Ibadat Tobat Lingkungan Santa Lusia Berlangsung Khidmat: Umat Diajak Menata Hati Menyambut Natal

 

Foto RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP.Pimpin Ibadat Tobat

Ibadat Tobat Lingkungan Santa Lusia Berlangsung Khidmat: Umat Diajak Menata Hati Menyambut Natal

Ketapang, 11 Desember 2025.Suasana damai menaungi kediaman pasangan Bapak Stepanus Kauti dan Ibu Angelina Norma Sanger ketika umat Lingkungan Santa Lusia, Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, berkumpul untuk mengikuti Ibadat Tobat/Pengakuan yang dilaksanakan pada Selasa, 9 Desember 2025. Perayaan yang dimulai tepat pukul 18.30 WIB ini menjadi momen istimewa bagi umat untuk menata hati dalam rangka menyambut kedatangan Tuhan Yesus Kristus.

Ibadat dipimpin oleh Pastor RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP., seorang imam Pasionis yang tengah melayani di wilayah Keuskupan Ketapang. Dalam perayaan yang penuh keheningan batin tersebut, lagu-lagu dipimpin oleh Ibu Efriana Pipin, yang mengantarkan umat pada suasana doa yang mendalam melalui lantunan sederhana namun menyentuh hati.

Hadir juga Ketua Lingkungan Santa Lusia, Ibu Sutarti Rahayu, yang turut memastikan seluruh rangkaian ibadat berjalan tertib dan penuh kekhidmatan. Selain itu, kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Agustinus Paya Kumang, Bapak Jeno Leo, yang hadir sebagai bentuk dukungan dan pendampingan pastoral kepada umat. Seluruh warga lingkungan Santa Lusia tampak mengikuti ibadat dengan penuh perhatian dan kesungguhan hati.

Acara doa dan tobat ini berlangsung di rumah keluarga tuan rumah yang beralamat di Jalan Gatot Subroto, Desa Paya Kumang, sebuah lokasi yang sering menjadi tempat berjumpa umat untuk kegiatan rohani lingkungan. Ibadat berlangsung hingga selesai sekitar pukul 20.30 WIB, ditutup dengan suasana persaudaraan dan kedalaman iman.













Suasana Ibadat: Teduh, Khidmat, dan Menghadirkan Damai

Sejak pukul 18.00 WIB, umat mulai berdatangan dengan sikap tenang. Kursi-kursi telah disusun rapi, altar kecil lengkap dengan lilin dan Kitab Suci telah disiapkan oleh tuan rumah. Cahaya lampu rumah yang hangat menambah suasana kekeluargaan sekaligus kesakralan ibadat.

Ketika ibadat dimulai, umat mengikuti setiap doa dengan penuh kesungguhan. Lagu-lagu yang dipimpin oleh Ibu Efriana Pipin menjadi jembatan spiritual yang membawa umat memasuki suasana kontemplatif. Setiap lirik dan irama yang dilantunkan menolong umat meresapi makna pertobatan dan kerinduan akan kerahiman Tuhan.

Kehadiran para pemimpin lingkungan dan DPP semakin menguatkan perasaan kebersamaan sebagai satu tubuh Kristus. Masing-masing umat duduk berdekatan, mengenakan wajah teduh, menyadari bahwa mereka datang bukan hanya sebagai individu yang berdosa, tetapi sebagai komunitas yang ingin diperbarui dalam kasih Allah.

Katekese: Pertobatan Sebagai Jalan Membangun Kembali Komunikasi dengan Allah

Dalam katekese yang menjadi pusat perayaan, Pastor RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP. menyampaikan pengajaran mendalam mengenai makna pertobatan sejati dan Sakramen Tobat sebagai sarana rahmat.

Pastor Oscar menjelaskan bahwa Sakramen Tobat merupakan kesempatan bagi umat untuk memulihkan hubungan pribadi dengan Allah. Pertobatan, katanya, lahir dari ketulusan hati yang merindukan Allah dan ingin hidup lebih baik.

“Tobat berpuncak pada pengakuan dan pengampunan rekonsiliasi. Pengampunan itu datang dari Allah. Ketika kita menerima Sakramen Tobat, yang dilihat bukan manusianya, tetapi kerahiman dan kasih Allah,” ujar Pastor Oscar.

Beliau menegaskan bahwa dalam penerimaan Sakramen Tobat, umat bukan hanya melepaskan beban dosa, tetapi juga membangun kembali komunikasi yang sebelumnya rusak. Dalam masa Adven, panggilan untuk bertobat menjadi sangat penting sebagai langkah mempersiapkan hati menyambut kedatangan Kristus.

Renungan Kitab Suci: Menyambut Seruan Yohanes Pembaptis

Pastor Oscar kemudian mengajak umat memasuki pendalaman Kitab Suci yang diambil dari Injil Matius, tentang seruan Yohanes Pembaptis:

“Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!”

Beliau menjelaskan bahwa Yohanes Pembaptis adalah suara yang berseru di padang gurun, menyerukan agar setiap orang menyiapkan jalan bagi Tuhan. Seruan ini tetap relevan dalam kehidupan umat beriman masa kini.

“Dengan dikumandangkan bacaan itu, saudara semakin terarah pada pertobatan. Titik fokusnya adalah seruan pertobatan,” tegas Pastor.

Ia menekankan bahwa masa Adven merupakan masa untuk merenungkan kembali peristiwa inkarnasi: Kristus yang datang ke dunia karena cinta-Nya. Dalam masa penantian ini, umat diajak untuk memperbaiki diri dan hidup semakin sesuai dengan kehendak Allah.

Menghayati Pertobatan dengan Kerendahan Hati

Pastor Oscar menambahkan bahwa pertobatan sejati bukan hanya ucapan, tetapi harus menghasilkan buah dalam tindakan nyata. Ia mengajak umat untuk menyingkirkan sikap:

  • egoisme,

  • kesombongan,

  • sifat tidak peduli,

  • dan kebiasaan buruk yang menjauhkan dari Tuhan.

  • “Pertobatan bukan hanya ucapan, tetapi kerendahan hati. Datang kepada Tuhan dan memohon pengampunan membantu kita menata hati dan merapikan kekudusan,” ungkapnya.

Ia mengingatkan umat bahwa melalui pertobatan, seseorang dipanggil untuk memperbarui hidup dan menjadi pribadi yang lebih dekat pada nilai-nilai Injil: rendah hati, tulus, sabar, dan penuh kasih.

Nubuat Yesaya: Pemimpin yang Penuh Roh Kudus

Dalam pendalaman bacaan pertama, Pastor Oscar mengangkat nubuat dari Kitab Yesaya tentang Mesias yang penuh karunia Roh Kudus. Nubuat ini, katanya, tidak hanya merujuk pada kelahiran Yesus pada peristiwa Natal, tetapi juga tentang kedatangan-Nya kembali pada akhir zaman.

“Yesaya menggambarkan pemimpin yang adil, menolak perpecahan dan permusuhan. Inilah gambaran Kristus yang mengajak kita untuk hidup dalam damai,” jelasnya.

Menurut Pastor Oscar, umat masa kini juga dipanggil untuk hidup sebagai pribadi yang membawa damai, keadilan, dan keharmonisan dalam keluarga maupun komunitas gereja.

Kitab Suci sebagai Sumber Pengharapan

Sebelum umat memasuki Sakramen Tobat, Pastor Oscar menutup katekese dengan penegasan bahwa Kitab Suci merupakan sumber pengharapan yang menuntun umat menjalani hidup kudus.

“Kitab Suci membawa kita pada kedatangan Kristus. Satu hati, satu suara, hidup dalam keharmonisan itulah buah pertobatan sejati,” ungkapnya.

Umat diajak untuk menjadikan Sabda Tuhan sebagai kompas hidup harian, terutama dalam masa Adven yang menjadi periode persiapan batin untuk menyambut Hari Kelahiran Tuhan.

Penerimaan Sakramen Tobat: Umat Menyambut Kerahiman Allah

Setelah katekese, umat diberi kesempatan untuk menerima Sakramen Tobat secara pribadi. Suasana hening dan penuh kerendahan hati menyelimuti ruangan. Beberapa umat tampak menitikkan air mata saat mengakui dosa dan menerima absolusi.

Bagi banyak umat, kesempatan menerima Sakramen Tobat di lingkungan sendiri memberi kenyamanan dan perasaan lebih dekat dengan Allah. Beberapa menyampaikan bahwa pengalaman ini menjadi awal baru yang memperkuat perjalanan iman mereka.

Penutup Ibadat: Persaudaraan yang Menguatkan Perjalanan Iman

Setelah seluruh umat selesai menerima Sakramen Tobat, ibadat ditutup dengan doa penutup dan berkat dari Pastor Oscar. Suasana adem dan damai terasa kuat, seolah Tuhan sendiri bertahta di tengah-tengah umat yang datang dengan hati terbuka.

Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana. Para umat saling menyapa, bertukar cerita, dan mengucapkan terima kasih kepada tuan rumah serta semua pihak yang membantu menyukseskan ibadat. Kehadiran Ibu Sutarti Rahayu dan Bapak Jeno Leo turut memberikan semangat bagi umat untuk terus setia dalam kegiatan lingkungan.

Makna Ibadat Bagi Umat: Perjalanan Menuju Kekudusan

Ibadat Tobat di Lingkungan Santa Lusia bukan hanya kegiatan ritual, tetapi menjadi momentum penting bagi umat untuk:

  • mempererat persaudaraan,

  • memulihkan relasi dengan Tuhan dan sesama,

  • memperbarui perjalanan rohani,

  • serta meneguhkan semangat menyambut Natal.

Tradisi ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari pembinaan iman umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, khususnya dalam membentuk karakter komunitas yang penuh kasih, damai, dan setia pada ajaran Gereja.

Penutup: Menyongsong Natal dengan Hati yang Dibaharui

Ibadat Tobat/Pengakuan yang berlangsung pada 9 Desember 2025 ini menjadi tanda kasih Allah yang hadir melalui komunitas kecil. Melalui doa, katekese, renungan, dan Sakramen Tobat, umat Lingkungan Santa Lusia diajak untuk menata hati, memperbaiki diri, dan menyambut kedatangan Kristus dengan sukacita.

Dalam pesannya, Pastor Oscar menegaskan:

“Kristus datang untuk menyelamatkan. Persiapkanlah hati, luruskan jalan hidup, dan biarkan Dia membentuk kita menjadi pribadi yang penuh kasih.”

Dengan hati yang diperbarui, umat pulang ke rumah masing-masing membawa damai, harapan, dan semangat baru untuk menjalani hidup dalam terang Kristus.

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   11  Desember  2025

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar