Perayaan Ulang Tahun Tahbisan Imamat ke-22: Malam Penuh Syukur dan Persaudaraan di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

 

Foto RD. Eduardus Banggut 

  dan RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP

Perayaan Ulang Tahun Tahbisan Imamat ke-22: Malam Penuh Syukur dan Persaudaraan di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang


Ketapang, 13 Oktober 2025.Di tengah suasana malam yang sederhana namun penuh makna, umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang berkumpul di depan ruang sekretariat paroki untuk merayakan momen istimewa: ulang tahun tahbisan imamat ke-22 bagi RD. Eduardus Banggut dan RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP.
Acara yang berlangsung pada Minggu malam, 12 Oktober 2025, dimulai tepat pukul 19.25 WIB dan berakhir hingga larut malam dengan suasana keakraban, doa, dan ungkapan syukur yang hangat.







































































22 Tahun Pengabdian: Sebuah Perjalanan Iman yang Dikenang

Tanggal 12 Oktober 2003 menjadi tonggak sejarah bagi kedua imam ini. Pada hari itu, Mgr. Blasius Pujaraharja, MSF, menumpangkan tangan tahbisan kepada dua anak muda yang dengan penuh semangat menyerahkan hidupnya bagi Gereja dan umat Allah.
Kini, 22 tahun kemudian, kedua imam tersebut kembali mengenang momen penuh rahmat itu  bukan dengan pesta besar, melainkan dengan perayaan sederhana di tengah umat yang mereka layani dengan kasih.

Dalam sambutannya, RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP dengan nada haru menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh umat dan Dewan Pastoral Paroki yang telah menginisiasi acara kejutan malam itu.

“Saya sangat berterima kasih kepada Dewan Pastoral Paroki Santo Agustinus serta semua umat yang sudah memberikan kue ulang tahun dan makanan malam ini. Secara pribadi, saya mengucapkan terima kasih kepada Pastor Paroki, Pastor Kepala RP. Vitalis Nggeal, CP, yang telah mendukung pelayanan kami,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dalam perjalanan panjang panggilan imamatnya, dukungan umat menjadi sumber kekuatan yang membuat dirinya tetap setia pada panggilan Tuhan.

“Saya sungguh bersyukur. 22 tahun ini bukan waktu yang singkat. Banyak suka, banyak duka, tapi semuanya menjadi indah karena Tuhan bekerja melalui umat-Nya,” tuturnya dengan senyum hangat.

Sebuah Malam Penuh Keakraban dan Syukur

Malam itu, suasana di depan ruang sekretariat paroki terasa hangat dan akrab. Lampu-lampu sederhana menerangi halaman, di mana umat duduk bersama dalam kebersamaan yang tulus.
Di atas meja sederhana, tampak sebuah kue ulang tahun bertuliskan “Selamat 22 Tahun Tahbisan Imamat”, dikelilingi oleh lilin dan bunga.
Beberapa umat membawa hidangan sederhana dari rumah masing-masing  mulai dari nasi kuning, kue basah, hingga minuman hangat  sebagai ungkapan kasih dan kebersamaan.

Acara dimulai dengan doa pembukaan, dilanjutkan dengan lagu syukur yang dinyanyikan bersama. Panduan acara dibawakan dengan penuh semangat dan kelembutan oleh Ibu Elisabet Susana, yang malam itu bertindak sebagai pemandu acara (MC).

Dalam suasana syukur, setiap umat tampak larut dalam kebahagiaan, seolah ingin mengungkapkan rasa terima kasih mereka atas pelayanan dan dedikasi kedua imam yang telah mendampingi mereka selama ini.

Sambutan RD. Eduardus Banggut: “Imam Tidak Berdiri Sendiri”

Ketika tiba gilirannya memberikan sambutan, RD. Eduardus Banggut tampak berusaha menahan haru. Dengan suara lembut, ia mengenang kembali awal panggilannya hingga perjalanannya selama dua puluh dua tahun mengabdi.

“Selama 22 tahun menjadi imam, saya sangat menerima saran, kritik, dan masukan dari umat agar menjadikan iman saya dalam pelayanan lestari, tumbuh, dan berkembang,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih secara khusus kepada Pak Joni, yang malam itu turut mendampingi dan mendukung jalannya acara.

“Pak Joni, terima kasih sudah mendampingi saya malam ini. Terima kasih juga kepada umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang atas kejutan yang luar biasa ini. Semoga kita selalu bertumbuh dalam iman Katolik,” lanjutnya dengan senyum bahagia.

Bagi RD. Eduardus, panggilan menjadi imam bukan sekadar tugas, tetapi perjalanan hidup yang penuh syukur dan pembelajaran tanpa henti. Ia mengakui bahwa selama melayani, banyak momen yang menantang, namun kasih Allah selalu menuntun dan menopang langkahnya.

“Menjadi imam bukan berarti menjadi sempurna. Tetapi saya belajar setiap hari untuk mencintai Tuhan dan sesama lebih dalam. Terima kasih kepada semua yang sudah menjadi bagian dari perjalanan panggilan saya,” tuturnya dengan penuh kerendahan hati.

Pesan Kebersamaan dari Pastor Kepala: RP. Vitalis Nggeal, CP

Dalam kesempatan yang sama, Pastor Kepala Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, RP. Vitalis Nggeal, CP, turut memberikan sambutan dan pesan rohani yang sangat mendalam.
Beliau mengingatkan umat bahwa setiap imam adalah bagian dari tubuh Gereja yang harus terus bekerja sama dalam kasih dan kerendahan hati.

“Saya dan RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP, saling mendukung dan saling mendoakan. Kami para imam siap menerima masukan dan saran dari umat, tetapi hendaknya saran dan kritik itu bersifat membangun dan berdasarkan data serta bukti, bukan kritik yang bebas tanpa dasar sehingga menimbulkan perpecahan,” tegasnya.

Pastor Vitalis menekankan pentingnya dialog dan keterbukaan dalam kehidupan menggereja.

“Mari kita duduk bersama dalam menyelesaikan sesuatu yang dianggap kurang pas atau keliru. Saya dan RP. FX. Oscar saling memuji kerja masing-masing dan saling mengapresiasi. Di sinilah kami bersama: melayani Tuhan dan umat dengan hati yang tulus,” tambahnya.

Ia pun menutup sambutannya dengan ucapan terima kasih kepada Ketua Dewan Pastoral Paroki beserta seluruh umat yang telah menunjukkan semangat kebersamaan yang luar biasa dalam acara malam itu.

Ungkapan Selamat dan Harapan dari Dewan Pastoral Paroki

Sebagai perwakilan umat, Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP), Bapak Jeno Leo, bersama Ketua II, Bapak Andreas Didik Eko Purwantoro, turut menyampaikan sambutan dan ucapan selamat ulang tahun tahbisan imamat ke-22 bagi kedua imam.

“Atas nama seluruh Dewan Pastoral Paroki Santo Agustinus Paya Kumang dan seluruh umat, kami mengucapkan selamat ulang tahun tahbisan imamat ke-22. Semoga selalu sehat, setia dalam pelayanan, dan terus menjadi gembala yang membawa terang Kristus bagi kami semua,” ujar Bapak Jeno Leo dengan penuh hormat.

Dalam sambutannya, ia juga menegaskan bahwa umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang akan terus mendukung setiap karya pelayanan para imam, baik dalam bidang liturgi, pastoral, maupun sosial.

“Kami bangga memiliki para gembala yang rendah hati dan penuh dedikasi. Semoga semangat pelayanan ini terus menular kepada kami, umat awam, agar kami pun semakin terlibat aktif dalam kehidupan menggereja,” tambahnya.

Doa dan Lagu Syukur: Puncak Kebersamaan

Setelah sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu prodiakon senior. Doa dipanjatkan untuk kedua imam agar selalu diberi kesehatan, kekuatan, dan kesetiaan dalam menjalankan panggilan suci mereka.
Lagu “Syukur Kepada-Mu Tuhan” menggema dengan penuh perasaan, menciptakan suasana rohani yang mendalam dan menyentuh hati setiap umat yang hadir.

Usai doa, umat bersama-sama menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun” sambil menyalakan lilin dan menyaksikan kedua imam meniup lilin di atas kue tahbisan. Tepuk tangan meriah bergema, menandai momen penuh sukacita.

Setelah itu, umat menikmati hidangan bersama dengan suasana penuh canda, tawa, dan rasa kekeluargaan. Tidak ada perbedaan antara imam dan umat   semua duduk bersama dalam satu meja kasih.

Sebuah Perayaan yang Sederhana Namun Sarat Makna

Meski berlangsung sederhana, perayaan ulang tahun tahbisan imamat ini menjadi cerminan nyata persaudaraan Kristiani. Tidak ada kemewahan, namun ada kehangatan; tidak ada dekorasi megah, namun ada cinta dan penghormatan yang tulus.

Bagi umat Paroki Santo Agustinus, momen seperti ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan pengingat akan pentingnya panggilan dan pelayanan dalam kehidupan Gereja.
Setiap imam adalah tanda kasih Tuhan yang bekerja di tengah umat — dan umat dipanggil untuk turut ambil bagian dalam karya pelayanan itu.

“Kita bersyukur atas rahmat panggilan ini. Imam adalah manusia biasa yang dipanggil untuk tugas luar biasa. Mereka juga butuh dukungan doa dari umat agar tetap kuat dalam panggilan mereka,” ujar salah satu umat setelah acara usai.

Kenangan dan Harapan untuk Tahun-tahun Berikutnya

Bagi RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP dan RD. Eduardus Banggut, malam 12 Oktober 2025 akan selalu dikenang sebagai malam penuh kasih dan syukur.
Keduanya tidak menyangka bahwa umat begitu memperhatikan hari penting dalam perjalanan imamat mereka.

“Kami sungguh terharu. Ini bukan tentang kue atau acara, tetapi tentang kasih dan perhatian umat. Kami berjanji akan terus melayani dengan sepenuh hati,” ujar RP. Oscar saat menutup acara dengan ucapan syukur.

Sementara itu, RD. Eduardus menambahkan bahwa 22 tahun pelayanan bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari babak baru pengabdian yang lebih mendalam.

“Setiap hari adalah kesempatan untuk belajar menjadi imam yang lebih baik. Semoga Tuhan terus menuntun langkah kami dalam karya pelayanan,” katanya dengan penuh semangat.

Malam itu ditutup dengan doa penutup dan berkat oleh kedua imam yang berulang tahun tahbisan. Umat pun pulang dengan hati yang gembira, membawa sukacita dan semangat baru untuk terus membangun kebersamaan dalam iman.

Refleksi: Makna 22 Tahun Pengabdian dalam Iman

Dua puluh dua tahun bukanlah waktu yang singkat. Dalam dua dekade lebih pengabdian, seorang imam melewati banyak hal   mulai dari suka cita pelayanan, tantangan pastoral, hingga perjumpaan dengan umat dari berbagai latar belakang.
Imamat bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hidup yang dijalani dengan ketaatan, pengorbanan, dan kasih.

Malam syukur di Paroki Santo Agustinus ini menjadi saksi nyata bahwa panggilan itu terus hidup di tengah umat. Setiap senyuman, setiap ucapan “terima kasih,” setiap doa   semuanya menjadi bagian dari symphony kasih Allah yang dimainkan melalui kehidupan Gereja.

Bagi umat Paya Kumang, kedua imam ini bukan sekadar gembala rohani, tetapi juga sahabat, pendengar, dan pembimbing yang hadir dalam suka dan duka mereka. Itulah sebabnya, walaupun perayaan sederhana, maknanya terasa begitu dalam.

Penutup: Syukur yang Tak Pernah Usai

Acara berakhir menjelang malam larut. Suasana perlahan hening, namun sukacita tetap bergaung di hati setiap umat yang hadir.
Perayaan ulang tahun tahbisan imamat ke-22 bagi RD. Eduardus Banggut dan RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP bukan hanya momen nostalgia, tetapi juga tanda kesetiaan Allah yang senantiasa menyertai langkah para pelayan-Nya.

Sebagaimana diungkapkan oleh Pastor Vitalis dalam doa penutup:

“Tuhan, Engkau yang telah memanggil dan mengutus mereka, teruslah berkarya dalam diri kedua imam-Mu ini. Jadikan mereka alat kasih dan pembawa damai bagi dunia.”

Dengan demikian, malam sederhana di halaman Paroki Santo Agustinus itu menjadi malam penuh makna, tempat umat dan gembala bersatu dalam syukur, doa, dan kasih   mengingat kembali 22 tahun perjalanan panggilan, sekaligus melangkah bersama menuju masa depan yang penuh berkat.

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   13 Oktober   2025

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar