KEHENINGAN YANG MENYAPA JIWA: PESAN ROHANI DI BALIK STATUS SINGKAT SEORANG PRODIAKON. Ignasius Rinso Tigor,S.S


Foto Bapak. Ignasius Rinso Tigor,S.S 

KEHENINGAN YANG MENYAPA JIWA: PESAN ROHANI DI BALIK STATUS SINGKAT SEORANG PRODIAKON

Ketapang, 6 Juni 2025 .Di tengah hingar-bingar dunia digital yang dipenuhi suara-suara keras, promosi, dan kabar tanpa henti, sebuah pesan rohani sederhana hadir seperti embun pagi yang lembut menyentuh relung hati. Pada tanggal 5 Juni 2025, tepat pukul 04.03 WIB, Bapak Ignasius Rinso Tigor, S.S., seorang Prodiakon di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, membagikan sebuah status WhatsApp yang singkat namun penuh permenungan.

Tulisannya adalah sebagai berikut:

“Dalam keheningan Allah memberi ruang kepada kita untuk dipahami, walau kita harus juga sadar, tabir rahasia Allah hanya terpahami hanya sebatas…”


Status WhatsApp Bapak. Ignasius Rinso Tigor,S.S

Kalimat ini, meski terputus pada akhirnya, justru membuka pintu kontemplasi yang luas. Ia tidak menyelesaikan kalimatnya, namun membiarkan pembaca merenung dan melanjutkan sendiri maknanya dalam hati. Apakah itu disengaja atau tidak, justru di situlah letak kedalaman pesannya.

Sebuah Kontemplasi di Subuh Hari

Bukan tanpa makna bila status ini diunggah pada pukul 04.03 WIB,sebuah jam yang bagi sebagian besar orang masih lelap dalam tidur. Namun bagi mereka yang terjaga, jam ini seringkali menjadi waktu keheningan spiritual, saat suara dunia nyaris berhenti dan hati manusia lebih mudah menangkap bisikan rahmat.

Prodiakon  Ignasius Rinso Tigor,S.S , yang dikenal di lingkungan paroki sebagai pribadi yang tenang dan bijak, seperti ingin mengajak umat untuk memasuki ruang sunyi batin, di mana suara Tuhan dapat terdengar lebih jelas. Dalam keheningan, kata-kata tidak perlu berteriak. Justru dalam senyaplah, Tuhan menyampaikan kasih dan pengertian-Nya.

Makna Mendalam di Balik Kata-Kata

Allah memberi ruang kepada kita untuk dipahami”sebuah kalimat yang mungkin terdengar sederhana, namun membawa pesan besar. Sebagai umat Katolik, kita kerap mendambakan untuk memahami Tuhan. Namun di baliknya, Tuhan pun memberi ruang bagi kita agar kita bisa menyadari diri, mengenal kekurangan kita, dan terbuka pada kasih-Nya. Ruang ini bukan ruang kosong, melainkan ruang rahmat yang melingkupi kita dalam keheningan doa, dalam meditasi, dan dalam pengalaman hidup sehari-hari.

Tabir rahasia Allah hanya terpahami hanya sebatas...” status ini tidak selesai, dan itu bukan kelemahan. Justru dalam ketidakselesaian ini, umat diajak untuk menyadari keterbatasan nalar manusia. Bahwa misteri Ilahi tidak bisa dijelaskan sepenuhnya, tetapi hanya bisa direnungkan dan diimani. Dalam iman Katolik, kita mengakui adanya hal-hal yang tidak untuk dipahami secara penuh, tetapi untuk dipercayai dan dihidupi.

Menemukan Tuhan Dalam Sunyi

Pesan ini, walau hanya ditampilkan dalam status WhatsApp, menunjukkan bahwa pewartaan iman tidak melulu harus dilakukan di mimbar gereja. Di era digital, pesan singkat di media sosial pun bisa menjadi sarana evangelisasi yang kuat. Dan ini adalah pengingat bahwa Tuhan bisa hadir dalam segala bentuk dan ruang, termasuk dalam status pagi hari yang hening.

Sebagai umat beriman, kita diajak untuk terus membuka hati dan telinga batin. Untuk berani berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia dan masuk dalam keheningan sebab di sanalah, seperti yang dituliskan oleh Prodiakon Ignasius Rinso Tigor, S.S., Tuhan memberi ruang kepada kita… untuk dipahami, dan untuk memahami.

Dan barangkali, tabir rahasia Allah memang tidak perlu dibuka seluruhnya. Cukup kita percaya bahwa di balik tabir itu, ada kasih yang tak berkesudahan.

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:  6 Juni 2025 

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar