Temu Pengurus OMK Se-Keuskupan Ketapang Paroki Kanak-Kanak Yesus Marau, 19–21 Maret 2026

 

Sesi Foto Bersama

Temu Pengurus OMK Se-Keuskupan Ketapang
Paroki Kanak-Kanak Yesus Marau, 19–21 Maret 2026

Ketapang, 26 Maret 2026.Semangat kebersamaan, pelayanan, dan pembinaan iman kaum muda Katolik tampak begitu hidup dalam kegiatan Temu Pengurus Orang Muda Katolik (OMK) se-Keuskupan Ketapang yang dilaksanakan di Paroki Kanak-Kanak Yesus Marau pada tanggal 19 hingga 21 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat relasi antar pengurus OMK dari berbagai paroki sekaligus sebagai wadah evaluasi, refleksi, dan perencanaan gerak pelayanan ke depan.

Sebanyak 129 peserta hadir dalam kegiatan ini, mewakili berbagai paroki yang tersebar di wilayah Keuskupan Ketapang. Kehadiran mereka tidak hanya mencerminkan antusiasme kaum muda, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen OMK dalam menghidupi panggilan sebagai generasi penerus Gereja. Kegiatan ini digagas oleh Tim Kerja OMK Keuskupan Ketapang di bawah koordinasi Saudari Julita Desti dari Paroki Santu Agustinus Paya Kumang.

Hari Pertama: Pembukaan yang Penuh Sukacita dan Harapan

Kegiatan dimulai pada hari pertama dengan suasana penuh kehangatan dan sukacita. Para peserta yang datang dari berbagai daerah disambut secara resmi oleh Ketua Komisi Kepemudaan (KOMKEP) Keuskupan Ketapang bersama panitia pelaksana. Penyambutan ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan yang sarat makna, sekaligus menegaskan semangat persaudaraan dalam Kristus.

Setelah proses registrasi dan penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan Misa Pembukaan. Misa ini menjadi pusat dan dasar dari seluruh rangkaian kegiatan, di mana para peserta diajak untuk menyerahkan seluruh proses temu OMK ke dalam penyelenggaraan Tuhan. Dalam suasana khidmat, para peserta mengikuti perayaan Ekaristi dengan penuh penghayatan, menyadari bahwa pertemuan ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan juga perjumpaan iman yang mendalam.

Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi perkenalan. Dalam sesi ini, panitia memperkenalkan diri, disusul oleh pengurus KOMKEP, Pastor Koordinator OMK Dekenat, serta seluruh pengurus OMK yang hadir. Suasana cair dan penuh keakraban mulai terasa, membuka ruang bagi para peserta untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, serta membangun relasi yang lebih erat.

Salah satu momen yang paling dinanti pada malam tersebut adalah sapaan dari Bapa Uskup Keuskupan Ketapang, Mgr. Pius Riana Prapdi, yang disampaikan melalui Zoom Meeting. Dalam pesannya, beliau memberikan motivasi dan dorongan kepada seluruh OMK agar tetap setia dalam pelayanan, berani menjadi saksi Kristus di tengah dunia, serta mampu menjawab tantangan zaman dengan iman yang kokoh.

Beliau juga menekankan pentingnya peran kaum muda dalam kehidupan Gereja. OMK diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi menjadi motor penggerak dalam berbagai kegiatan pastoral. Pesan tersebut disambut dengan antusias oleh para peserta, yang merasa diperhatikan dan didukung secara langsung oleh pimpinan Gereja.

Hari Kedua: Evaluasi, Pembinaan, dan Penguatan Peran OMK

Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada evaluasi program kerja OMK sepanjang tahun 2025 serta pembekalan materi yang relevan dengan tantangan zaman. Sesi dimulai dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kegiatan OMK dari masing-masing paroki.

Setiap perwakilan OMK paroki diberi kesempatan untuk mempresentasikan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan selama satu tahun terakhir. Ragam kegiatan yang disampaikan menunjukkan kreativitas dan semangat pelayanan yang tinggi dari kaum muda di setiap paroki.

Penyampaian LPJ ini kemudian dirangkum dan disimpulkan oleh Pastor RD. Petrus Riyan selaku Ketua KOMKEP Keuskupan Ketapang. Dalam pemaparannya, beliau menggarisbawahi tiga gerakan utama yang menjadi arah tindak lanjut OMK paroki, yaitu Gerakan Rohani, Gerakan Pastoral, dan Gerakan Kelembagaan.

Gerakan Rohani mencakup berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memperdalam iman kaum muda, seperti Ekaristi Kaum Muda (EKM) atau Misa Alam, katekese OMK, rekoleksi, serta retret. Kegiatan-kegiatan ini dinilai sangat penting dalam membangun fondasi iman yang kuat di kalangan OMK.

Sementara itu, Gerakan Pastoral menitikberatkan pada aksi nyata di tengah masyarakat. Bentuk kegiatan dalam gerakan ini antara lain kunjungan kepada orang sakit, lansia, serta partisipasi dalam perayaan ulang tahun umat. Selain itu, kaderisasi juga menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan kepemimpinan OMK di masa depan.

Adapun Gerakan Kelembagaan berfokus pada penguatan struktur organisasi OMK, termasuk kepemilikan Surat Keputusan (SK) kepengurusan serta pelaksanaan visitasi OMK. Hal ini dianggap penting agar OMK memiliki dasar organisasi yang kuat dan terarah.

Setelah sesi evaluasi, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi dari Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) yang disampaikan oleh Pastor RD. Blasius Suhanedi Kusmantoro, yang akrab disapa Romo Nedi. Materi yang dibawakan mengangkat tema tentang Artificial Intelligence (AI) dan relevansinya dalam kehidupan kaum muda saat ini.

Dalam pemaparannya, Romo Nedi menjelaskan bahwa perkembangan teknologi, khususnya AI, telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Hampir semua orang kini memanfaatkan teknologi ini melalui berbagai aplikasi dan platform digital untuk mempermudah pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.

Namun demikian, beliau juga mengingatkan bahwa penggunaan teknologi harus disertai dengan kebijaksanaan. Kaum muda Katolik diharapkan mampu menggunakan teknologi sebagai sarana untuk mewartakan Injil, bukan hanya sebagai alat hiburan semata.

Romo Nedi menegaskan bahwa media sosial dan teknologi digital memiliki potensi besar sebagai sarana evangelisasi. Oleh karena itu, OMK diharapkan mampu menjadi kreator konten yang positif, inspiratif, dan membangun iman.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan Jalan Salib bersama. Kegiatan ini menjadi momen refleksi yang mendalam, di mana para peserta diajak untuk merenungkan penderitaan Kristus serta mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.

Suasana hening dan penuh penghayatan menyelimuti seluruh rangkaian Jalan Salib. Para peserta tampak larut dalam doa, menyadari bahwa perjalanan iman tidak lepas dari tantangan dan pengorbanan.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan outbond yang dirancang untuk membangun kerja sama, kepemimpinan, dan keberanian. Dalam berbagai permainan dan tantangan yang diberikan, para peserta diajak untuk keluar dari zona nyaman, berpikir kreatif, serta bekerja sama dalam tim.

Intisari dari kegiatan outbond ini adalah bahwa kaum muda harus proaktif dan memiliki inisiatif dalam pelayanan. Mereka tidak boleh menunggu perintah, tetapi harus berani mengambil langkah dan berkontribusi secara aktif.

Selain itu, kaum muda juga ditantang untuk berani menghadapi kesulitan dan tidak mudah menyerah. Semangat pantang menyerah dan keberanian menjadi nilai penting yang ditekankan dalam kegiatan ini.

Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi OMK tingkat dekenat. Dalam sesi ini, para peserta dibagi berdasarkan wilayah dekenat masing-masing untuk membahas program kerja tahun 2026.

Diskusi berlangsung dengan penuh semangat dan partisipasi aktif. Setiap peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan ide, gagasan, serta harapan mereka terhadap program OMK ke depan.

Berbagai usulan program muncul dalam diskusi ini, mulai dari kegiatan rohani, sosial, hingga pengembangan keterampilan. Semua ide tersebut kemudian dirumuskan menjadi rencana kerja yang akan diimplementasikan di masing-masing dekenat.

Hari Ketiga: Penutup yang Bermakna dan Harapan Baru

Hari ketiga menjadi penutup dari seluruh rangkaian kegiatan Temu OMK. Kegiatan diawali dengan Misa Alam yang dilaksanakan di ruang terbuka. Suasana alam yang asri menambah kekhusyukan dalam perayaan Ekaristi.

Dalam misa ini, para peserta diajak untuk semakin menyadari kehadiran Tuhan dalam ciptaan serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Misa Alam menjadi simbol kesatuan antara iman dan tanggung jawab terhadap alam.

Setelah misa, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon oleh setiap dekenat. Aksi ini menjadi bentuk nyata komitmen OMK dalam menjaga lingkungan serta sebagai simbol harapan akan pertumbuhan iman dan pelayanan.

Setiap pohon yang ditanam menjadi tanda bahwa OMK tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak. Kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian integral dari spiritualitas kaum muda Katolik.

Kegiatan kemudian ditutup dengan acara sayonara yang berlangsung penuh haru dan sukacita. Para peserta saling berpamitan, berbagi kenangan, serta membawa pulang semangat baru untuk pelayanan di paroki masing-masing.

Refleksi dan Harapan

Temu Pengurus OMK Se-Keuskupan Ketapang tahun 2026 ini menjadi momentum yang sangat berharga bagi seluruh peserta. Kegiatan ini tidak hanya mempererat relasi, tetapi juga memberikan arah yang jelas bagi gerak OMK ke depan.

Melalui evaluasi, pembinaan, serta perencanaan yang matang, OMK diharapkan mampu menjadi agen perubahan di tengah Gereja dan masyarakat. Kaum muda tidak lagi menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama dalam kehidupan menggereja.

Semangat yang terbangun selama tiga hari kegiatan diharapkan tidak berhenti di Marau, tetapi terus hidup dan berkembang di setiap paroki. OMK dipanggil untuk menjadi terang dan garam dunia, membawa kasih Kristus ke dalam setiap aspek kehidupan.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, para peserta kembali ke tempat masing-masing dengan membawa bekal iman, pengetahuan, serta semangat pelayanan yang baru. Harapannya, apa yang telah diperoleh dapat diimplementasikan secara nyata demi kemajuan OMK dan Gereja secara keseluruhan.

Ketapang, 26 Maret 2026  Temu OMK bukan sekadar pertemuan, tetapi sebuah perjalanan iman yang memperkuat, menyatukan, dan mengutus kaum muda untuk berkarya lebih nyata di ladang Tuhan.

📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal: 26 Maret 2026

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar