Yesus Berdoa: Misa Hari Rabu Pekan VII Paskah di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

 

 Foto Pastor Kepala ex officio RP. Vitalis Nggeal, CP, didamping Pastor Vikaris ex officio RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP.Pimpin Misa

Yesus Berdoa: Misa Hari Rabu Pekan VII Paskah di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Ketapang, Rabu 4 Juni 2025.Dalam suasana liturgi Hari Rabu Biasa Pekan VII Paskah yang juga bertepatan dengan hari keenam Novena Roh Kudus, umat Katolik Paroki Santo Agustinus Paya Kumang berkumpul dalam perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh RP. Vitalis Nggeal, CP. Misa ini turut didampingi oleh Pastor Vikaris ex officio, RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP.

Dengan warna liturgi putih, misa kali ini juga mengenangkan Santo Kuirinus, Martir, dan Santo Fransiskus Caracciolo, Abbas. Petugas liturgi berasal dari Lingkungan Santa Sisilia, dengan Ibu Fransiska Romana Sri Wijati sebagai dirigen, Ibu Klaudia Sri Pawanti sebagai lektor, dan Bertha sebagai organis.

















































Dalam homilinya yang mendalam dan menyentuh hati, RP. Vitalis Nggeal, CP, mengangkat tema dari Injil Yohanes 17:11b-19, tentang doa Yesus bagi murid-murid-Nya. “Aku tidak meminta supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat,” demikian kutipan inti dari doa Yesus yang menjadi renungan utama.

RP. Vitalis menegaskan bahwa Yesus tidak meminta agar para murid diambil dari dunia, melainkan agar mereka diberi perlindungan dari yang jahat. “Dunia adalah tempat perutusan. Kita masih memiliki visi dan misi di dunia ini. Yesus tidak menghendaki kita lari dari kenyataan, tetapi menghadapi kenyataan dengan terang dan kekuatan Allah,” tutur beliau.

Dalam homili tersebut, umat diajak untuk menyadari bahwa hidup sebagai orang Katolik bukanlah hidup yang menghindari masalah, melainkan sebuah perjalanan yang terus-menerus dihiasi oleh semangat Injil. “Yesus tahu akan adanya dosa, pencobaan, dan kehadiran iblis. Namun Ia juga tahu bahwa kita harus tetap tinggal di dunia ini untuk diutus dan dibentuk,” lanjut RP. Vitalis.

Ia juga mengingatkan bahwa menjadi murid Kristus berarti bersandar pada rahmat Allah. “Bukan berarti kita tidak akan jatuh, tetapi Tuhan menyiapkan rahmat agar kita bangkit kembali. Rahmat itu diberikan kepada mereka yang mau menggandeng tangan Tuhan,” tegasnya.

Mengutip gambaran dari Injil, umat diajak untuk menjadi garam dan terang dunia, namun tidak larut dalam dunia. “Yesus tidak menjanjikan hidup bebas dari penderitaan, namun Ia berdoa agar kita dilindungi dari yang jahat. Anda bukan korban dari penderitaan. Kita harus yakin, karena Yesus telah mendoakannya untuk kita,” pungkasnya dengan penuh semangat.

Perayaan Ekaristi ini tidak hanya menjadi bagian dari kalender liturgi, tetapi juga momentum bagi umat untuk merenungkan kembali panggilan mereka sebagai utusan Kristus di dunia, dengan penuh keyakinan bahwa dalam setiap pergumulan, Tuhan telah lebih dahulu mendoakan dan memelihara mereka.

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal: 4 Juni 2025 

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar