112 Calon Krisma Ikuti Pertemuan VI Persiapan Akhir di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang


Foto  Bapak Ignasius Rinso Tigor, S.S. Saat Mengajar

112 Calon Krisma Ikuti Pertemuan VI Persiapan Akhir di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Ketapang, 3 Agustus 2025. Sebanyak 112 calon penerima Sakramen Krisma dari Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, mengikuti Pertemuan VI yang mengangkat tema Persiapan Akhir, Minggu (3/8). Kegiatan ini dipandu oleh Bapak Ignasius Rinso Tigor, S.S., seorang pengajar dan pendamping iman yang juga merupakan tokoh awam aktif dalam pembinaan kategorial di paroki.























Kegiatan diawali dengan lagu rohani “Datanglah Roh Maha Kudus” yang dinyanyikan secara khidmat oleh seluruh peserta. Lagu ini menjadi pintu masuk untuk memohon kehadiran Roh Kudus agar menyertai seluruh proses pembelajaran dan permenungan. Setelah itu, dilanjutkan dengan doa pembuka bersama yang mengantar seluruh calon Krisma memasuki suasana batin yang mendalam.

Tanya-Jawab: Menggali Kesiapan Rohani Calon Krisma

Sesi awal pertemuan berfokus pada refleksi pribadi melalui tanya-jawab interaktif. Beberapa pertanyaan penting yang diajukan kepada peserta, antara lain:

  1. Apakah Anda sudah merasa siap untuk menerima Sakramen Krisma?

  2. Hal-hal apa yang sudah Anda siapkan?

  3. Dalam hal apa Anda belum merasa siap?

Para calon Krisma diajak untuk menyadari secara jujur dan terbuka kondisi batin mereka masing-masing dalam menyongsong anugerah Sakramen Krisma yang akan mereka terima.

Menyongsong Rahmat dalam Suasana Berahmat

Dalam materi inti, Bapak Ignasius Rinso Tigor menekankan pentingnya mempersiapkan disposisi batin yang layak. Mengacu pada Kitab Hukum Kanonik (KHK 889 §2) dan Katekismus Gereja Katolik (KGK 1310), beliau mengajak para peserta untuk benar-benar masuk dalam suasana berahmat agar rahmat Roh Kudus, khususnya Roh Kenabian, dapat berdiam dan berkarya dalam hati setiap pribadi.

Beberapa langkah konkret yang dianjurkan untuk menciptakan suasana berahmat adalah:

  • Berdoa Novena Roh Kudus, sebagaimana dilakukan para murid dan Bunda Maria (bdk. Kis. 1:12-14).

  • Menerima Sakramen Tobat, sebagai jalan pemurnian batin. Dalam Yohanes 20:22-23, ditegaskan bahwa Roh Kuduslah sumber pengampunan dosa, dan melalui pengakuan, umat dibersihkan serta dibekali rahmat agar tidak mudah jatuh dalam dosa yang sama.

“Dengan menerima Sakramen Tobat, kita tidak hanya diampuni, tetapi juga dibantu untuk bertumbuh dalam hidup rohani,” tegas Ignasius Tigor.

Memahami Liturgi Krisma

Dalam sesi selanjutnya, peserta dibimbing untuk memahami tata liturgi Sakramen Krisma. Liturgi Krisma terdiri dari tiga bagian penting:

  1. Pembaharuan Janji Baptis
    Menandai tekad pribadi untuk berpegang teguh pada iman Katolik. Bagi mereka yang dibaptis saat bayi, ini adalah momen untuk mengucapkannya secara sadar dan pribadi.

  2. Penumpangan Tangan
    Merujuk pada Kisah Para Rasul 8:14-19 dan 19:1-6, penumpangan tangan oleh Uskup menjadi lambang pencurahan Roh Kudus. Uskup mengulurkan tangan, berdoa, dan kemudian menandai dahi calon Krisma dengan minyak suci.

  3. Pengurapan dengan Minyak Krisma
    Calon Krisma maju satu per satu, didampingi Wali Krisma. Pengurapan ini menjadi tanda penerimaan penuh akan rahmat dan misi Gereja yang dibawa oleh Roh Kudus.

Pesan Reflektif: "Tempat Bagi Harapan dan Belas Kasih"

Di akhir sesi, Bapak Ignasius Tigor mengajak para peserta untuk melakukan refleksi pribadi, sembari mengutip semangat penggembalaan dari Paus Fransiskus:

“Biarkanlah tempat ini menjadi tempat bagi harapan dan belas kasih, di mana setiap orang merasa diterima, dicintai, dan diampuni.”

Ia juga menegaskan pentingnya retret pribadi, pengakuan dosa, dan waktu doa sebagai bentuk persiapan spiritual yang mendalam.

Kegiatan ditutup dengan doa dan penguatan spiritual:

“Thank you, Jesus, for loving me. Amen.”

Melalui pertemuan ini, para calon Krisma semakin dikuatkan dalam iman dan diarahkan untuk mempersiapkan diri seutuhnya dalam menyambut pencurahan Roh Kudus. Perayaan Sakramen Krisma dijadwalkan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, dan diharapkan para peserta telah siap secara batin dan rohani menyambut anugerah besar tersebut.

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   3 Agustus  2025 


About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar