Umat Mengiringi Kepergian Bapak.Adrianus Asoi Vedi dalam Doa dan Pengharapan Akan Kebangkitan Kristus
Ketapang, 22 Mei 2026.Suasana duka mendalam menyelimuti Lingkungan Santo Paulus dari Salib, Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Keuskupan Ketapang, atas berpulangnya almarhum Bapak Adrianus Asoi Vedi pada Kamis, 21 Mei 2026 di Ketapang. Kepergian beliau membawa kesedihan mendalam bagi keluarga, umat lingkungan, serta seluruh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang.
Ucapan belasungkawa dan doa terus mengalir dari berbagai kalangan umat Katolik di Kabupaten Ketapang. Pastor Kepala ex officio Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, RP. Vitalis Nggeal, CP., bersama Ketua I Dewan Pastoral Paroki (DPP) Bapak Jeno Leo, Ketua II Bapak Andreas Didik Eko Purwantoro, Ketua Lingkungan Santo Paulus dari Salib Bapak Vincentius Ferreri Fengky, serta seluruh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum.
Dalam pernyataan belasungkawa yang disampaikan kepada keluarga, seluruh umat diajak untuk tetap berpegang teguh pada iman akan Kristus yang bangkit. Gereja Katolik mengajarkan bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan pintu menuju kehidupan kekal bersama Allah.
Almarhum Adrianus Asoi Vedi dikenal sebagai pribadi yang sederhana, ramah, dan memiliki semangat kebersamaan yang tinggi. Kehadiran beliau di tengah keluarga maupun lingkungan Gereja memberikan kesan mendalam bagi banyak orang.
Beliau lahir di Bengkayang pada 15 Desember 1960 dan menghembuskan napas terakhir di Ketapang pada 21 Mei 2026. Dalam perjalanan hidupnya, beliau dikenal sebagai seorang suami dan anggota keluarga yang penuh perhatian.
Almarhum merupakan suami dari Ibu Rosa Iriyani yang selama ini dikenal aktif melayani sebagai Bendahara Lingkungan Santo Paulus dari Salib. Keaktifan keluarga dalam kehidupan menggereja menjadi teladan bagi umat di lingkungan.
Gereja Mengajak Umat Menghayati Misteri Kematian dan Kebangkitan Kristus
Dalam iman Katolik, kematian selalu dipandang dalam terang kebangkitan Kristus. Gereja percaya bahwa setiap orang yang meninggal dalam Tuhan akan memperoleh kehidupan kekal bersama-Nya.
Sabda Tuhan dalam 1 Tesalonika 4:14 yang berbunyi:
“Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia,”
menjadi sumber penghiburan dan pengharapan bagi keluarga yang ditinggalkan.
RP. Vitalis Nggeal, CP. menyampaikan bahwa peristiwa kematian selalu menjadi saat refleksi mendalam bagi umat beriman.
Menurut beliau, kesedihan adalah bagian manusiawi yang tidak dapat dihindari ketika kehilangan orang yang dicintai. Namun sebagai orang beriman, umat dipanggil untuk percaya bahwa kasih Allah melampaui kematian.
Beliau mengatakan bahwa Yesus Kristus telah mengalahkan maut melalui kebangkitan-Nya. Oleh sebab itu, umat Katolik tidak hidup dalam keputusasaan ketika menghadapi kematian.
Dalam suasana duka, Gereja hadir untuk memberikan penghiburan rohani kepada keluarga yang ditinggalkan.
Doa-doa Gereja menjadi tanda kasih dan solidaritas umat bagi mereka yang sedang berduka.
Kehadiran Gereja dalam Masa Dukacita
Kehadiran umat dalam rumah duka mencerminkan semangat persaudaraan Kristiani yang hidup di tengah Gereja.
Ketua I Dewan Pastoral Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Bapak Jeno Leo, mengatakan bahwa keluarga yang mengalami dukacita membutuhkan dukungan moral dan doa dari seluruh umat.
Menurut beliau, Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga keluarga besar yang saling menopang dalam suka dan duka.
Beliau mengajak seluruh umat untuk menunjukkan kepedulian melalui kehadiran, doa, dan perhatian kepada keluarga almarhum.
“Kita semua adalah saudara dalam Kristus. Ketika satu anggota menderita, seluruh Gereja turut merasakan dukacita itu,” ungkapnya.
Ketua II Dewan Pastoral Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Bapak Andreas Didik Eko Purwantoro, juga menyampaikan belasungkawa mendalam.
Beliau berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan penghiburan oleh Tuhan.
Menurut beliau, iman kepada Kristus menjadi sumber harapan yang meneguhkan hati keluarga dalam menghadapi kehilangan.
Beliau juga mengingatkan umat agar selalu mempersiapkan hidup dengan iman dan kasih.
“Kehidupan manusia di dunia ini bersifat sementara. Karena itu, kita diajak untuk hidup dalam kasih Tuhan dan melakukan kebaikan selama masih diberi kesempatan,” tuturnya.
Sosok Adrianus Asoi Vedi di Tengah Keluarga dan Umat
Banyak umat mengenang almarhum Adrianus Asoi Vedi sebagai sosok yang bersahaja dan mudah bergaul.
Beliau dikenal memiliki semangat kekeluargaan yang kuat dan selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan sesama.
Di tengah lingkungan Gereja, almarhum dihormati karena sikap hidupnya yang sederhana dan rendah hati.
Kehidupan keluarga yang dibangun bersama Ibu Rosa Iriyani menjadi contoh kesetiaan dan kebersamaan.
Sebagai suami dari Bendahara Lingkungan Santo Paulus dari Salib, almarhum juga dikenal mendukung pelayanan Gereja dengan penuh ketulusan.
Ketua Lingkungan Santo Paulus dari Salib, Bapak Vincentius Ferreri Fengky, menyampaikan bahwa kehilangan almarhum menjadi dukacita bersama seluruh umat lingkungan.
Beliau mengatakan bahwa kehadiran almarhum selama ini memberikan warna tersendiri dalam kehidupan umat.
“Kami kehilangan seorang saudara yang baik. Semoga Tuhan menerima beliau dalam damai abadi di surga,” ujarnya.
Menurut beliau, semangat kebersamaan dan persaudaraan yang ditunjukkan almarhum akan selalu dikenang oleh umat lingkungan.
Makna Doa bagi Orang yang Telah Meninggal
Dalam tradisi Gereja Katolik, doa bagi arwah orang yang meninggal memiliki makna yang sangat penting.
Gereja percaya bahwa doa umat dapat membantu jiwa-jiwa yang telah meninggal agar semakin dipersatukan dengan Allah.
Karena itu, umat Katolik selalu mengadakan doa bersama, misa arwah, dan berbagai bentuk devosi untuk mendoakan mereka yang telah berpulang.
RP. Vitalis Nggeal, CP. menjelaskan bahwa doa bagi orang meninggal merupakan ungkapan iman akan persekutuan para kudus.
Umat yang masih hidup tetap bersatu dengan mereka yang telah meninggal dalam kasih Kristus.
Beliau menegaskan bahwa kematian tidak memutuskan hubungan kasih di antara anggota Gereja.
“Dalam Kristus, kita tetap bersatu. Karena itu, kita terus mendoakan saudara-saudari kita yang telah dipanggil Tuhan,” jelas beliau.
Beliau juga mengajak umat untuk menjadikan momen dukacita sebagai kesempatan memperdalam iman dan pertobatan.
Menurut beliau, kehidupan manusia sangat singkat dan penuh misteri.
Karena itu, setiap orang dipanggil untuk hidup dalam kasih dan kesetiaan kepada Tuhan.
Harapan Akan Kehidupan Kekal
Salah satu pokok iman Kristiani adalah keyakinan akan kehidupan kekal.
Gereja Katolik percaya bahwa setiap orang yang hidup dalam iman kepada Kristus akan memperoleh keselamatan.
Kebangkitan Yesus menjadi dasar pengharapan umat akan kebangkitan pada akhir zaman.
Dalam suasana duka atas wafatnya Adrianus Asoi Vedi, umat diajak untuk memandang kematian dalam terang iman.
Kesedihan karena perpisahan tidak menghapus harapan akan perjumpaan kembali bersama Tuhan.
Bapak Jeno Leo mengatakan bahwa iman kepada kebangkitan memberi kekuatan bagi keluarga yang berduka.
“Sebagai umat beriman, kita percaya bahwa kehidupan tidak berhenti di dunia ini. Tuhan telah menyediakan tempat bagi mereka yang setia kepada-Nya,” katanya.
Beliau berharap keluarga almarhum tetap kuat dan berserah kepada kehendak Tuhan.
Menurut beliau, dukungan doa dari umat menjadi kekuatan rohani yang sangat berarti.
Gereja sebagai Rumah Penghiburan
Dalam setiap peristiwa dukacita, Gereja selalu hadir membawa penghiburan.
Pelayanan kepada keluarga berduka menjadi bagian penting dari misi Gereja.
Melalui doa, kunjungan, dan pendampingan pastoral, Gereja berusaha menghadirkan kasih Kristus bagi mereka yang mengalami kehilangan.
Bapak Andreas Didik Eko Purwantoro mengatakan bahwa kehadiran umat dalam rumah duka merupakan wujud nyata solidaritas Kristiani.
Menurut beliau, dukungan sederhana seperti doa bersama dan perhatian kepada keluarga sangat membantu mereka yang sedang mengalami kesedihan.
Beliau mengajak umat untuk terus memelihara budaya saling peduli dan saling menopang.
“Kasih Kristus harus nyata dalam tindakan kita sehari-hari,” ujarnya.
Lingkungan Santo Paulus dari Salib dan Semangat Persaudaraan
Lingkungan Santo Paulus dari Salib selama ini dikenal memiliki semangat persaudaraan yang kuat.
Kebersamaan umat tercermin dalam berbagai kegiatan doa dan pelayanan.
Ketua Lingkungan Santo Paulus dari Salib, Bapak Vincentius Ferreri Fengky, mengatakan bahwa umat lingkungan selalu berusaha hadir bagi anggota yang mengalami suka maupun duka.
Menurut beliau, kehidupan menggereja tidak hanya tampak dalam perayaan liturgi, tetapi juga dalam kepedulian terhadap sesama.
Beliau menyampaikan terima kasih kepada seluruh umat yang telah memberikan dukungan kepada keluarga almarhum.
“Semoga kebersamaan ini terus menjadi kekuatan bagi kehidupan umat kita,” tuturnya.
Refleksi tentang Kehidupan Manusia
Peristiwa meninggalnya Adrianus Asoi Vedi juga menjadi refleksi mendalam mengenai arti kehidupan.
Dalam iman Katolik, hidup manusia dipandang sebagai anugerah Tuhan yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab.
Setiap manusia dipanggil untuk hidup dalam kasih, melakukan kebaikan, dan mempersiapkan diri menuju kehidupan kekal.
RP. Vitalis Nggeal, CP. mengingatkan bahwa manusia tidak mengetahui kapan Tuhan akan memanggilnya.
Karena itu, umat diajak untuk selalu berjaga-jaga dan hidup dalam pertobatan.
Beliau mengatakan bahwa kekayaan, jabatan, dan segala hal duniawi tidak akan dibawa ketika seseorang meninggal.
Yang tinggal hanyalah kasih dan kebaikan yang telah dilakukan selama hidup.
Menurut beliau, kehidupan orang beriman harus dipenuhi dengan semangat pelayanan dan cinta kasih.
Pentingnya Keluarga dalam Kehidupan Kristiani
Dalam kesempatan tersebut, Gereja juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam kehidupan Kristiani.
Keluarga adalah tempat pertama di mana seseorang belajar tentang kasih, pengorbanan, dan iman kepada Tuhan.
Kehidupan keluarga yang harmonis menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan iman anak-anak.
Bapak Jeno Leo mengatakan bahwa keluarga yang berdoa bersama akan semakin kuat menghadapi berbagai tantangan hidup.
Menurut beliau, doa keluarga menjadi sumber penghiburan dalam masa dukacita.
Beliau berharap keluarga almarhum tetap bersatu dan saling menguatkan.
Doa dan Pengharapan bagi Keluarga yang Ditinggalkan
Seluruh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang terus mendoakan keluarga almarhum agar diberi kekuatan dan ketabahan.
Umat percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka yang berharap kepada-Nya.
Dalam doa bersama, umat memohon agar arwah Adrianus Asoi Vedi diterima dalam damai abadi bersama para kudus di surga.
Doa-doa yang dipanjatkan menjadi ungkapan kasih dan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Bapak Vincentius Ferreri Fengky mengatakan bahwa seluruh umat lingkungan akan terus mendampingi keluarga dalam doa.
“Kami percaya Tuhan akan memberikan penghiburan dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Mengenang Kebaikan dan Keteladanan Almarhum
Setiap orang yang hadir dalam kehidupan seseorang akan meninggalkan kenangan.
Begitu pula dengan Adrianus Asoi Vedi yang dikenang sebagai pribadi baik dan penuh kesederhanaan.
Kebaikan yang telah dilakukan selama hidup menjadi warisan berharga bagi keluarga dan umat.
Dalam iman Kristiani, kenangan akan orang yang telah meninggal bukan hanya tentang kesedihan, tetapi juga rasa syukur atas kehidupan yang telah dijalani.
RP. Vitalis Nggeal, CP. mengajak umat untuk mengenang almarhum dengan doa dan melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan.
Menurut beliau, hidup orang beriman harus menjadi berkat bagi sesama.
Kristus Sang Kebangkitan dan Kehidupan
Dalam Injil Yohanes 11:25, Yesus berkata:
“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.”
Sabda Tuhan ini menjadi penghiburan bagi umat yang sedang berduka.
Kebangkitan Kristus memberi harapan bahwa kematian bukan akhir dari perjalanan manusia.
Umat Katolik percaya bahwa kehidupan kekal adalah tujuan akhir setiap orang beriman.
Karena itu, setiap peristiwa kematian selalu disertai doa dan harapan akan belas kasih Allah.
Gereja Mengajak Umat Hidup dalam Kasih
Peristiwa dukacita juga mengingatkan umat akan pentingnya hidup dalam kasih dan persaudaraan.
Bapak Andreas Didik Eko Purwantoro mengatakan bahwa hidup manusia sangat singkat.
Karena itu, umat diajak untuk saling mengampuni, membantu, dan membangun perdamaian.
Menurut beliau, kasih adalah inti ajaran Kristus.
“Jangan menunda berbuat baik kepada sesama. Selama masih ada waktu, mari kita hidup dalam kasih Tuhan,” ujarnya.
Beliau berharap peristiwa ini semakin mempererat persaudaraan umat di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang.
Penghiburan dalam Doa Rosario dan Ekaristi
Dalam tradisi Katolik, doa Rosario dan Perayaan Ekaristi menjadi sumber kekuatan rohani bagi keluarga berduka.
Doa Rosario membantu umat merenungkan kehidupan Kristus bersama Bunda Maria.
Sementara Ekaristi menjadi perayaan iman yang menghadirkan Kristus secara nyata.
RP. Vitalis Nggeal, CP. mengajak umat untuk terus menghidupi kehidupan sakramental.
Menurut beliau, rahmat Tuhan akan menguatkan hati umat dalam menghadapi penderitaan.
Beliau juga mengingatkan bahwa penderitaan yang dipersatukan dengan salib Kristus akan membawa keselamatan.
Ketapang dalam Semangat Persaudaraan Kristiani
Masyarakat Katolik di Kabupaten Ketapang dikenal memiliki semangat kebersamaan yang tinggi.
Dalam setiap peristiwa suka maupun duka, umat selalu hadir saling mendukung.
Hal tersebut terlihat dalam kehadiran umat yang memberikan doa dan penghiburan bagi keluarga almarhum.
Semangat persaudaraan seperti inilah yang menjadi kekuatan Gereja di tengah masyarakat.
Bapak Vincentius Ferreri Fengky berharap agar nilai-nilai persaudaraan terus dipelihara.
Menurut beliau, Gereja akan semakin hidup jika umat saling mengasihi dan melayani.
Penutup: Mengiringi Almarhum dengan Doa dan Iman
Kepergian Adrianus Asoi Vedi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan seluruh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang.
Namun di tengah kesedihan, Gereja tetap menyalakan harapan akan kehidupan kekal bersama Kristus.
Seluruh umat diajak untuk terus mendoakan almarhum agar memperoleh damai abadi di rumah Bapa.
Ucapan duka cita yang mendalam disampaikan oleh:
Serta seluruh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Keuskupan Ketapang.
Semoga Tuhan Yang Maharahim menerima almarhum Adrianus Asoi Vedi dalam kedamaian abadi bersama para kudus di surga.
“Berbahagialah orang yang mati dalam Tuhan.”
Rest In Peace.
Jadwal Doa dan Penghormatan Terakhir
REST IN PEACE
Adrianus Asoi Vedi
Sabda Tuhan dalam 1 Tesalonika 4:14 kembali menjadi penguatan iman bagi seluruh umat:
“Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.”
Sebagai bentuk penghormatan terakhir dan doa bagi almarhum Adrianus Asoi Vedi, keluarga bersama Lingkungan Santo Paulus dari Salib dan seluruh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang mengadakan rangkaian doa dan ibadat sebagai berikut:
Doa Koronka dan Rosario
Ibadat Penghiburan
Misa Requiem
Setelah Perayaan Ekaristi Requiem, jenazah akan diberangkatkan menuju pemakaman di Sei Awan.
Seluruh umat diajak untuk bersama-sama hadir, mendoakan, dan mengiringi almarhum dengan kasih persaudaraan Kristiani.
Semoga Tuhan Yang Maharahim menerima almarhum Adrianus Asoi Vedi dalam damai abadi bersama para kudus di surga.
Ketapang, 22 Mei 2026.
📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 22 Mei 2026


0 comments:
Posting Komentar