Ketapang, 19 Juli 2026.Komitmen Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, dalam membina iman generasi muda terus diwujudkan melalui penyelenggaraan Sekolah Remaja Katolik, sebuah program pembinaan iman nonformal yang memadukan kegiatan Bina Iman Remaja (BIR) dan SEKAMI (Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 19 Juli 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, bertempat di Gedung Pertemuan Pastor Jerun Stoop, CP, kompleks Paroki Santo Agustinus Paya Kumang.
Sebanyak 17 anak dan remaja mengikuti kegiatan pembinaan ini dengan penuh semangat. Mereka berasal dari lingkungan-lingkungan di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang dan didampingi oleh para pendamping yang dengan setia membimbing perkembangan iman mereka. Suasana kegiatan berlangsung penuh kegembiraan, persaudaraan, dan semangat belajar mengenal Kristus lebih dekat.
Program ini mendapat dukungan penuh dari RP. Vitalis Nggeal, CP, Pastor Kepala Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, yang memandang pembinaan iman anak-anak dan remaja sebagai investasi penting bagi masa depan Gereja. Menurut beliau, Gereja harus terus menghadirkan ruang yang mampu menumbuhkan iman, karakter, dan semangat pelayanan sejak usia dini sehingga anak-anak tidak hanya mengenal ajaran Gereja, tetapi juga menghidupinya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam arahannya, RP. Vitalis Nggeal, CP menegaskan bahwa pembinaan anak dan remaja tidak boleh berhenti pada pengajaran teori semata, melainkan harus diwujudkan melalui pengalaman hidup bersama, doa bersama, pelayanan, serta keterlibatan aktif dalam kehidupan menggereja. Dengan demikian, mereka akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi Katolik yang matang dalam iman dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Kegiatan Sekolah Remaja Katolik kali ini dipandu oleh dua pendamping, yaitu Ibu Angelina Norma Sanger dan Ibu Trifina Ema Jawai. Keduanya mengajak para peserta mengikuti berbagai sesi pembinaan yang dikemas secara menarik, interaktif, dan sesuai dengan usia peserta. Melalui permainan edukatif, diskusi, doa bersama, serta pendalaman iman, para peserta diajak memahami bahwa menjadi seorang Katolik berarti siap menjadi murid dan saksi Kristus di tengah masyarakat.
Materi utama yang diberikan berpusat pada semangat SEKAMI (Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner). Organisasi kepausan ini merupakan wadah pembinaan iman bagi anak-anak dan remaja berusia sekitar empat hingga lima belas tahun yang bertujuan menanamkan semangat misioner sejak dini.
SEKAMI mengusung semboyan yang telah dikenal di seluruh dunia, yaitu "Children Helping Children" atau "Anak Membantu Anak." Semboyan tersebut mengajarkan bahwa setiap anak dipanggil untuk saling mengasihi, saling membantu, dan menjadi berkat bagi sesamanya. Semangat itu diwujudkan melalui empat pilar utama yang dikenal dengan 2D2K, yakni Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian.
Dalam sesi pembinaan dijelaskan bahwa Doa menjadi dasar kehidupan seorang misionaris kecil. Anak-anak diajak untuk mendoakan teman-teman mereka di berbagai daerah bahkan di seluruh dunia agar mengalami kasih dan penyertaan Tuhan.
Selanjutnya adalah Derma, yakni membiasakan diri berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Para peserta diajarkan bahwa memberi tidak harus menunggu menjadi kaya, tetapi dapat dimulai dari hal-hal kecil sesuai kemampuan masing-masing.
Pilar berikutnya ialah Kurban, yaitu belajar berkorban, hidup disiplin, mengendalikan diri, serta rela memberikan waktu dan tenaga demi membantu sesama. Semangat berkorban merupakan bagian penting dalam mengikuti teladan Yesus Kristus yang menyerahkan hidup-Nya bagi keselamatan manusia.
Sementara itu, Kesaksian mengajak anak-anak menjadi saksi kasih Kristus melalui tutur kata, sikap, dan perbuatan sehari-hari. Mereka didorong untuk berlaku jujur, menghormati orang tua, rajin belajar, saling mengasihi, serta menjadi pembawa damai di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Melalui pembinaan tersebut, para peserta memahami bahwa menjadi anggota SEKAMI bukan sekadar mengikuti kegiatan di gereja, tetapi juga menjalankan panggilan sebagai murid Kristus dalam kehidupan nyata.
Selain mendapatkan pembinaan mengenai SEKAMI, para peserta juga diajak mengenang pengalaman mereka mengikuti Teens School of Mission (T-SoM) 2026 atau Sekolah Misi Remaja yang berlangsung pada 9–12 Juli 2026 di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang.
Kegiatan berskala regional tersebut mengusung tema "Remaja Katolik Misioner Hidup dalam Kristus, Mewartakan Sukacita Injil dengan Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian dalam Kebhinekaan" dengan semboyan "One in Christ, United in Mission."
T-SoM 2026 diikuti oleh peserta dari berbagai keuskupan, yakni Keuskupan Agung Pontianak, Keuskupan Sanggau, Keuskupan Sintang, dan Keuskupan Ketapang, serta sejumlah paroki lainnya. Jumlah peserta mencapai 183 orang, di luar para pendamping dan panitia.
Dalam sesi berbagi pengalaman, beberapa peserta yang pernah mengikuti T-SoM menceritakan berbagai pengalaman yang mereka alami selama empat hari pembinaan tersebut. Mereka mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga mengenai kehidupan doa, persaudaraan, kerja sama, kepemimpinan, serta semangat bermisi.
Para peserta juga mengungkapkan kegembiraan karena dapat berkenalan dengan teman-teman baru dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.dan Paroki-paroki yang berada di Keuskupan Ketapang. Perjumpaan tersebut memperlihatkan bahwa meskipun berasal dari latar belakang budaya, bahasa, dan kebiasaan yang berbeda, mereka tetap dipersatukan oleh iman kepada Yesus Kristus.
Pengalaman doa bersama menjadi salah satu momen yang paling membekas bagi para peserta. Mereka merasakan sukacita ketika memuji Tuhan, mengikuti perayaan Ekaristi, adorasi, refleksi, dan berbagai kegiatan rohani lainnya. Pengalaman tersebut semakin memperteguh iman mereka untuk tetap setia mengikuti Kristus.
Selain itu, berbagai permainan, dinamika kelompok, dan kerja sama antarpeserta memberikan pelajaran mengenai pentingnya saling menghargai, saling mendukung, dan bekerja bersama dalam semangat persaudaraan.
Cerita-cerita pengalaman tersebut mendapat perhatian besar dari peserta Sekolah Remaja Katolik yang belum sempat mengikuti T-SoM. Mereka merasa termotivasi untuk terus aktif mengikuti kegiatan pembinaan iman agar suatu saat dapat mengikuti kegiatan serupa.
Menurut para pendamping, berbagi pengalaman seperti ini sangat penting karena mampu menumbuhkan motivasi dan semangat anak-anak untuk semakin mencintai Gereja serta terlibat dalam berbagai kegiatan pastoral.
Ibu Angelina Norma Sanger dan Ibu Trifina Ema Jawai menjelaskan bahwa pembinaan iman tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui teladan hidup, pengalaman nyata, dan persaudaraan yang dibangun bersama. Oleh sebab itu, setiap pertemuan selalu dikemas secara kreatif agar anak-anak merasa nyaman, senang, dan semakin mencintai Gereja.
Mereka berharap seluruh peserta terus aktif mengikuti kegiatan Bina Iman Remaja dan SEKAMI secara rutin sehingga pertumbuhan iman mereka dapat berlangsung secara berkesinambungan.
Dukungan penuh dari RP. Vitalis Nggeal, CP, Pastor Kepala Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, menjadi penyemangat tersendiri bagi para pendamping maupun peserta. Beliau menilai bahwa Gereja masa depan sangat bergantung pada kualitas pembinaan anak-anak dan remaja saat ini. Oleh karena itu, seluruh umat diajak memberikan perhatian, doa, serta dukungan terhadap berbagai program pembinaan yang diselenggarakan paroki.
Beliau juga mengajak para orang tua untuk menjadi pendidik iman pertama bagi anak-anak mereka. Pembinaan yang dilakukan di gereja akan semakin berhasil apabila didukung oleh kehidupan doa dalam keluarga, kebiasaan mengikuti Perayaan Ekaristi, membaca Kitab Suci, dan membangun komunikasi yang penuh kasih di rumah.
Melalui Sekolah Remaja Katolik, Bina Iman Remaja, dan SEKAMI, Paroki Santo Agustinus Paya Kumang berharap lahir generasi muda Katolik yang memiliki iman yang kokoh, karakter yang baik, semangat pelayanan, serta keberanian untuk menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari itu ditutup dengan doa bersama dan penuh rasa syukur. Seluruh peserta pulang membawa semangat baru untuk menghidupi nilai-nilai Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pembinaan yang berkesinambungan serta dukungan dari para imam, pendamping, orang tua, dan seluruh umat, diharapkan semakin banyak anak dan remaja yang bertumbuh menjadi pribadi Katolik yang misioner, setia kepada Kristus, serta siap mewartakan sukacita Injil demi kemuliaan Tuhan dan perkembangan Gereja.
📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 19 Juli 2026



0 comments:
Posting Komentar