Misa Lingkungan St. Lusia Penuh Syukur dan Sukacita: Rayakan Wisuda Wisnu dan Ulang Tahun Ibu Sutarti Rahayu
Ketapang, 5 Agustus 2025.Suasana syukur dan kebersamaan begitu terasa dalam Misa Lingkungan yang digelar pada Selasa malam, 5 Agustus 2025, pukul 18.30 WIB. Bertempat di kediaman Bapak Jeno Leo, Jalan Gatot Subroto, BTN Sukaharja Indah 2 No. 14 A, misa syukur ini dilaksanakan dalam rangka merayakan dua momen penting: wisuda Wisnu pada 31 Juli 2025 dan ulang tahun Ibu Sutarti Rahayu.
Misa dipimpin oleh RP. Vitalis Nggeal, CP, dengan peran serta umat lingkungan yang begitu kompak dan antusias. Lagu dipimpin oleh Ibu Suharyati, mazmur oleh Ibu Efriana, dan pengantar misa dibawakan oleh Ibu Angelina Norma Sanger, menambah khusyuk suasana perayaan iman ini.
Turut hadir dalam perayaan ini Pastor Vikaris Ex Officio, RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP, umat dari Lingkungan Santa Lusia, serta undangan dari berbagai lingkungan di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang. Kehadiran mereka menambah semarak dan kehangatan dalam kebersamaan umat malam itu.
Dalam homilinya, RP. Vitalis Nggeal, CP., menyampaikan pesan-pesan mendalam seputar makna ucapan syukur yang dibingkai dalam empat hal penting:
Pertama, bersyukur atas penyertaan dan bimbingan Tuhan selama masa studi Wisnu, yang walau penuh tantangan, akhirnya membuahkan hasil melalui kelulusan dan wisuda. Pastor Vitalis menekankan bahwa setiap perjuangan yang ditempuh dalam pendidikan bukan hanya soal kerja keras pribadi, tetapi juga tentang iman dan keyakinan kepada penyelenggaraan Ilahi. “Hanya Tuhan dan Bunda Maria yang sungguh mengetahui perjuangan itu,” ujar beliau. Di balik senyum dan toga wisuda, tersimpan air mata, kegelisahan, dan pengorbanan yang mungkin tak diketahui banyak orang. Maka, momen wisuda menjadi saat yang tepat untuk kembali menyadari betapa Tuhan selalu hadir dan bekerja diam-diam di balik setiap keberhasilan.
Kedua, pentingnya keterhubungan pribadi dengan Tuhan. Dalam dunia yang semakin sibuk dan kompetitif, relasi dengan Tuhan seringkali terabaikan. Namun Pastor Vitalis mengingatkan bahwa inti kehidupan beriman terletak pada relasi yang hidup dan terus-menerus dengan Sang Pencipta. “Umat yang tahu diri akan selalu menjalin relasi dengan Tuhan. Tanpa itu, kita tidak akan mampu menjadi pribadi yang baik entah sebagai suami, istri, atau anak-anak,” tegas beliau. Hubungan ini tidak dibangun hanya melalui doa atau misa seminggu sekali, tetapi melalui sikap hidup sehari-hari: kesetiaan dalam tugas, kejujuran dalam pekerjaan, dan kasih dalam keluarga.
Ketiga, ajakan untuk mendukung keluarga Bapak Leo dan Ibu Sutarti melalui doa dan perhatian. Pastor mengingatkan bahwa kebersamaan dalam iman juga harus diwujudkan dalam solidaritas konkret. “Mereka memohon berkat Tuhan, dan dukungan kita adalah bentuk cinta kasih sesama.” Keluarga bukan hanya urusan darah, tetapi juga iman. Ketika satu keluarga bersyukur, seluruh umat terpanggil untuk ikut bergembira. Ketika satu anggota memohon doa, seluruh umat pun diajak turut menopang. Kehadiran dan perhatian sesama umat menjadi tanda nyata kehadiran Tuhan di tengah kehidupan.
Keempat, umat diajak menjadi keluarga beriman yang tangguh dan setia. Pastor mengajak umat untuk belajar dari kisah Injil tentang Petrus yang ingin berjalan di atas air menemui Yesus. Namun ia menjadi takut saat angin dan ombak menerpa, dan hampir tenggelam. “Petrus sempat mengira Yesus adalah hantu atau kuyang,” ujar Pastor dengan nada menggelitik. Namun pesan mendalamnya adalah bahwa keraguan dan ketakutan seringkali membuat kita goyah dalam iman. “Kita pun kerap kehilangan keyakinan, tapi tangan Tuhan selalu siap menolong,” katanya penuh harap. Dalam konteks keluarga dan komunitas, iman yang teguh akan menjadi fondasi untuk menghadapi berbagai tantangan. Seperti Wisnu yang berhasil melewati masa-masa sulit dan diwisuda pada 21 Juli 2025, demikian pula setiap umat dipanggil untuk tetap percaya bahwa Tuhan akan menyelesaikan apa yang telah Ia mulai.
Misa ditutup dengan suasana penuh haru dan syukur. Umat saling mengucapkan selamat kepada Wisnu atas keberhasilannya meraih gelar sarjana, serta kepada Ibu Sutarti Rahayu yang berulang tahun. Doa bersama mengalir sebagai bentuk syukur atas penyertaan Tuhan dalam hidup keluarga mereka.
Malam syukur ini menjadi momen istimewa untuk memperkuat ikatan persaudaraan, menumbuhkan semangat iman, dan menegaskan kembali pentingnya mendekatkan diri kepada Tuhan dalam segala situasi.
Selamat kepada Wisnu atas wisudanya, dan selamat ulang tahun untuk Ibu Sutarti Rahayu. Teruslah menjadi pribadi-pribadi yang bersyukur dan beriman teguh. Tuhan memberkati.
📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 5 Agustus 2025





0 comments:
Posting Komentar