Ngopi Ngomong Pintar: Merawat Bumi, Merawat Iman Dialog Lintas Iman Menghidupkan Semangat Laudato Si’ di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

 N

Ngopi Ngomong Pintar: Merawat Bumi, Merawat Iman  Dialog Lintas Iman Menghidupkan Semangat Laudato Si’ di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Ketapang, 30 November 2025 Suasana malam di lingkungan Paroki Santo Agustinus Paya Kumang pada Sabtu, 29 November 2025, terasa berbeda. Pukul 21.00 WIB, para tokoh gereja, tokoh masyarakat, serta pihak lintas agama mulai berdatangan ke area tempat santai paroki. Lampu-lampu temaram, meja-meja kayu sederhana, dan semilir udara malam menciptakan suasana hangat yang cocok untuk berdialog santai namun penuh makna. Dengan tema “Ngopi Ngomong Pintar: Ngobrol Pintar Laudato Si’”, kegiatan ini menghadirkan ruang perjumpaan yang tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga mempererat persaudaraan lintas iman.

Pertemuan yang berlangsung hingga pukul 22.37 WIB ini dihadiri langsung oleh Bapa Uskup Keuskupan Ketapang, Mgr. Pius Riana Prapdi, didampingi oleh Pastor Paroki RP. Vitalis Nggeal, CP. Hadir pula jajaran Dewan Pastoral Paroki (DPP), yaitu Ketua DPP Bapak Jeno Leo, dan Ketua II Bapak Andreas Didik Eko Purwantoro. Tidak hanya itu, tokoh-tokoh Muslim Ketapang juga menunjukkan dukungan dan keterbukaan dengan hadirnya Ustadz Nanang Yusriq, Muhammad Rizky Fahrozi, serta Ketua PC LDNU Lembawa Dakwah Nahdlatul Ulama Ketapang.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata respons Gereja terhadap seruan Paus Fransiskus dalam ensiklik Laudato Si’, yang mengajak seluruh umat manusia untuk menjaga bumi sebagai “rumah kita bersama”. Seruan itu tercermin melalui berbagai gerakan ekologis yang kini mulai dijalankan paroki.



Hangatnya Suasana: Kopi Hitam, Buah-Buahan, dan Percakapan Lintas Iman

Sejak awal acara, para peserta disambut dengan segelas kopi hitam hangat dan aneka buah-buahan segar. Aroma kopi yang memenuhi ruangan serta kesegaran buah-buahan menciptakan suasana akrab, membuat percakapan mengalir lebih cair, hangat, dan penuh persaudaraan.

RP. Vitalis Nggeal, CP, membuka kegiatan dengan pesan:

“Alam memberikan kita kopi, buah, udara sejuk malam ini. Mari kita belajar menjaga apa yang Tuhan titipkan kepada kita.”

Laudato Si’: Seruan Moral untuk Merawat Rumah Bersama

Ensiklik Laudato Si’ menyoroti krisis ekologis global: polusi, pemanasan bumi, hingga hilangnya keanekaragaman hayati. Paus Fransiskus menyerukan pertobatan ekologis—perubahan sikap, gaya hidup, dan perilaku sehari-hari untuk merawat bumi.

Bapa Uskup Mgr. Pius menekankan:

“Satu pohon yang kita tanam hari ini adalah simbol harapan. Hal kecil bila dilakukan bersama dapat membawa dampak besar.”

Perspektif Lintas Iman: Alam sebagai Titipan Tuhan

Tokoh-tokoh Muslim memberikan pandangan mendalam tentang tanggung jawab bersama dalam menjaga bumi.

Ustadz Nanang Yusriq menyampaikan:

“Manusia adalah khalifah di bumi. Menjaga lingkungan adalah amanah, bukan pilihan.”

Muhammad Rizky Fahrozi menambahkan pentingnya mencegah kerusakan lingkungan yang berdampak langsung pada masyarakat.

Ketua PC LDNU menegaskan bahwa pelestarian alam adalah tugas universal:

“Kita berbeda cara ibadah, tetapi Tuhan menitipkan bumi yang sama untuk kita jaga.” 

Peran DPP Paroki: Menyatu dalam Tindakan Nyata

Ketua DPP Bapak Jeno Leo menegaskan bahwa gerakan ekologis merupakan bagian penting dari misi pastoral, tidak terpisahkan dari iman kristiani.

Ketua II DPP, Bapak Andreas Didik, menekankan peran generasi muda dalam setiap aksi ekologis paroki seperti penanaman pohon, gerakan minim sampah plastik, dan pelestarian sumber air.

Refleksi Bapa Uskup: Alam sebagai “Kitab Kedua” dari Allah

Bapa Uskup Mgr. Pius memberikan refleksi mendalam bahwa alam dapat dipandang sebagai kitab kedua dari Allah karya yang harus dihargai dan dirawat.

Beliau mengajak umat memulai dari hal-hal sederhana:

  • Mengurangi penggunaan listrik.

  • Menghindari sampah plastik.

  • Menghemat air.

  • Menanam pohon di rumah dan paroki.

  • Menghidupi gaya hidup sederhana.

Dialog Terbuka: Suara Umat, Suara Bumi

Sesi dialog berlangsung hangat, santai, dan inspiratif. Peserta tetap menikmati kopi hitam hangat dan buah-buahan sembari menyampaikan pandangan.

Berbagai isu ekologis Ketapang muncul, antara lain:

  1. Persoalan sampah plastik yang mencemari sungai.

  2. Dampak pembukaan lahan yang memicu banjir dan kabut asap.

  3. Pentingnya edukasi ekologis anak dan remaja.

  4. Usulan pembentukan Bank Sampah Paroki.

  5. Harapan kolaborasi lintas agama dalam aksi lingkungan.

Suasana terasa penuh harapan dan semangat baru.

Kesimpulan: Dari Secangkir Kopi Hadirlah Komitmen Merawat Bumi

Kegiatan Ngopi Ngomong Pintar: Ngobrol Pintar Laudato Si’ menghadirkan makna mendalam bahwa percakapan sederhana ditemani secangkir kopi hitam hangat dan buah-buahan segar dapat melahirkan kesadaran baru untuk menjaga bumi.

Kegiatan ini menegaskan bahwa:

  • Merawat alam adalah bagian dari iman.

  • Dialog lintas iman menjadi kekuatan menjaga keharmonisan sosial.

  • Penanaman pohon dan gerakan ramah lingkungan harus dilakukan terus-menerus.

  • Paroki memiliki peran strategis sebagai pelopor gerakan ekologis.

Di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, malam itu menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap bumi dapat tumbuh dari perjumpaan, obrolan, dan kebersamaan yang penuh ketulusan.

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   30 November  2025


About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar