"Pesan Rohani Pagi Hari dari Seorang Prodiakon: Iman yang Tidak Perlu Dipaksakan, Cukuplah Tuhan yang Membenarkan"
Ketapang, 5 Juni 2025 – Dalam keseharian yang terus bergerak cepat, terkadang jiwa membutuhkan jeda sejenak untuk merenung dan menyerap makna hidup yang lebih dalam. Hal itulah yang secara sederhana namun penuh makna dilakukan oleh Bapak Ignasius Rinso Tigor, S.S., seorang Prodiakon di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, Kalimantan Barat.
Tepat pukul 09.00 WIB, pada hari Rabu, 04 Juni 2025, beliau mengunggah sebuah status WhatsApp yang mungkin terlihat biasa bagi sebagian orang, namun sesungguhnya menyimpan kekuatan reflektif yang menyapa kedalaman hati siapa saja yang membacanya. Berikut isi pesannya:
"Berusahalah untuk menempatkan keyakinan iman pada skala yg benar, tanpa harus memaksakan untuk orang lain menilai benar, cukuplah Dia yg membenarkan."
Pesan ini mengajak umat untuk menyadari bahwa iman adalah sebuah perjalanan personal yang intim dengan Tuhan. Dalam kehidupan beriman, sering kali manusia tergoda untuk membuktikan atau bahkan memaksakan keyakinannya kepada orang lain, berharap agar penilaian manusia menjadi ukuran kebenaran. Namun, melalui kalimat singkat ini, Prodiakon Ignasius mengingatkan bahwa pusat kebenaran bukanlah pada pandangan sesama, melainkan pada Allah sendiri.
Beliau juga berharap agar pesan-pesan sederhana seperti ini dapat menjadi penyegar batin bagi siapa saja yang membacanya, terlebih di tengah hiruk-pikuk media sosial yang kerap dipenuhi konten negatif atau provokatif.
Sebuah Langkah Kecil, Dampak yang Besar
Langkah kecil itu membuktikan bahwa pewartaan Injil tidak harus selalu dilakukan melalui mimbar atau panggung besar. Sebuah status WhatsApp, jika dilandasi oleh doa dan ketulusan hati, dapat menjadi saluran rahmat yang menembus layar ponsel dan menyapa hati yang rindu akan kehadiran-Nya.
Akhir kata, pesan rohani dari Prodiakon Ignasius Rinso Tigor menjadi pengingat bagi kita semua bahwa:
“Dalam hidup beriman, cukup Dia yang membenarkan; kita hanya perlu berjalan dalam kebenaran-Nya.”
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 5 Juni 2025


0 comments:
Posting Komentar