Lima Belas Tahun Imamat, RP.Vitalis Nggeal,CP. Didoakan Umat

 

Ketapang, 28 Agustus 2026.Suasana sederhana mewarnai peringatan 15 tahun tahbisan imamat RP. Vitalis Nggeal, CP., Pastor Kepala Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang. Tepat pada Rabu, 26 Agustus 2026, ucapan selamat dan doa datang dari Dewan Pastoral Paroki (DPP), para ketua lingkungan, serta umat se-Paroki Santo Agustinus.

Tidak ada acara khusus untuk memperingati momentum tersebut. Umat memilih menyampaikan perhatian melalui ucapan langsung maupun pesan di sejumlah grup WhatsApp. Grup DPP St. Agustinus, WartaGus, dan Teras Paroki menjadi ruang bagi umat untuk menyampaikan selamat atas perjalanan 15 tahun imamat pastor kepala.

Ketua Dewan Pastoral Paroki Santo Agustinus, Jeno Leo, bersama Ketua II Andreas Didik Eko Purwantoro, turut menyampaikan ucapan. Para ketua lingkungan juga mengambil bagian. Umat dari berbagai lingkungan ikut memberikan doa dan harapan bagi keberlanjutan pelayanan RP. Vitalis Nggeal, CP.

Bagi komunitas Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, peringatan tersebut tidak sekadar menandai perjalanan waktu. Lima belas tahun imamat menjadi kesempatan untuk mengungkapkan rasa syukur atas pelayanan seorang imam yang selama ini hadir di tengah kehidupan umat.

Kedekatan dengan warga menjadi salah satu hal yang menonjol dalam pelayanan RP. Vitalis Nggeal, CP. Ia dikenal tidak hanya hadir ketika ada kegiatan resmi gereja. Dalam kesempatan tertentu, pastor kepala mengunjungi rumah umat tanpa harus menunggu janji sebelumnya.

Kunjungan tersebut menjadi cara sederhana untuk membangun hubungan. Ia datang untuk menyapa, mendengarkan, dan mengenal kehidupan keluarga yang dilayani. Kehadiran langsung membuat hubungan antara pastor dan umat terasa lebih dekat.




Doa Mengalir Tanpa Perayaan Khusus

Peringatan 15 tahun tahbisan RP. Vitalis Nggeal, CP. berlangsung tanpa pesta atau kegiatan khusus. Umat tidak mengadakan rangkaian seremoni besar. Perhatian diberikan melalui ucapan dan doa.

Kesederhanaan itu justru memperlihatkan bentuk penghargaan yang tumbuh dari kehidupan komunitas. Sebagian umat menyampaikan ucapan secara langsung. Sebagian lainnya mengirimkan pesan melalui grup komunikasi paroki.

Pesan-pesan tersebut membawa satu semangat. Umat bersyukur atas perjalanan panggilan imamat RP. Vitalis Nggeal, CP. Mereka juga mendoakan agar Tuhan memberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, dan keteguhan dalam menjalankan tugas pelayanan.

Bagi sebuah komunitas gerejani, doa memiliki tempat penting. Seorang imam menjalankan pelayanan bukan hanya dengan kemampuan pribadi. Ia juga membutuhkan dukungan rohani dari umat yang dipercayakan kepadanya.

Karena itu, ucapan ulang tahun tahbisan menjadi bentuk persaudaraan. Umat memberikan perhatian kepada gembala yang selama ini mendampingi perjalanan iman mereka.

Pesan tersebut muncul melalui beberapa kanal komunikasi yang digunakan umat. Grup WhatsApp DPP St. Agustinus menjadi salah satu tempat penyampaian ucapan. WartaGus dan Grup Teras Paroki juga menjadi ruang berbagi pesan.

Media digital membuat jarak menjadi lebih mudah dijembatani. Umat yang tidak dapat bertemu langsung tetap dapat mengambil bagian dalam momentum tersebut.

Namun, inti peringatan tetap sama. Umat ingin mengucapkan selamat dan mendoakan perjalanan pelayanan pastor kepala.

DPP Menyampaikan Ucapan

Ketua DPP Santo Agustinus Paya Kumang, Jeno Leo, menjadi salah satu pihak yang menyampaikan ucapan selamat. Ketua II Andreas Didik Eko Purwantoro juga turut memberikan perhatian pada momentum tersebut.

Para ketua lingkungan tidak ketinggalan. Mereka bersama umat di wilayah masing-masing menyampaikan ucapan dan doa.

Keterlibatan para pengurus menunjukkan bahwa kehidupan paroki dibangun melalui kerja bersama. Pastor kepala menjalankan tugas pastoral dengan dukungan banyak pihak.

DPP memiliki peran dalam menjembatani berbagai kepentingan umat. Para ketua lingkungan juga menjadi penghubung yang dekat dengan warga di wilayah masing-masing.

Hubungan tersebut penting dalam kehidupan komunitas. Gereja tidak hanya berjalan melalui kegiatan liturgi. Ada komunikasi, kebersamaan, kepedulian, dan pelayanan yang berlangsung dalam kehidupan sehari-hari.

Momentum ulang tahun tahbisan memperlihatkan hubungan tersebut. Umat menyampaikan penghargaan kepada seorang imam yang menjadi bagian dari perjalanan komunitas mereka.

Tidak diperlukan acara besar untuk menunjukkan perhatian. Ucapan sederhana dapat menjadi tanda kasih. Doa dapat menjadi bentuk dukungan yang kuat.

Sosok Pastor yang Dekat dengan Warga

RP. Vitalis Nggeal, CP. dikenal sebagai sosok yang berusaha membangun kedekatan dengan umat.

Salah satu caranya melalui kunjungan ke rumah warga. Ia dapat datang tanpa harus menunggu undangan atau janji terlebih dahulu.

Kehadiran semacam ini memiliki arti tersendiri. Rumah umat menjadi ruang perjumpaan. Percakapan dapat berlangsung dalam suasana yang lebih santai.

Di sana, seorang pastor dapat mendengar cerita keluarga secara langsung. Umat pun memiliki kesempatan untuk menyampaikan pengalaman mereka.

Kunjungan pastoral bukan sekadar aktivitas silaturahmi. Kehadiran seorang imam dapat menjadi bentuk perhatian gereja terhadap keluarga.

Setiap keluarga memiliki pengalaman berbeda. Ada yang sedang menghadapi persoalan. Ada yang sedang merayakan kebahagiaan. Ada pula yang membutuhkan pendampingan dan penguatan.

Dengan hadir secara langsung, pastor dapat mengenal umat secara lebih manusiawi. Ia tidak hanya bertemu mereka ketika mengikuti perayaan di gereja.

Pola pendekatan seperti itu membantu menciptakan hubungan yang lebih akrab. Umat merasa diperhatikan. Pastor juga memperoleh pemahaman lebih baik mengenai kehidupan komunitas.

Kedekatan tersebut menjadi salah satu cerita yang melekat dalam perjalanan pelayanan RP. Vitalis Nggeal, CP. di Paya Kumang.

Mengenang Hari Tahbisan

RP. Vitalis Nggeal, CP. lahir di Poka Ruteng pada 12 Januari 1980.

Perjalanan panggilannya kemudian mengantarnya kepada kehidupan imamat. Ia menerima tahbisan imam di Katedral Ruteng pada 26 Agustus 2011.

Tanggal tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan hidupnya.

Lima belas tahun kemudian, tepat pada 26 Agustus 2026, umat mengenang kembali hari bersejarah tersebut. Waktu yang telah berlalu menjadi bagian dari perjalanan panjang pelayanan.

Tahbisan imamat bukan sekadar sebuah peristiwa seremonial. Bagi seorang imam, tahbisan menjadi awal dari tanggung jawab untuk melayani Gereja dan umat.

Perjalanan itu membutuhkan kesetiaan. Tugas pastoral juga menuntut kesediaan untuk hadir dalam berbagai keadaan.

Selama bertahun-tahun, seorang imam berjumpa dengan banyak orang. Ia mendampingi keluarga. Ia melayani perayaan iman. Ia terlibat dalam kehidupan komunitas.

