi ajang membangun semangat kebersamaan dan kesadaran bahwa setiap umat memiliki peran penting dalam memperindah perayaan iman melalui musik dan nyanyian.

Apresiasi Pastor Kepala Paroki

RP. Vitalis Nggeal, CP, selaku Pastor Kepala Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, menyampaikan apresiasi dan dukungannya yang besar terhadap inisiatif kegiatan ini.
“Saya sangat mengapresiasi langkah baik ini agar semakin banyak dirigen di setiap lingkungan dan di Paroki Santo Agustinus. Dirigen adalah pelayan yang membantu umat bernyanyi untuk Tuhan. Melalui tangan dan hatinya, umat diajak untuk berdoa bersama dalam sukacita iman,” ujar Pastor Vitalis.

Beliau menekankan bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya pelatihan keterampilan, tetapi juga bentuk pembinaan iman. Pelayan liturgi harus berakar dalam doa dan memiliki semangat pelayanan yang tulus, sebab tugas memimpin nyanyian adalah bagian dari pelayanan kepada Tuhan sendiri.

Pastor Vitalis berharap agar kegiatan ini menjadi agenda rutin setiap tahun, sehingga semakin banyak umat yang siap dan terampil dalam tugas kepemimpinan nyanyian liturgis di seluruh lingkungan.

Dukungan dari Pastor Vikaris

Di sisi lain, Pastor Vikaris ex officio, RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP, memberikan dukungan moral dari depan pastoran, sambil menantikan dimulainya Doa Rosario bersama umat Lingkungan Santo Yosef di Taman Doa Bunda Maria Pembawa Rahmat. Dalam suasana santai namun penuh semangat pastoral, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini.

Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan bentuk nyata perhatian Gereja terhadap pengembangan pelayanan umat. Pastor Oscar menekankan bahwa setiap bentuk pelatihan liturgi, sekecil apa pun, memiliki dampak besar bagi kehidupan rohani paroki secara keseluruhan.
“Pelatihan ini adalah wujud nyata Gereja yang hidup   Gereja yang tidak berhenti belajar, melainkan terus bertumbuh bersama umatnya,” tuturnya.

Tim Pelaksana: Solid dan Berdedikasi

Pelatihan “Menjadi Dirigen” ini dilaksanakan oleh Tim Kerja Musik Liturgi, Koor dan Dirigen Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, yang diketuai oleh Ibu Maria Theresia Budi Supri Handini.
Beliau didampingi oleh Koordinator, Ibu Martha Koleta Popyzesika, yang juga turut memimpin persiapan teknis, pengaturan acara, serta mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung.

Tim ini bekerja dengan penuh dedikasi sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, mempersiapkan seluruh kebutuhan kegiatan dengan rapi — mulai dari materi, perangkat musik, hingga tata ruang. Kerja sama yang erat antara Tim Musik Liturgi, panitia paroki, dan Bidang Liturgi menghasilkan kegiatan yang berjalan lancar, tertib, dan penuh semangat persaudaraan.

Dalam arahannya, Ibu Maria Theresia Budi Supri Handini menjelaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan langkah konkret untuk membangun kesadaran liturgis umat. “Menjadi dirigen bukan hanya soal menggerakkan tangan. Ini tentang menggerakkan hati — agar umat dapat bernyanyi dengan iman dan sukacita,” ujarnya.

Sementara itu, Ibu Martha Koleta Popyzesika menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari program kaderisasi musik liturgi. “Kami ingin menyiapkan kader muda dan dewasa yang siap memimpin lagu, baik di lingkungan maupun di gereja paroki. Gereja butuh dirigen yang beriman dan bersemangat,” jelasnya.

Rangkaian Acara dan Materi Pelatihan

Acara dimulai dengan doa pembuka, dilanjutkan sambutan dari Ketua Bidang Liturgi dan pengantar dari Tim Kerja Musik Liturgi, Koor dan Dirigen. Setelah itu, peserta dibekali dengan berbagai materi penting mengenai dasar dan teknik menjadi dirigen liturgi, antara lain:

  1. Makna dan Fungsi Dirigen dalam Liturgi:
    Dirigen adalah pemimpin doa melalui lagu. Ia menuntun umat agar bernyanyi dengan satu hati dan satu suara dalam pujian kepada Tuhan.

  2. Teknik Dasar Mengarahkan Lagu:
    Meliputi posisi berdiri yang benar, ekspresi wajah, gerak tangan sesuai birama, hingga cara memberi aba-aba awal dan akhir lagu.

  3. Pemahaman Birama dan Tempo:
    Peserta diperkenalkan pada pola tangan untuk birama 2/4, 3/4, dan 4/4, disertai latihan praktik langsung.

  4. Artikulasi dan Dinamika Suara:
    Peserta belajar mengatur tempo, dinamika, serta mengarahkan volume suara paduan suara agar seimbang dan harmonis.

  5. Praktik Memimpin Nyanyian Liturgi:
    Peserta berlatih secara bergiliran memimpin lagu-lagu misa seperti lagu pembuka, Gloria, Alleluya, Kudus, dan penutup, diiringi musik sederhana.

Kegiatan berlangsung secara interaktif. Peserta diajak untuk bertanya, mencoba, dan mengoreksi diri. Suasana latihan terasa hidup, dipenuhi semangat belajar dan rasa saling mendukung antarumat.

Spiritualitas Pelayan Liturgi

Selain aspek teknis, pelatihan ini juga menanamkan spiritualitas pelayanan. Tim kerja menegaskan bahwa setiap pelayan liturgi, termasuk dirigen, harus berakar pada doa dan ketulusan.
Dirigen tidak sekadar memimpin lagu, tetapi memimpin umat dalam doa bernyanyi. Maka, sikap rendah hati, disiplin, dan kesiapan batin menjadi kunci utama.

Dalam sesi refleksi rohani, peserta diajak merenungkan makna pelayanan: bahwa setiap gerak tangan yang mereka lakukan adalah bentuk persembahan kepada Tuhan. Pelayanan musik liturgi bukan panggung pertunjukan, melainkan altar pengabdian.

Kaderisasi untuk Keberlanjutan Pelayanan

Pelatihan ini juga berfokus pada kaderisasi generasi penerus. Gereja menyadari bahwa keberlangsungan pelayanan liturgi tergantung pada regenerasi. Banyak dirigen senior di lingkungan yang mulai berkurang karena usia, sementara generasi muda masih ragu untuk tampil.

Melalui kegiatan ini, Paroki Santo Agustinus memberikan ruang bagi kaum muda dan umat dewasa untuk belajar bersama, tanpa rasa takut atau canggung.
“Kami ingin membentuk kader yang percaya diri, namun tetap rendah hati. Mereka akan menjadi tulang punggung liturgi di lingkungan masing-masing,” kata Ibu Martha Koleta Popyzesika dalam penjelasannya.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai usia dan latar belakang. Ada yang selama ini menjadi anggota koor, ada pula yang baru pertama kali belajar menjadi dirigen. Keberagaman ini menciptakan suasana belajar yang kaya, di mana setiap orang saling berbagi pengalaman dan saling menguatkan.

Suasana Pelatihan dan Kekompakan Peserta

Pelatihan berlangsung dengan suasana hangat dan bersahabat. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam setiap sesi. Mereka tidak hanya belajar teknik, tetapi juga belajar bekerja sama, mendengarkan, dan menyesuaikan diri dengan tempo bersama.

Tim panitia menyiapkan jeda istirahat dengan hidangan sederhana yang disiapkan secara gotong royong. Dalam momen santai tersebut, para peserta saling berkenalan dan berbagi cerita pelayanan di lingkungan masing-masing.
Suasana kekeluargaan terasa kental, mencerminkan semangat Gereja yang bersatu dalam kasih dan pelayanan.

Penutupan dan Harapan ke Depan

Menjelang malam, kegiatan ditutup dengan doa bersama. Doa dipimpin oleh perwakilan panitia, yang mengajak seluruh peserta untuk mempersembahkan hasil latihan sebagai bentuk syukur kepada Tuhan atas talenta yang telah diberikan.

Dalam pesan penutup, Pastor RP. Vitalis Nggeal, CP melalui tim liturgi menyampaikan harapan agar semangat yang telah tumbuh tidak berhenti di pelatihan ini.
“Teruslah belajar dan melayani. Jadilah dirigen yang menyalakan semangat umat untuk bernyanyi bagi Tuhan. Bawa semangat ini ke lingkungan masing-masing, agar liturgi kita semakin hidup,” pesannya.

Sebagai tindak lanjut, Tim Kerja Musik Liturgi, Koor dan Dirigen berencana mengadakan sesi lanjutan pada tahun 2026 yang akan berfokus pada praktik langsung dalam perayaan Ekaristi serta pelatihan untuk paduan suara lingkungan. Dengan demikian, pembinaan umat akan berkesinambungan dan berakar kuat di tengah kehidupan paroki.

Makna Pelayanan: Memimpin dengan Hati

Dalam Gereja Katolik, dirigen bukan hanya pemimpin nyanyian, melainkan pelayan doa umat. Setiap gerakannya menjadi simbol arah hati umat kepada Tuhan. Melalui pelatihan ini, para peserta diajak untuk memahami bahwa pelayanan musik liturgi adalah bentuk pengabdian dan kasih, bukan sekadar penampilan.

Kegiatan “Menjadi Dirigen” di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang ini memperlihatkan wajah Gereja yang hidup dan bersemangat: Gereja yang terus membina umatnya agar semakin memahami makna liturgi dan mampu terlibat aktif dalam pelayanan.

Peneguhan Akhir

Kegiatan pelatihan ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan pastoral Paroki Santo Agustinus. Melalui dukungan para imam, kerja keras tim pelaksana, serta partisipasi umat, Gereja kembali menunjukkan bahwa pelayanan yang kuat berawal dari pembinaan yang berkelanjutan.

Semangat belajar, rendah hati, dan kerja sama yang terpancar dalam kegiatan ini menjadi tanda bahwa Paroki Santo Agustinus Paya Kumang memiliki masa depan liturgi yang cerah. Musik dan lagu yang indah akan terus menggema, dipimpin oleh tangan-tangan penuh kasih dari para dirigen baru yang lahir hari ini.

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   5 Oktober   2025

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar