Roh Kudus Adalah Hadiah Cinta: Novena Hari Kesembilan Menjelang Pentakosta


Foto RP. Vitalis Nggeal, CP.Pimpin Misa

Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Roh Kudus Adalah Hadiah Cinta: Novena Hari Kesembilan Menjelang Pentakosta

Ketapang Sabtu, 7 Juni 2025. Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan menyelimuti Gereja Paroki Santo Agustinus Paya Kumang pada Sabtu sore, 7 Juni 2025 pukul 18.00 WIB, dalam perayaan Ekaristi Hari Biasa Pekan VII Paskah sekaligus hari kesembilan Novena Roh Kudus menjelang Hari Raya Pentakosta.

Perayaan misa dipimpin oleh RP. Vitalis Nggeal, CP. Liturgi semakin hidup berkat pelayanan para petugas liturgi: Even Fransiska sebagai lektor, Martha Koleta Popyzesika melantunkan mazmur dengan khidmat, diiringi alunan musik dari organis Cintia, dengan Hendrik sebagai dirigen yang memimpin koor Lingkungan St. Rafael dengan harmonisasi yang menyentuh hati.

Dalam homilinya, RP. Vitalis Nggeal, CP mengajak umat merenungkan tema mendalam “Roh Kudus adalah Hadiah Cinta.” Ia menjelaskan bahwa Roh Kudus adalah nafas cinta yang dihembuskan kepada umat yang setia mengasihi Kristus dan menaati perintah-Nya.

“Roh Kudus bukan hanya sekadar cinta ilahi yang ajaib, tetapi nafas kasih yang menghidupkan Gereja, keluarga, komunitas dan hati kita,” ujar RP. Vitalis dalam homilinya yang inspiratif.

Ia menyampaikan enam butir penting makna Pentakosta:



















































































































Roh Kudus adalah Nafas Cinta: Diberikan kepada mereka yang mengasihi Yesus

Roh Kudus bukan sekadar karunia ilahi yang turun dari langit, melainkan nafas kasih yang menghidupkan setiap orang yang mencintai Yesus. Dalam Yohanes 14:15-17, Yesus berkata, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti perintah-Ku… Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain.” Roh Kudus diberikan bukan kepada siapa pun, tetapi kepada mereka yang menjadikan kasih sebagai dasar iman. Roh Kudus adalah hadiah dari kasih, untuk mereka yang setia mengasihi Sang Penebus. Ia adalah kehadiran kasih Allah yang meneguhkan, menghibur, dan memampukan kita mengasihi dengan kasih yang melampaui kemampuan manusiawi.

Roh Kudus adalah Pengingat Ilahi: Ia mengingatkan janji-janji Tuhan yang sering dilupakan umat

Dalam hiruk pikuk dunia dan pergumulan hidup sehari-hari, umat manusia mudah melupakan janji-janji Allah. Di sinilah peran Roh Kudus menjadi nyata Ia bukan hanya Penolong, tetapi juga Pengingat. Yesus menegaskan dalam Yohanes 14:26 bahwa Roh Kudus akan mengajarkan segala sesuatu dan mengingatkan kita akan semua yang telah disampaikan-Nya. Roh Kudus adalah suara lembut yang menghidupkan kembali pengharapan, ketika kita merasa lelah dan nyaris putus asa. Ia mengingatkan kita akan kasih setia Tuhan yang tak pernah berubah, sekalipun hati kita sering berubah-ubah.

Pentakosta adalah Saat Allah Berdiam Dalam Kita: Roh Kudus ingin tinggal dan hidup dalam hati setiap orang percaya

Peristiwa Pentakosta bukan sekadar momentum sejarah, melainkan kenyataan rohani yang terus hidup. Roh Kudus turun bukan untuk sekadar singgah, melainkan untuk menetap. Ia berdiam dalam diri setiap orang percaya, menjadikan tubuh kita bait-Nya yang kudus (1 Korintus 6:19). Kehadiran Roh Kudus adalah bentuk paling intim dari hubungan antara Allah dan manusia Allah tidak lagi hanya hadir di langit atau dalam bangunan suci, tetapi dalam relung hati kita. Setiap napas kita adalah ruang bagi Roh Allah, dan setiap detak jantung kita dapat menjadi denyut kasih-Nya.

Kita Dipanggil Menjadi Saksi: Dengan menerima Roh Kudus, umat dipanggil untuk memberitakan Injil
Ketika Roh Kudus turun atas para rasul, mereka tidak hanya mengalami transformasi batin, tetapi juga dipanggil untuk menjadi saksi Kristus sampai ke ujung bumi (Kisah Para Rasul 1:8). Demikian pula kita: menerima Roh Kudus berarti menerima misi. Kita bukan sekadar penerima karunia, melainkan pembawa kabar sukacita. Di dalam dunia yang haus akan kebenaran dan keadilan, umat Kristiani dipanggil menjadi saksi yang hidup—dalam perkataan, perbuatan, dan cara hidup. Menjadi saksi bukan berarti menjadi pengkhotbah, tetapi menjadi pribadi yang menghadirkan Yesus dalam keseharian.

Api Roh Kudus Membakar ke Atas: Api ilahi mengangkat semangat, memperkuat iman, dan mentransformasi hidup kita agar semakin menyerupai Kristus
Api Roh Kudus bukanlah api yang membakar untuk menghancurkan, tetapi untuk menyucikan dan memperbarui. Seperti lidah-lidah api yang turun ke atas para rasul, Roh Kudus menyala dalam diri kita untuk mendorong perubahan ke arah yang lebih tinggi ke arah Allah. Api ini membakar rasa takut, menyalakan semangat pelayanan, dan mengubah hati batu menjadi hati daging. Api Roh Kudus bukan sekadar emosi rohani, tetapi tenaga transformatif yang mengangkat kita dari kemalasan rohani menuju semangat kerasulan yang sejati. Hidup yang disentuh Roh Kudus akan semakin menyerupai Kristus, Sang Api Kasih yang membakar tanpa menghanguskan.

Dunia Butuh Pentakosta Hari Ini: Di tengah kegelapan dunia, umat dipanggil menjadi pelita dan terang harapan
Dunia masa kini diliputi oleh kabut ketakutan, kebingungan, dan kehilangan arah. Di tengah zaman yang serba instan namun hampa makna, dunia merindukan kehadiran Roh Kudus yang memperbarui. Pentakosta hari ini bukan hanya kenangan, melainkan kebutuhan. Dunia butuh umat yang dipenuhi Roh Kudus yang mampu menjadi pelita dalam kegelapan, menghadirkan harapan di tengah keputusasaan. Kita dipanggil menjadi terang bukan karena kekuatan sendiri, tetapi karena terang Kristus yang menyala dalam diri kita melalui Roh-Nya. Dunia menantikan Pentakosta baru, dan itu dimulai dari hati kita yang siap dibakar oleh kasih Allah.

Mengakhiri homili, RP. Vitalis mengajak seluruh umat untuk membuka hati dan berseru dalam keheningan:
“Datanglah ya Roh Kudus, nyalakanlah kembali api-Mu di dalam hatiku. Bukan api amarah, tetapi api kasih. Bukan api ego, tapi api pelayanan. Jadikan aku terang-Mu di dunia yang haus akan harapan. Amin.”

Perayaan malam itu menjadi puncak refleksi Novena Roh Kudus selama sembilan hari berturut-turut di Paroki, mempersiapkan hati umat menyambut Hari Raya Pentakosta yang akan dirayakan esok hari. Umat yang hadir tampak tergerak dan diperbarui dalam semangat kasih dan pelayanan oleh kekuatan Roh Kudus.

Semoga semangat Pentakosta menyala dalam diri setiap orang beriman, dan Paroki Santo Agustinus Paya Kumang menjadi tempat di mana Roh Kudus terus berkarya bagi kemuliaan Tuhan dan keselamatan jiwa-jiwa.

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:  7 Juni 2025 

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar