ROH KUDUS MEMBARUI UMAT-NYA: Perayaan Hari Raya Pentakosta di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Ketapang, 8 Juni 2025.Umat Katolik Paroki Santo Agustinus Paya Kumang berkumpul dalam sukacita iman untuk merayakan Hari Raya Pentakosta yang jatuh pada Minggu pagi, 8 Juni 2025 pukul 07.00 WIB. Misa kudus dipimpin oleh Pastor Vikaris ex officio RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP, di gereja paroki setempat. Hari Raya Pentakosta ini sekaligus memperingati Santo William, Uskup, serta Santa Maria Droste zu Vishering, Biarawati, dengan warna liturgi merah sebagai lambang kehadiran dan kuasa Roh Kudus.
Dalam homilinya, Pastor Oscar menekankan makna Pentakosta sebagai puncak dari masa Paskah. Ia menggambarkan transformasi para murid, khususnya Simon Petrus, dari pribadi yang putus asa menjadi pewarta yang berani karena kekuatan Roh Kudus. "Dari nelayan menjadi pewarta. Seorang Simon yang disebut Petrus yang dahulu menyangkal Yesus berdiri gagah mewartakan Injil," ujar beliau.
Pastor Oscar menjelaskan bahwa Gereja bukan sekadar organisasi atau struktur administratif, melainkan himpunan orang-orang yang beriman kepada Tuhan Yesus dan dibaptis dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. "Gereja yang satu, kudus, katolik, dan apostolik itu adalah tubuh mistik Kristus sendiri. Dan pada hari ini, kita diingatkan bahwa Gereja hidup karena Roh Kudus yang menjadi jantung dan napasnya," lanjutnya.
Mengulas bacaan pertama dari Kisah Para Rasul, Pastor Oscar menjelaskan bagaimana lidah-lidah api turun atas para rasul dan memampukan mereka berbicara dalam berbagai bahasa. Namun yang menakjubkan, semua orang yang hadir dapat saling mengerti. "Inilah karya Roh Kudus: memampukan komunikasi sejati, bukan sekadar kata, tetapi dalam kasih dan pengertian," jelasnya.
Roh Kudus, lanjutnya, adalah Roh Penolong yang dijanjikan Kristus. Dia membimbing umat dalam kebenaran, menguatkan di tengah pencobaan, dan menjadi penghibur dalam penderitaan. Dalam dunia yang penuh kebisingan, perpecahan, bahkan perzinahan rohani di mana manusia lebih memilih kehendaknya sendiri Roh Kudus tetap berkarya membangun relasi manusia dengan Allah.
Turunnya Roh Kudus dan Makna Pembaruan
Perayaan Pentakosta juga dilihat sebagai momen pembaruan perjanjian umat dengan Tuhan. Dalam suasana batin penuh doa, para murid mengalami kehadiran Roh Kudus secara luar biasa dalam bentuk tiupan angin keras dan lidah-lidah api yang hinggap di atas kepala mereka. Peristiwa ini mengubah ketakutan menjadi keberanian, dan menandai dimulainya misi pewartaan Injil secara lebih terbuka dan lantang.
Pastor Oscar menjelaskan bahwa lidah-lidah api tersebut bukan hanya simbol kekuatan, tetapi juga simbol pencerahan. “Roh Kudus menyingkapkan hati dan pikiran murid-murid dari segala keraguan dan ketakutan. Mereka kini sadar akan kasih Tuhan yang menebus dan memulihkan martabat manusia,” ucapnya dengan penuh semangat.
Dalam renungan lanjutannya, Pastor Oscar mengajak umat untuk membuka diri kepada karunia-karunia Roh Kudus yang selama sembilan hari novena dimohonkan umat, yaitu:Berikut adalah bagian yang telah ditambahkan uraian secara lebih lengkap dan bermakna rohani, agar pembaca semakin memahami makna masing-masing karunia Roh Kudus:
Penutup: Panggilan untuk Membarui Diri
Mengakhiri homilinya, Pastor Oscar mengajak seluruh umat untuk terus hidup dalam persekutuan dengan Roh Kudus. Ia menegaskan bahwa Roh Kudus bukan hanya penggerak pribadi tetapi juga penggerak misi Gereja. “Dialah yang menyatukan kita dalam pelayanan dan menghadirkan sukacita Allah di tengah dunia,” pungkasnya.
Perayaan misa berakhir dengan penuh hikmat, diiringi nyanyian pujian dan syukur kepada Tuhan. Umat yang hadir merasakan kembali semangat awal Gereja perdana yang digerakkan oleh api Roh KudusRoh yang memperbarui wajah bumi. Roh Kudus yang Membarui, demikian tema yang nyata dalam seluruh perayaan pagi itu.
Tuhan memberkati. Amin.
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 8 Juni 2025
0 comments:
Posting Komentar