Menapaki Jalan Salib, Memaknai Pengorbanan: Pendalaman Iman Katolik di Paroki Santo Agustinus Paya Kuamang Keuskupan Ketapang

 

Foto RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP,Memberikan Berkat Penutup

Menapaki Jalan Salib, Memaknai Pengorbanan: Pendalaman Iman Katolik di Paroki Santo Agustinus Paya Kuamang Keuskupan Ketapang

Ketapang, 20 Februari 2026.Suasana senja yang perlahan berganti malam menyelimuti Paroki Santo Agustinus Paya Kuamang, wilayah Keuskupan Ketapang, ketika lonceng gereja berdentang tepat pukul 18.00 WIB, Jumat, 20 Februari 2026. Dentangan tersebut menjadi tanda dimulainya Ibadat Jalan Salib yang diikuti dengan penuh khidmat oleh umat dari berbagai lingkungan dan kelompok kategorial.

Sejak sore hari, umat telah berdatangan dan memenuhi bangku-bangku gereja. Anak-anak, kaum muda, orang tua, hingga para lansia hadir dengan sikap hening dan penuh pengharapan. Lilin-lilin yang dinyalakan di sekitar altar menciptakan suasana reflektif, menegaskan bahwa ibadat ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momen sakral untuk memasuki Masa Prapaskah 2026 dengan hati yang diperbarui.













































































































Mengawali Masa Prapaskah dengan Jalan Salib

Ibadat Jalan Salib menjadi pembuka rangkaian kegiatan rohani selama Masa Prapaskah di Paroki Santo Agustinus Paya Kuamang. Tepat pukul 18.00 WIB, Ibu Natalia Erlin Kurnia dan Ibu Yustina Endang Puspandary selaku lektor/pembaca berdiri di depan mimbar dan memulai ibadat dengan tanda salib serta pengantar singkat yang mengajak umat menyiapkan hati untuk merenungkan sengsara Kristus.

Ibadat ini mengikuti struktur tradisional 14 perhentian, yang masing-masing terdiri dari pengumuman perhentian, bacaan Kitab Suci, renungan, serta doa atau lagu. Organis, Saudari Maria Parahita Leandra, mengiringi jalannya ibadat dengan alunan musik yang lembut dan penuh penghayatan, membantu umat masuk dalam suasana doa.

Perjalanan 14 Perhentian Sengsara Kristus

Selama kurang lebih satu setengah jam, umat menapaki keempat belas perhentian Jalan Salib:

  1. Yesus Dijatuhi Hukuman Mati – Menggambarkan ketidakadilan yang dialami Kristus di hadapan Pilatus, umat diajak merenungkan sikap terhadap kebenaran dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari.

  2. Yesus Memanggul Salib – Simbol kesediaan menerima beban hidup dengan iman dan ketaatan.

  3. Yesus Jatuh untuk Pertama Kalinya – Mengingatkan bahwa kegagalan bukan akhir, melainkan bagian dari proses pertumbuhan iman.

  4. Yesus Berjumpa dengan Ibu-Nya – Refleksi tentang dukungan keluarga dan kasih yang menguatkan.

  5. Simon dari Kirene Membantu Yesus – Ajakan menjadi penolong bagi sesama yang sedang menderita.

  6. Veronika Mengusap Wajah Yesus – Tindakan kecil penuh kasih yang membawa makna besar.

  7. Yesus Jatuh untuk Kedua Kalinya – Panggilan untuk bangkit kembali dari kejatuhan.

  8. Yesus Menghibur Perempuan Yerusalem – Kepedulian terhadap sesama di tengah penderitaan pribadi.

  9. Yesus Jatuh untuk Ketiga Kalinya – Ketekunan dan kesetiaan hingga akhir.

  10. Yesus Ditanggalkan Pakaian-Nya – Renungan tentang martabat manusia.

  11. Yesus Disalibkan – Pengorbanan sebagai wujud kasih tanpa batas.

  12. Yesus Wafat di Salib – Puncak penyerahan diri dan kasih Allah bagi manusia.

  13. Yesus Diturunkan dari Salib – Kesetiaan dalam duka.

  14. Yesus Dimakamkan – Harapan akan kebangkitan dan kehidupan baru.

Setiap perhentian dibawakan dengan penuh penghayatan, sehingga umat tidak hanya mendengarkan, tetapi sungguh merasakan perjalanan sengsara Kristus secara batiniah.

Kehadiran Pastor dan Berkat Penutup

Ibadat yang dimulai pukul 18.00 WIB ini turut dihadiri oleh Pastor Kepala ex officio, RP. Vitalis Nggeal, CP. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan dan penyertaan pastoral bagi seluruh umat paroki.

Pada bagian penutup, Pastor Vikaris ex officio, RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP, menyampaikan pesan reflektif yang mengajak umat untuk memaknai Jalan Salib bukan sekadar devosi, tetapi sebagai komitmen nyata dalam kehidupan. Beliau kemudian memberikan berkat penutup sebagai tanda perutusan bagi umat untuk menjalani Masa Prapaskah dengan semangat pertobatan dan kasih.

Antusiasme dan Semangat Kebersamaan

Dimulainya ibadat tepat waktu pada pukul 18.00 WIB menunjukkan kedisiplinan dan kesiapan panitia serta umat. Kaum muda paroki turut ambil bagian dalam mempersiapkan perlengkapan liturgi, teks ibadat, dan tata ruang gereja. Kebersamaan ini menjadi wujud nyata Gereja sebagai persekutuan umat beriman.

Dengan berakhirnya ibadat pada malam hari itu, umat meninggalkan gereja dengan hati yang lebih damai dan tekad yang diperbarui. Jalan Salib yang dimulai pukul 18.00 WIB tersebut menjadi langkah awal perjalanan rohani menuju Paskah 2026 sebuah perjalanan yang diwarnai doa, pertobatan, dan pengharapan akan kebangkitan.

📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal: 20 Februari 2026

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar