KETAPANG, 19 MARET 2026.Suasana hangat dan penuh sukacita menyelimuti lingkungan Paroki Santo Agustinus Keuskupan Ketapang pada Rabu (19/3), ketika umat, para pastor, serta Dewan Pastoral Paroki menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Bapak Yoseph Bhaso, seorang koster sekaligus prodiakon yang genap berusia 52 tahun.
Ucapan pertama kali datang dari Ketua Bidang Pewartaan Paroki, Bapak Hendrikus Hendri, S.S, yang disampaikan melalui grup WhatsApp Teras Paroki tepat pada pukul 05.02 WIB. Dalam pesannya, ia mengucapkan selamat ulang tahun disertai doa agar Bapak Yoseph Bhaso senantiasa diberikan kesehatan, kesejahteraan, serta berkat dan perlindungan Tuhan dalam setiap langkah hidupnya.
“Selamat ulang tahun. Semoga sehat, sejahtera, dan selalu dalam berkat serta lindungan Tuhan. Amin,” demikian isi pesan yang menjadi pembuka rangkaian ucapan dari berbagai pihak.
Bapak Yoseph Bhaso, yang lahir di Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 19 Maret 1974, dikenal luas sebagai sosok yang setia dalam pelayanan. Ia telah lama mengabdikan diri sebagai koster di Paroki Santo Agustinus Ketapang. Dalam tradisi Gereja Katolik, koster atau sakristan memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran liturgi.
Sebagai koster, ia bertanggung jawab menyiapkan seluruh perlengkapan Misa, mulai dari bejana suci, hosti, anggur, hingga buku-buku liturgi. Selain itu, ia juga memastikan pakaian imam tersedia dan sesuai dengan kalender liturgi yang berlaku. Tugas tersebut menuntut ketelitian, kedisiplinan, serta pemahaman yang baik terhadap tata perayaan Gereja.
Tidak hanya itu, peran koster juga mencakup perawatan sakristi dan gedung gereja. Ia menjaga kebersihan, kerapian, serta keindahan lingkungan gereja agar umat dapat beribadah dengan nyaman. Dalam aspek operasional, ia juga bertugas membuka dan menutup gereja, menjaga keamanan barang-barang suci, serta membunyikan lonceng sebagai tanda dimulainya perayaan liturgi.
Di samping tugas-tugas tersebut, Bapak Yoseph juga berperan sebagai asisten imam. Ia membantu pastor sebelum dan sesudah perayaan Ekaristi, memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan tertib dan lancar.
Pelayanan sebagai koster bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hidup yang membutuhkan kesetiaan dan ketelatenan. Dedikasi yang ditunjukkan oleh Bapak Yoseph Bhaso selama ini menjadi teladan bagi umat paroki.
Selain sebagai koster, ia juga dipercaya menjalankan tugas sebagai prodiakon. Dalam Gereja Katolik, prodiakon adalah umat awam yang diangkat oleh Uskup untuk membantu imam dalam pelayanan liturgi, terutama dalam pembagian Komuni.
Sebagai prodiakon, Bapak Yoseph turut mengambil bagian dalam membagikan Komuni kepada umat saat perayaan Ekaristi. Ia juga memiliki tugas untuk mengantar Komuni kepada orang sakit atau lanjut usia, sehingga mereka tetap dapat merasakan kehadiran Kristus meskipun tidak dapat hadir langsung di gereja.
Selain itu, prodiakon juga dapat memimpin ibadat tertentu, seperti ibadat sabda, ibadat tobat, hingga ibadat pemakaman. Dalam konteks pastoral, peran ini sangat penting karena membantu mendekatkan pelayanan sakramental kepada umat di berbagai situasi.
Pengangkatan prodiakon biasanya melalui proses seleksi yang mempertimbangkan integritas, keterlibatan aktif dalam kehidupan menggereja, serta penerimaan sakramen-sakramen dasar seperti Baptis dan Krisma. Mereka juga harus mendapatkan rekomendasi dari pastor paroki sebelum diangkat secara resmi oleh Uskup untuk masa bakti tertentu.
Status prodiakon tetap sebagai awam, bukan tertahbis seperti diakon. Namun demikian, peran mereka sangat strategis dalam membantu tugas pastoral di paroki.
Dalam konteks Paroki Santo Agustinus Ketapang, kehadiran Bapak Yoseph Bhaso sebagai koster sekaligus prodiakon menjadi bagian penting dalam kehidupan menggereja umat. Ia dikenal sebagai pribadi yang rendah hati, tekun, serta selalu siap melayani.
Ucapan selamat ulang tahun tidak hanya datang dari satu pihak. Pastor Kepala Paroki, RP. Vitalis Nggeal, CP, turut menyampaikan ucapan selamat dan doa bagi Bapak Yoseph. Dalam pesannya, ia berharap agar yang bersangkutan senantiasa diberkati dalam pelayanan dan kehidupan sehari-hari.
Ucapan serupa juga disampaikan oleh pastor lainnya, RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP. Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan selama ini serta mendoakan agar Bapak Yoseph tetap setia dalam panggilan pelayanannya.
Dari unsur Dewan Pastoral Paroki (DPP), Ketua DPP Bapak Jeno Leo bersama anggota DPP inti turut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun. Mereka juga mengajak seluruh umat untuk mendoakan Bapak Yoseph agar tetap kuat dalam menjalankan tugas pelayanan di tengah umat.
Tidak ketinggalan, rekan-rekan sesama prodiakon serta umat paroki juga menyampaikan ucapan melalui grup WhatsApp yang sama. Rangkaian ucapan tersebut mencerminkan kedekatan dan kebersamaan yang terjalin di lingkungan paroki.
Puncak suasana kebersamaan terlihat pada pukul 10.10 WIB, ketika sebuah video dibagikan oleh Bapak Yohanes Midi di grup WhatsApp Teras Paroki. Dalam video tersebut tampak suasana sederhana namun penuh makna.
Para pastor paroki bersama sahabat dan umat terlihat menyiapkan kue ulang tahun untuk Bapak Yoseph. Momen tersebut kemudian dilanjutkan dengan doa bersama serta pemotongan kue sebagai ungkapan syukur.
Tidak hanya itu, acara juga diisi dengan santap makan bersama yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Meski sederhana, kebersamaan tersebut menjadi simbol penghargaan atas dedikasi dan pelayanan yang telah diberikan.
Perayaan ini menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak selalu harus dirayakan secara besar-besaran. Justru dalam kesederhanaan, nilai kebersamaan, kepedulian, dan kasih dapat terasa lebih mendalam.
Bagi umat Paroki Santo Agustinus Ketapang, sosok Bapak Yoseph Bhaso bukan hanya seorang pelayan liturgi, tetapi juga bagian dari keluarga besar gereja. Kehadirannya selama ini telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kelancaran perayaan iman umat.
Peran koster yang sering kali berada di balik layar justru memiliki dampak besar dalam kehidupan menggereja. Tanpa persiapan yang matang dari seorang koster, perayaan liturgi tidak akan berjalan dengan baik.
Demikian pula peran sebagai prodiakon, yang membantu menjangkau umat di berbagai kondisi, termasuk mereka yang sakit atau tidak dapat hadir di gereja. Pelayanan ini menjadi wujud nyata kasih dan perhatian Gereja kepada umatnya.
Momentum ulang tahun ini menjadi kesempatan bagi seluruh umat untuk merefleksikan pentingnya pelayanan dalam kehidupan beriman. Dedikasi yang ditunjukkan oleh Bapak Yoseph Bhaso menjadi inspirasi bahwa setiap orang memiliki peran dalam membangun kehidupan Gereja.
Ucapan-ucapan yang mengalir sejak dini hari hingga siang hari menunjukkan bahwa kehadirannya dihargai dan dicintai oleh banyak orang. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa pelayanan yang dilakukan dengan tulus akan meninggalkan kesan mendalam di hati umat.
Perayaan sederhana yang berlangsung juga menjadi pengingat akan nilai kebersamaan dalam komunitas iman. Dalam kebersamaan tersebut, umat saling mendukung, mendoakan, dan menguatkan satu sama lain.
Dengan bertambahnya usia yang ke-52 tahun, diharapkan Bapak Yoseph Bhaso terus diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas pelayanannya. Dukungan dari para pastor, DPP, serta umat menjadi energi positif yang mendorong semangat pelayanan.
Peristiwa ini juga menjadi refleksi bahwa Gereja tidak hanya dibangun oleh para imam, tetapi juga oleh umat awam yang dengan setia melayani sesuai panggilannya masing-masing.
Bapak Yoseph Bhaso adalah salah satu contoh nyata dari keterlibatan aktif umat dalam kehidupan Gereja. Perannya sebagai koster dan prodiakon menunjukkan bahwa pelayanan tidak terbatas pada satu bidang saja, melainkan dapat mencakup berbagai aspek kehidupan menggereja.
Di tengah perkembangan zaman, peran-peran seperti ini tetap relevan dan bahkan semakin dibutuhkan. Gereja memerlukan orang-orang yang mau melayani dengan hati, bukan semata-mata karena tugas, tetapi sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan dan sesama.
Melalui perayaan ulang tahun ini, umat diajak untuk semakin menghargai setiap bentuk pelayanan, sekecil apa pun itu. Karena pada dasarnya, setiap pelayanan memiliki arti dan kontribusi dalam membangun komunitas iman.
Rangkaian peristiwa yang terjadi pada 19 Maret ini menjadi catatan penting dalam kehidupan Paroki Santo Agustinus Ketapang. Sebuah peristiwa sederhana yang sarat makna, memperlihatkan kekuatan kebersamaan dan nilai pelayanan.
Dengan penuh syukur, umat berharap agar semangat pelayanan yang telah ditunjukkan oleh Bapak Yoseph Bhaso dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.
Perayaan ini pun ditutup dengan doa bersama, memohon agar Tuhan senantiasa memberkati langkah hidup Bapak Yoseph Bhaso, serta seluruh umat Paroki Santo Agustinus Ketapang.
📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 19 Maret 2026

0 comments:
Posting Komentar