Hari Minggu Biasa XVIII: “Kekayaan Sejati Ada dalam Kasih dan Kepedulian”
Ketapang Hari Minggu, 3 Agustus 2025, umat Katolik di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang merayakan Hari Minggu Biasa XVIII dengan penuh khidmat dan sukacita iman. Misa kudus dipersembahkan oleh RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP., dengan warna liturgi hijau. Pada hari ini, Gereja juga memperingati Santo Stefanus I, Paus dan Martir, sosok pelayan Allah yang setia hingga akhir hayatnya.
Misa kudus dimeriahkan oleh koor dari Lingkungan Santo Gabriel Possenti, yang dipimpin oleh Dirigen Bapak Hendrikus Hendri, S.S., diiringi oleh Organis Ibu Martha Koleta Popyzesika. Lektor hari itu adalah Ibu Yustina, sedangkan Mazmur dibawakan dengan penuh penghayatan oleh Bapak Dario.
Dalam homilinya, RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP., mengajak seluruh umat untuk merenungkan kembali makna sejati dari kekayaan dan harta benda yang seringkali menjadi pusat perhatian dalam hidup manusia. Dengan gaya tutur yang hangat namun menggugah hati, beliau memulai khotbahnya:
“Bapak, Ibu, Saudara-Saudari, dan adik-adik terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Selamat pagi! Hari ini kita diajak merenungkan tentang harta. Harta itu berbicara. Ia bisa menjadi berkat, tetapi juga bisa menjadi jerat.”
Beliau lalu mengisahkan sebuah cerita yang relevan dan membumi, tentang seorang pria kaya raya yang menghabiskan hidupnya hanya untuk mengumpulkan harta. Ketika sakit menimpanya, ia berobat ke sana ke mari, mencari pertolongan medis terbaik, namun semuanya sia-sia. Para dokter angkat tangan. Tidak ada kesembuhan baginya.
“Lalu ia mulai menyesali hidupnya. Ia berseru, ‘Untuk apa semua kekayaan yang aku kumpulkan? Tidak satupun bisa menolongku sekarang.’ Ia sadar bahwa semua harta yang ia miliki ternyata fana, tak berguna dalam menghadapi kenyataan hidup yang sebenarnya. Ia akhirnya menyadari, bahwa selama ini ia telah mengumpulkan harta yang sia-sia, bukan harta sejati yang kekal.”
Dari kisah ini, RP. Oscar menekankan pesan penting dari Yesus dalam Injil hari itu. Bahwa manusia cenderung terpikat oleh kemegahan duniawi dan melupakan nilai kekekalan. Yesus mengingatkan agar kita tidak mengandalkan harta duniawi yang mudah rusak oleh ngengat dan karat, tetapi justru mengumpulkan harta di surga yakni harta rohani, perbuatan kasih, dan kepedulian terhadap sesama.
“Yesus tidak menolak kekayaan. Tetapi Ia menolak ketamakan. Ketamakan adalah akar dari segala kejahatan. Ketika kita memiliki harta, jangan sampai harta itu justru memiliki kita,” tegas beliau.
Beliau mengingatkan bahwa kebahagiaan sejati bukan ditemukan dalam kemewahan, melainkan dalam relasi yang penuh kasih dengan Tuhan dan sesama. Harta sejati bukanlah rekening penuh, rumah mewah, atau jabatan tinggi, melainkan hati yang penuh kasih, tindakan yang tulus, dan kepedulian yang nyata.
“Perbuatan kasih dan pelayanan yang tulus adalah harta yang sesungguhnya. Mereka yang miskin namun berhati kaya di hadapan Allah adalah orang-orang yang sungguh berbahagia. Karena di sanalah Tuhan bersemayam,” tambahnya dengan penuh penghayatan.
RP. Oscar juga mengutip perumpamaan Yesus tentang harta yang terpendam. Harta itu sangat berharga, tetapi tersembunyi. Begitu juga kasih ia bukan sekadar tampak dari luar, tetapi lahir dari hati yang murni, yang sering tidak terlihat tetapi nyata dalam tindakan.
Menutup homilinya, beliau mengajak seluruh umat untuk bercermin:
“Marilah kita bertanya kepada diri kita masing-masing: Apakah aku menguasai hartaku, ataukah justru harta yang menguasai aku? Apakah aku peduli kepada sesama, ataukah aku sibuk dengan milikku sendiri? Jangan sampai kita menjadi orang kaya yang bodoh, yang terjerat oleh keserakahan dan kehilangan arah.”
Ia mengajak umat untuk memperbaharui niat hidup mereka dengan menjadikan kasih dan pelayanan sebagai pusat dari kekayaan sejati. Harta bukan untuk disembah, tetapi untuk digunakan sebagai sarana berbagi dan mewujudkan kerajaan Allah di tengah dunia.
📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 3 Agustus 2025
0 comments:
Posting Komentar