Pembelajaran Kedua Calon Penerima Sakramen Krisma: Peneguhan Iman dan Pemahaman Mendalam tentang Sakramen Penguatan


Foto Bapak. Ignasius Rinso Tigor, S.S.
Pembelajaran Kedua Calon Penerima Sakramen Krisma: Peneguhan Iman dan Pemahaman Mendalam tentang Sakramen Penguatan

Ketapang, 8 Juni 2025 .Sebanyak 112 calon penerima Sakramen Krisma mengikuti pembelajaran kedua yang diselenggarakan di Gereja Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Ketapang. Kegiatan ini dipandu oleh Bapak Ignasius Rinso Tigor, S.S., dan dimulai pada pukul 09.00 WIB, dengan mengangkat tema “Krisma sebagai Sakramen Inisiasi”.

Acara diawali dengan lagu pembuka “Datanglah Roh Maha Kudus”, dilanjutkan dengan doa pembuka. Materi pembelajaran mengupas secara mendalam pemahaman teologis dan etimologis tentang Sakramen Krisma, yang sering disalahartikan sebagai “Sakramen Penguatan”. Dalam penjelasannya, Tigor menekankan bahwa dalam Bahasa Inggris, Sakramen ini dikenal sebagai “The Sacrament of Confirmation”, sedangkan istilah “Krisma” berasal dari kata “Chrismatio” (Latin), yang berarti pengurapan. Krisma sendiri adalah minyak suci yang digunakan untuk mengurapi, dan mengandung makna simbolis yang dalam sebagai tanda kegembiraan dan pemilihan khusus dari Allah.

















Foto Bapak. Ignasius Rinso Tigor, S.S. Saat Mengajar

Disampaikan pula bahwa kata “Kristus” berasal dari bahasa Yunani Christos (Χριστός), yang berarti "Yang Diurapi". Dalam tradisi Israel, pengurapan dengan minyak melambangkan penerimaan jabatan dan misi ilahi, sebagaimana dalam kisah-kisah para nabi dan raja.

Makna Sakramen Krisma sebagai Bagian dari Sakramen Inisiasi

Dalam pembelajaran ini, para peserta diajak untuk memahami tiga sakramen inisiasi dalam Gereja Katolik, yaitu Baptis, Krisma, dan Ekaristi, serta kesatuan dan perbedaan fungsional dari ketiganya:

Baptis: Menjadikan seseorang anak Allah dan anggota resmi Gereja.

Krisma: Mengukuhkan keanggotaan tersebut dan memberi kekuatan Roh Kudus untuk melaksanakan tritugas Kristus: imam, nabi, dan raja.

Ekaristi: Menyatukan secara sakramental dalam tubuh Kristus dan sesama umat.

Sakramen Krisma disebut sebagai gerakan “keluar” dalam iman mengutus umat untuk menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat. Krisma menandai kedewasaan rohani dan kesiapan untuk terlibat secara aktif dalam kehidupan Gereja.- Berikut adalah bagian "Syarat Menerima Krisma dan Buah Roh Kudus" yang telah diperluas dan dijelaskan secara lengkap, sesuai konteks ajaran Gereja Katolik:

Syarat Menerima Krisma dan Buah Roh Kudus

Merujuk pada Kitab Hukum Kanonik (KHK) dan Katekismus Gereja Katolik (KGK), Sakramen Krisma atau Penguatan merupakan kelanjutan dari Baptisan, yang meneguhkan dan menyempurnakan rahmat yang telah diterima dalam Sakramen Baptis. Agar seseorang layak menerima Sakramen Krisma, terdapat sejumlah syarat penting yang perlu dipenuhi:

Syarat Menerima Sakramen Krisma:

  1. Sudah Dibaptis secara Katolik
    Sebagaimana tertulis dalam KHK Kan. 889 §1, hanya mereka yang telah menerima Sakramen Baptis secara sah yang dapat menerima Sakramen Krisma. Ini karena Krisma melanjutkan proses inisiasi yang telah dimulai melalui Baptisan.

  2. Menerima Pengajaran Iman dengan Baik
    Berdasarkan KHK Kan. 890, para calon penerima Krisma harus dibimbing dengan pengajaran yang cukup, agar memahami makna dan tanggung jawab dari Sakramen ini. Pengajaran ini diberikan melalui katekesis yang terstruktur, termasuk pengenalan akan Tritugas Kristiani: imam, nabi, dan raja.

  3. Mencapai Kedewasaan Rohani
    Meskipun usia kronologis dapat bervariasi, namun calon penerima Krisma harus memiliki kesiapan batin dan kedewasaan rohani. Artinya, mereka sadar akan tanggung jawab sebagai umat Katolik dewasa, yang siap memberi kesaksian iman secara aktif di tengah masyarakat dan Gereja.

  4. Sikap Hati yang Tulus dan Kehendak Bebas
    Penerimaan Sakramen ini harus dilakukan dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan. Kehendak bebas menunjukkan keterbukaan hati terhadap rahmat Allah dan kesiapan untuk terlibat dalam kehidupan Gereja secara aktif.

Buah-Buah Sakramen Krisma (KGK No. 1303):

Krisma membawa berbagai buah rohani yang memperkaya dan meneguhkan hidup iman umat. Beberapa buah utamanya adalah:

  1. Penyempurnaan Rahmat Baptisan
    Sakramen Krisma tidak berdiri sendiri, tetapi menyempurnakan rahmat Baptisan. Krisma memperdalam identitas kita sebagai anak-anak Allah dan anggota Gereja Kristus.

  2. Meneguhkan Hubungan dengan Kristus
    Sakramen ini memperkuat ikatan pribadi antara penerimanya dengan Kristus, membantu mereka untuk hidup serupa dengan-Nya dan meneladani hidup-Nya secara nyata dalam keseharian.

  3. Pemberian Karunia Roh Kudus secara Lebih Lengkap
    Penerima Krisma menerima tambahan karunia-karunia Roh Kudus, yang membantu mereka hidup dalam kebijaksanaan, keberanian, ketekunan, dan kesucian. Ketujuh karunia Roh Kudus tersebut meliputi:                                                                                                                           -Kebijaksanaan (Wisdom)                                                                                                                              

    Pengertian (Understanding)                                                                                             

    Nasehat (Counsel)                                                                                                       

     Keperkasaan (Fortitude)                                                                                         

    Pengetahuan (Knowledge)                                                                                                 

    Kesalehan (Piety)

    Takut akan Allah (Fear of the Lord)                                                                                                     

  4. Mengikat Lebih Sempurna kepada Gereja
    Krisma memperteguh kesatuan antara umat dengan Gereja. Penerima Krisma menjadi anggota penuh Gereja Katolik yang memiliki hak dan kewajiban dalam membangun tubuh Kristus secara nyata.

  5. Memberi Kekuatan Khusus dari Roh Kudus
    Dengan rahmat Roh Kudus, penerima Krisma dibekali keberanian untuk:

    • Menyebarkan dan membela iman melalui perkataan dan perbuatan.

    • Mengakui nama Kristus secara terbuka, bahkan dalam situasi sulit.

    • Tidak malu terhadap salib Kristus, tetapi menjadikannya pusat hidup dan harapan.

  6. Mempersiapkan Penerima untuk Tugas Perutusan
    Krisma menjadikan seseorang tidak hanya sebagai umat pasif, tetapi sebagai saksi Kristus aktif yang siap melayani, bersaksi, dan mewartakan Injil di tengah dunia, sebagaimana semangat Pentakosta.

Dengan menerima Sakramen Krisma, umat Katolik tidak hanya diteguhkan dalam imannya, tetapi juga diberdayakan untuk menjadi terang dan garam dunia menyatakan Kristus dalam hidup nyata, serta menjadi bagian yang bertanggung jawab dalam kehidupan dan perutusan Gereja.

Karunia Roh Kudus

Dalam sesi penutup, para calon penerima Krisma juga diajak merenungkan tujuh karunia Roh Kudus yang akan mereka terima dalam penguatan iman:

  1. Kebijaksanaan(Wisdom)

  2. Pengertian(Understanding)

  3. Nasehat(Counsel)

  4. Keperkasaan(Fortitude)

  5. Pengetahuan(Knowledge)

  6. Kesalehan(Piety)

  7. Takut akan Allah(Fear of the Lord)

Peserta Berdasarkan Lingkungan dan Sekolah

Total peserta sebanyak 112 orang, berasal dari berbagai lingkungan dan sekolah, sebagai berikut:

  1. Lingkungan St. Sesilia – 4 orang

  2. Lingkungan St. Yosef – 16 orang

  3. Lingkungan St. Philipus – 16 orang

  4. Lingkungan St. Rafael – 20 orang

  5. Lingkungan St. Simon – 12 orang

  6. Lingkungan St. Lusia – 6 orang

  7. Lingkungan St. Perawan Maria – 4 orang

  8. Lingkungan Kanak-kanak Yesus – 12 orang

  9. Lingkungan St. Gabriel Possenti – 8 orang

  10. SMA Katolik St. Petrus Ketapang – 14 orang

Kegiatan diakhiri dengan doa penutup dan lagu “Jadilah Saksi Kristus”. Semangat dan antusiasme para peserta mencerminkan kesiapan mereka untuk menerima penguatan Roh Kudus dalam Sakramen Krisma yang akan datang. Pembelajaran ini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan umat yang tidak hanya teguh dalam iman, tetapi juga siap menjadi saksi Kristus yang sejati di dunia.

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:  8 Juni 2025 

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar