Pendampingan Komuni Pertama: Pastor Vitalis Nggeal, CP Tekankan Pentingnya Terhubung dengan Tuhan dan Peran Anak-anak dalam Masa Depan Gereja
Ketapang, 8 Juni 2025.Sebuah momen penuh makna kembali terjadi di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Ketapang. Dalam semangat iman yang mendalam, Pendampingan Komuni Pertama dilaksanakan pada hari Minggu Pukul 08.45 WIB, 8 Juni 2025, dipimpin langsung oleh Pastor Kepala ex officio, RP. Vitalis Nggeal, CP. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan rohani bagi anak-anak yang akan menerima Sakramen Ekaristi Kudus untuk pertama kalinya.
Dalam pesannya, RP. Vitalis Nggeal, CP menyampaikan pesan kuat tentang makna Komuni Kudus. “Komuni Kudus bukan hanya sekadar menerima hosti. Komuni Kudus adalah tentang orang-orang yang terhubung dengan Tuhan,” ujar beliau dengan penuh kasih. Ia juga mengajak para anak dan umat untuk melihat lebih jauh ke masa depan.
“Dua puluh tahun ke depan, kalianlah yang akan menjadi penentu arah paroki ini. Ada yang menjadi Ketua Lingkungan, ada yang menjadi Prodiakon, ada yang menjadi Ketua DPP, dan pengurus lainnya. Mulailah membangun hubungan dengan Tuhan sejak sekarang,” tambahnya di hadapan para orang tua, pendamping, dan seluruh umat yang hadir.
Apa Itu Komuni Pertama?
Komuni Pertama, atau Komuni Suci Pertama, adalah salah satu peristiwa penting dalam kehidupan seorang Katolik. Dalam tradisi Gereja Katolik, Komuni Pertama merupakan saat di mana seorang anak untuk pertama kalinya menerima Sakramen Ekaristi tubuh dan darah Kristus yang hadir dalam rupa roti dan anggur setelah dibaptis secara Katolik.
Sakramen ini bukan sekadar peristiwa seremonial, melainkan tanda kesiapan iman seorang anak untuk bersatu lebih dekat dengan Kristus melalui perjamuan kudus.
Syarat Menerima Komuni Pertama
Agar seorang anak dapat menerima Komuni Pertama, Gereja Katolik menetapkan beberapa syarat penting yang harus dipenuhi, antara lain:
-
Sudah DibaptisAnak harus telah menerima Sakramen Baptis secara Katolik sebagai tanda penerimaan dalam Gereja. Baptisan adalah pintu gerbang menuju kehidupan iman. Tanpa baptisan, seseorang belum dapat mengambil bagian dalam sakramen lainnya, termasuk Komuni Kudus. Dengan dibaptis, seorang anak secara resmi diakui sebagai anggota umat Katolik yang sah, yang siap bertumbuh dalam ajaran dan kehidupan rohani Gereja.
-
Usia yang CukupKomuni Pertama biasanya diberikan kepada anak-anak yang telah mencapai usia akal budi, yaitu sekitar usia 7 tahun ke atas. Pada usia ini, anak dianggap telah mampu membedakan yang baik dan yang jahat serta dapat memahami makna dasar iman Katolik. Gereja menilai bahwa anak-anak pada usia ini sudah memiliki kesiapan spiritual dan mental untuk mengenali kehadiran Yesus dalam Ekaristi.
-
Mengikuti Persiapan Komuni PertamaSebelum menerima Komuni Kudus, anak-anak harus mengikuti program pembinaan iman yang diselenggarakan oleh gereja. Pembinaan ini meliputi pelajaran agama, katekese tentang Sakramen Ekaristi, latihan tata cara menerima hosti, serta pembentukan sikap rohani. Proses ini sangat penting agar anak mengerti secara utuh nilai dan makna sakramen yang akan mereka terima.
-
Mengikuti Sakramen Pengakuan Dosa (Tobat)Sakramen Tobat atau Pengakuan Dosa menjadi langkah persiapan rohani yang wajib dijalani. Anak diajak untuk melakukan refleksi diri atas perbuatannya dan menyatakan tobatnya di hadapan Imam. Dengan pengakuan dosa, hati anak dibersihkan dari dosa, sehingga layak dan pantas menerima kehadiran Kristus dalam Ekaristi.
-
Menjalankan Puasa EkaristiAnak-anak juga diwajibkan untuk menjaga kekudusan momen Komuni dengan berpuasa setidaknya satu jam sebelum menyambut Komuni Kudus. Puasa ini bukan hanya soal tidak makan dan minum, tetapi menjadi bentuk penghormatan batin dan lahir kepada kehadiran nyata Yesus dalam rupa roti dan anggur. Hal ini juga melatih disiplin dan penghargaan yang mendalam terhadap sakramen tersebut.
Harapan Bagi Generasi Muda Paroki
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum sakral bagi anak-anak, tetapi juga sebagai refleksi bersama tentang regenerasi dalam Gereja. Pastor Vitalis berharap agar para anak terus bertumbuh dalam iman dan menjadi bagian dari tulang punggung Gereja di masa depan.
Pendampingan ini juga menegaskan kembali komitmen Paroki Santo Agustinus Paya Kumang untuk terus memperkuat pembinaan iman umat sejak usia dini, demi menciptakan generasi yang tangguh dalam iman dan pelayanan.
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 8 Juni 2025
0 comments:
Posting Komentar