Setiap perjumpaan meninggalkan pengalaman. Setiap pelayanan memberikan pelajaran.

Karena itu, 15 tahun imamat dapat dilihat sebagai perjalanan pembentukan diri sekaligus perjalanan bersama umat.

Lima Belas Tahun Bukan Sekadar Angka

Bagi umat, angka 15 memiliki makna tersendiri. Lima belas tahun menunjukkan rentang waktu yang cukup panjang dalam kehidupan pelayanan seorang imam.

Dalam masa tersebut, banyak hal dapat berubah. Generasi umat berganti. Anak-anak tumbuh menjadi remaja dan dewasa. Keluarga mengalami berbagai dinamika.

Gereja juga menghadapi tantangan yang terus berkembang. Cara umat berkomunikasi berubah. Teknologi semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dalam situasi tersebut, pelayanan pastoral membutuhkan kemampuan untuk menyesuaikan diri. Namun, nilai dasar pelayanan tetap sama. Gereja dipanggil untuk hadir, mendengarkan, mendampingi, dan melayani.

Seorang pastor memiliki peran penting dalam proses tersebut. Ia menjadi salah satu figur yang membantu umat menjaga kehidupan iman di tengah perubahan.

Kehadiran pastor di rumah-rumah umat menjadi salah satu bentuk nyata dari pelayanan tersebut. Tidak semua kebutuhan umat dapat diketahui melalui rapat atau pertemuan resmi.

Kadang-kadang, percakapan sederhana justru membuka persoalan yang lebih mendalam.

Karena itu, kunjungan tanpa janji dapat menjadi sarana membangun relasi. Pastor hadir bukan hanya sebagai pemimpin gerejani. Ia juga hadir sebagai saudara yang mau mendengarkan.

Kesederhanaan yang Berarti

Peringatan 15 tahun tahbisan RP. Vitalis Nggeal, CP. tidak diwarnai acara besar.

Tidak ada pesta khusus yang menjadi pusat kegiatan. Tidak ada rangkaian seremoni yang panjang.

Yang ada adalah ucapan dan doa.

Bagi umat, bentuk sederhana tersebut sudah cukup untuk menunjukkan rasa syukur. Mereka menyampaikan pesan dari tempat masing-masing.

Sebagian bertemu langsung. Sebagian mengirimkan ucapan melalui WhatsApp.

Teknologi menjadi sarana. Namun, pesan yang disampaikan tetap bersifat personal.

Setiap ucapan membawa harapan agar pastor kepala terus menjalankan pelayanan dengan setia.

Kesederhanaan tersebut juga membuat perhatian umat terasa lebih spontan. Tidak ada kewajiban untuk hadir dalam acara tertentu. Umat memberikan ucapan karena merasa memiliki hubungan dengan pastor yang melayani mereka.

Di sinilah nilai sebuah komunitas terlihat. Hubungan yang baik tidak selalu dibangun melalui kegiatan besar. Sapaan, kunjungan, percakapan, dan doa dapat menjadi bagian penting dalam membangun persaudaraan.

Perjalanan yang Terus Berlanjut

Peringatan 15 tahun tahbisan bukan akhir dari sebuah perjalanan. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi titik untuk melanjutkan pelayanan.

RP. Vitalis Nggeal, CP. masih memiliki tugas pastoral bersama umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang.

Setiap hari membawa tanggung jawab baru. Ada kegiatan gereja yang harus dilayani. Ada umat yang membutuhkan pendampingan. Ada keluarga yang perlu disapa.

Pelayanan juga membutuhkan kesabaran. Seorang pastor berhadapan dengan berbagai karakter dan latar kehidupan umat.

Kondisi tersebut menjadi bagian dari dinamika kehidupan paroki.

Dukungan umat menjadi penting agar pelayanan dapat terus berkembang. Hubungan antara pastor dan komunitas perlu dijaga melalui komunikasi dan keterbukaan.

Ucapan ulang tahun tahbisan dapat menjadi salah satu bentuk dukungan tersebut.

Doa untuk Langkah Berikutnya

Lima belas tahun imamat menjadi kesempatan bagi umat untuk mengucapkan terima kasih. Mereka menghargai pelayanan yang telah diberikan sekaligus menitipkan harapan untuk masa depan.

Doa menjadi bagian utama dari ungkapan tersebut.

Umat berharap RP. Vitalis Nggeal, CP. senantiasa diberikan kesehatan. Mereka juga mendoakan agar ia memperoleh kekuatan dalam menjalankan tanggung jawab pastoral.

Kebijaksanaan diperlukan dalam mengambil keputusan. Kesabaran dibutuhkan ketika menghadapi berbagai persoalan. Kerendahan hati membantu seorang pelayan tetap dekat dengan umat.

Semua itu menjadi bagian dari perjalanan seorang imam.

Peringatan 15 tahun tahbisan akhirnya menjadi momen sederhana yang memiliki makna besar. Tidak ada perayaan khusus. Tidak ada kemeriahan.

Namun, ada umat yang mengingat.

Ada pengurus yang menyampaikan ucapan.

Ada para ketua lingkungan yang ikut memberikan perhatian.

Ada keluarga-keluarga yang mengirimkan doa.

Semua menjadi bagian dari ungkapan syukur atas perjalanan imamat RP. Vitalis Nggeal, CP.

Dari Ruteng Menuju Paya Kumang

Perjalanan hidup RP. Vitalis Nggeal, CP. berawal dari Poka Ruteng. Ia lahir pada 12 Januari 1980.

Tahbisan imamat diterimanya di Katedral Ruteng pada 26 Agustus 2011.

Tanggal tersebut kemudian menjadi penanda perjalanan pelayanan yang panjang. Pada 26 Agustus 2026, usia tahbisan itu genap 15 tahun.

Kini ia melayani sebagai Pastor Kepala Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang.

Di tempat pelayanan tersebut, ia menjalani kehidupan bersama umat. Ia hadir dalam kegiatan gereja. Ia bertemu keluarga. Ia melakukan kunjungan. Ia membangun komunikasi.

Semua proses itu menjadi bagian dari cerita pastoral yang terus berlangsung.

Lima belas tahun menjadi pengingat bahwa panggilan imamat membutuhkan kesetiaan dari waktu ke waktu.

Selamat Ulang Tahun Tahbisan

Pada akhirnya, ucapan umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang memiliki pesan yang sederhana.

Selamat ulang tahun tahbisan imamat ke-15, RP. Vitalis Nggeal, CP.

Ucapan tersebut datang dari Ketua DPP Jeno Leo, Ketua II Andreas Didik Eko Purwantoro, para ketua lingkungan, serta umat se-Paroki Santo Agustinus Paya Kumang.

Mereka menyampaikan doa dan harapan agar perjalanan pelayanan terus diberkati.

Tidak ada acara khusus pada 26 Agustus 2026. Namun, perhatian umat tetap hadir melalui perjumpaan langsung dan pesan di grup WhatsApp DPP St. Agustinus, WartaGus, serta Teras Paroki.

Kesederhanaan itu menjadi cerita tersendiri.

Seorang pastor memperingati 15 tahun tahbisan. Umat yang dilayaninya mengingat hari tersebut. Mereka tidak memberikan kemeriahan, tetapi memberikan sesuatu yang lebih sederhana: ucapan dan doa.

Bagi sebuah komunitas iman, perhatian seperti itu memiliki arti.

Lima belas tahun telah berlalu sejak tahbisan di Katedral Ruteng. Perjalanan pelayanan kemudian membawa RP. Vitalis Nggeal, CP. menjadi bagian dari kehidupan umat di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang.

Perjalanan berikutnya masih panjang.

Doa umat pun menjadi bekal untuk melangkah.

Semoga Tuhan terus meneguhkan panggilan RP. Vitalis Nggeal, CP., memberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, serta sukacita dalam melayani Gereja dan umat.

Selamat 15 tahun tahbisan imamat. Semoga kesetiaan dalam panggilan terus menjadi berkat bagi banyak orang.

📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal: 28  Agustus 2026

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar