Febrian Hasudungan Sinaga Diterima Masuk Katolik pada Misa Sabtu Sore, 06 Desember 2025 di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Ketapang, 7 Desember 2025.Suasana khidmat dan penuh syukur memenuhi Gereja Paroki Santo Agustinus Paya Kumang pada Misa Sabtu Sore, 06 Desember 2025. Dalam perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RP. Vitalis Nggeal, CP, umat menyaksikan sebuah momen penting dalam perjalanan iman seorang katekumen, Febrian Hasudungan Sinaga, yang secara resmi diterima masuk ke dalam Gereja Katolik. Penerimaan ini menjadi salah satu peristiwa rohani yang memberi warna khusus bagi paroki menjelang perayaan Adven yang terus bergulir.
Misa yang dimulai pada pukul 17.00 WIB itu berjalan dengan suasana hening, mendalam, dan penuh nuansa penghayatan. Kehadiran umat yang cukup banyak pada misa akhir pekan membuat momentum penerimaan menjadi semakin bermakna, sekaligus menjadi kesempatan bagi seluruh komunitas paroki untuk menyambut anggota baru dalam keluarga besar Gereja Katolik.
Perjalanan Iman yang Disertai Kesungguhan
Febrian Hasudungan Sinaga, yang lahir di Pontianak, 20 Februari 1993, merupakan putra dari pasangan Alem Sinaga dan Duma Rotua Pangabean. Dengan latar belakang keluarga yang menjunjung nilai-nilai religius dan penuh kedekatan satu sama lain, perjalanan imannya menuju Gereja Katolik berkembang melalui proses pembinaan dan pengenalan mendalam akan iman Katolik.
Selama masa katekumenatnya, Febrian mengikuti proses pendampingan yang terdiri dari pengajaran, pendalaman Kitab Suci, pengenalan Sakramen-sakramen Gereja, serta keterlibatan dalam kegiatan liturgis dan kehidupan menggereja. Pendampingan demi pendampingan dijalani dengan tekun. Ia mengikuti pembelajaran bersama pembina katekumen, berdialog mengenai iman, serta menjalani proses pembentukan diri yang merupakan ciri khas dari perjalanan masuk ke dalam Gereja Katolik.
Proses ini bukan hanya sekadar formalitas, melainkan perjalanan rohani yang menuntut kesungguhan hati dan komitmen penuh. Setiap calon yang ingin masuk Katolik diajak untuk memahami inti hidup sebagai murid Kristus, untuk mampu hidup dalam terang Injil, serta menjadikan iman sebagai dasar dari cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Febrian menjalani seluruh tahapan tersebut dengan sikap terbuka dan penuh kerendahan hati.
Ritus Penerimaan Masuk Katolik: Langkah Awal dalam Komunitas Iman
Dalam Gereja Katolik, ritus “Penerimaan Masuk Katolik” menandai awal dari persatuan resmi seorang katekumen dengan Gereja. Ritus ini bukan peristiwa kecil, melainkan sebuah pintu masuk menuju proses sakramental selanjutnya terutama sakramen-sakramen inisiasi: Baptis, Krisma, dan Ekaristi.
Pada Misa Sabtu Sore, ritus tersebut dilaksanakan dengan tata yang penuh simbol dan arti mendalam. Setelah homili, RP. Vitalis Nggeal, CP mengundang calon penerima untuk maju ke depan altar bersama para wali penerima, yakni Robertus Iriandi dan Theresia Nur Hastuti. Kedua wali ini akan menjadi pendamping rohani yang turut membantu perkembangan iman Febrian ke depan, baik melalui teladan hidup maupun dukungan doa.
Pastor Vitalis kemudian menyampaikan beberapa pertanyaan penting terkait kesiapan dan kesungguhan hati dalam mengikuti ajaran Kristus dan hidup dalam Gereja. Dengan suara yang mantap dan penuh ketenangan, Febrian menyatakan kesiapannya di hadapan imam dan seluruh umat yang hadir.
Suasana gereja terasa hening dan penuh devosi ketika pastor kemudian memanjatkan doa khusus bagi penerimaan tersebut. Dalam doa itu, Gereja memohon agar Roh Kudus sendiri menyertai perjalanan iman Febrian, menerangi langkah hidupnya, dan meneguhkan niatnya untuk semakin dekat dengan Kristus sebagai jalan kebenaran dan hidup.
Makna Wali Penerima dalam Perjalanan Iman
Wali penerima atau sponsor memiliki kedudukan penting dalam proses penerimaan dan pendampingan calon Katolik. Robertus Iriandi dan Theresia Nur Hastuti bukan hanya dipilih sebagai formalitas, tetapi sebagai pribadi yang dipercaya untuk menuntun dan mendukung perkembangan iman Febrian dalam kehidupan menggereja. Mereka menjadi saksi bahwa iman baru ini tidak dihidupi sendirian, melainkan dalam kebersamaan komunitas yang saling mendukung dan saling menguatkan.
Dalam ritual penerimaan, wali penerima berdiri di sisi katekumen sebagai tanda kesediaan mereka untuk mendampingi dan menjadi contoh dalam kehidupan rohani. Kedua wali ini akan terus hadir bagi Febrian, baik dalam persiapan menuju sakramen-sakramen inisiasi maupun dalam perjalanan hidup menggereja yang lebih luas.
Suasana Paroki yang Penuh Sukacita
Paroki Santo Agustinus Paya Kumang selama ini dikenal sebagai komunitas yang aktif dan penuh kebersamaan. Umat lintas lingkungan dan stasi saling bekerja sama dalam kegiatan pastoral, liturgi, kategorial, dan kemasyarakatan. Dengan diterimanya seorang anggota baru dalam Gereja, paroki merayakan pertambahan keluarga rohani yang tentu memberikan semangat baru bagi seluruh umat.
Dalam homilinya, Pastor Vitalis menyampaikan bahwa Gereja selalu terbuka bagi siapa saja yang sungguh mencari Tuhan, mendambakan kebenaran, dan ingin membangun hidup berdasarkan kasih Kristus. Ia menekankan bahwa perjalanan masuk Katolik adalah panggilan Tuhan sendiri, yang menyentuh hati seseorang dan mengundangnya untuk semakin dekat dalam relasi pribadi dengan-Nya.
Pastor juga menegaskan bahwa iman bukan sekadar pengetahuan, melainkan perjumpaan dengan Kristus yang hidup. Oleh karena itu, Gereja mengajak seluruh umat untuk terus memperkuat kehidupan doa, memelihara semangat solidaritas, dan menghadirkan terang Injil dalam setiap aspek kehidupan. Penerimaan Febrian, menurut beliau, menjadi bukti bahwa karya keselamatan Tuhan terus berjalan dan hadir dalam berbagai cara.
Makna Penerimaan dalam Kehidupan Gereja
Ritus penerimaan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih panjang. Setelah momen ini, Febrian akan melanjutkan pembinaan menuju penerimaan sakramen-sakramen inisiasi Katolik. Proses tersebut biasanya mencakup pendalaman iman secara lebih intensif, penghayatan nilai-nilai hidup Kristiani, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan paroki.
Gereja memahami bahwa iman berkembang melalui proses yang berkesinambungan. Karena itu, pastor paroki, pembina katekumen, para wali penerima, dan seluruh komunitas diajak untuk menjadi pendamping yang setia, memberikan ruang bertumbuh, serta menjadi teladan yang baik dalam kehidupan rohani dan sosial.
Dalam penghayatan liturgi Gereja Katolik, penerimaan seseorang ke dalam komunitas beriman selalu dipandang sebagai berkat besar. Gereja melihatnya sebagai karya Roh Kudus yang terus bekerja dalam diri manusia dan menggerakkan hati mereka untuk merespons panggilan Tuhan.
Akar Keluarga yang Menguatkan
Peran keluarga dalam perjalanan iman seseorang tidak dapat diabaikan. Meski seseorang memilih untuk masuk Katolik sebagai keputusan pribadi yang bebas, latar belakang keluarga yang membentuk karakter dan nilai-nilai sejak kecil turut memberikan warna bagi proses tersebut. Dalam hal ini, kedua orang tua Febrian Alem Sinaga dan Duma Rotua Pangabean menjadi bagian dari sejarah hidup yang membentuk dirinya hingga dewasa.
Walaupun informasi rinci mengenai keterlibatan keluarga tidak diperlihatkan secara luas, Gereja selalu menekankan pentingnya dukungan moral dan spiritual dari keluarga, baik dalam bentuk doa maupun kehadiran. Dukungan itu membantu perjalanan iman seseorang agar tidak berjalan sendiri, tetapi berakar kuat dalam cinta dan kebersamaan.
Peran Pastor Kepala Paroki
Sebagai Pastor Kepala Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, RP. Vitalis Nggeal, CP bukan hanya bertugas memimpin perayaan Ekaristi, tetapi juga menjadi gembala yang mengarahkan pertumbuhan iman umat, termasuk dalam pembinaan katekumen. Dengan kehadirannya yang hangat dan sikap pastoral yang rendah hati, Pastor Vitalis membantu membangun suasana paroki yang menyambut setiap orang dengan sukacita.
Nama beliau juga tercantum dalam dokumen penerimaan masuk Katolik yang ditandatangani pada Sabtu, 06 Desember 2025, sebagai bentuk legitimasi Gereja atas ritus penerimaan tersebut. Dokumen itu menjadi bukti resmi bahwa Febrian telah diterima sebagai bagian dari Gereja Katolik dan siap melanjutkan proses pembinaan menuju sakramen-sakramen berikutnya.
Penutup: Harapan dan Doa untuk Perjalanan Baru
Malam itu, perayaan Misa berlangsung hingga akhir dengan suasana yang tetap hangat dan penuh pengharapan. Umat yang hadir ikut bersukacita melihat lahirnya seorang anggota baru dalam Gereja, yang diharapkan kelak turut berperan aktif dalam pelayanan dan kesaksian hidup sebagai murid Kristus.
Penerimaan Febrian Hasudungan Sinaga menjadi peristiwa yang bukan hanya membahagiakan dirinya sendiri, tetapi juga seluruh komunitas Paroki Santo Agustinus Paya Kumang. Gereja percaya bahwa setiap jiwa yang datang kepada Tuhan tidak pernah datang sendirian, tetapi selalu disertai rahmat yang melimpah.
Dengan penuh syukur, paroki mendoakan agar langkah awal ini menjadi pintu menuju perjalanan iman yang semakin kokoh, semakin bersemangat, dan semakin terarah pada Kristus. Semoga di bawah bimbingan Roh Kudus dan melalui doa-doa seluruh umat, Febrian dapat semakin bertumbuh dalam kasih, pengharapan, dan iman yang hidup.
📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 7 Desember 2025
0 comments:
Posting Komentar